
"Mereka mengincar adikku ya? Kalau begitu aku akan melayani kalian" Tanya Aris dengan muka yang datar
Arina dan Dedi lari secepatnya menghampiri Aris dan mengatakan bahwa mereka berdua harus membawa Aris ke tempat aman dikarenakan dia tidak bisa menggunakan sihir.
"Aris cepatlah.. kami akan membawamu ke tempat aman" Kata Arina
"Aris larilah!!" Kata Dedi
"Begitu ya.. satu-satunya adalah melawan balik. Kalau begitu, aku akan melayani kalian para monster" Kata Aris kehilangan kontrol
Tidak lama banyak monster yang datang dan menghancurkan sekolah. Tetapi, banyak juga dari para penyihir ikut serta dalam pembasmian monster.
"Dimana dia?" Tanya pemimpin monster
"Mungkin disekitar sini" Kata anak buah monster
"Itu mereka habisi dia" Kata salah satu penyihir
"Ya!!" Kata penyihir dengan semangat
Tetapi banyak dari penyihir yang kalah akibat dari elemen kegelapan milik monster. Dan saat mereka sudah sampai di pintu arena, mereka disambut oleh perwakilan sekolah lainnya yang akan menangkap Resti.
"Jika kau tidak bisa melawan berlindung lah. Aku akan melindungimu" Kata Ibu kepala sekolah
"Baiklah mungkin aku akan membantu sedikit" Kata Resti
"Semuanya berjuanglah" Kata Ibu kepala sekolah
"Ya!!" Kata para perwakilan sekolah lain
Banyak monster yang pergi ke arena karena mereka sudah mengetahui lokasi adik dari The Master Academy.
"Master, kapan anda akan ke acaranya?" Tanya salah satu asistennya
"Tenang saja, lagipula masih babak kualifikasi mungkin aku akan datang saat perempat final" Jawab Ronald
"Master gawat.. master!!" Kata salah satu anggotanya
"Ada apa?" Tanya Ronald
"Para monster menyerang acara The Master Academy" Jawab anggotanya
"Kalau begitu, Tiara siapakan portal.. kita akan pergi ke acara tersebut secepatnya" Kata Ronald
"Baiklah master" Kata Tiara
Tiara membuat portal untuk master dan dirinya pergi untuk ke sekolah The Magic Academy.
"Aris pergilah dari sini kami akan menahannya" Kata Arina
"Cepatlah Aris!!" Kata Dedi
"Kalau begitu aku akan bertarung dan melindunginya adikku" Kata Aris berbicara pelan
"Eh kenapa? Kau bicara apa?" Tanya Arina
"Aku akan bertarung" Kata Aris
"Jangan bodoh. Pergilah ke tempat yang aman" Kata Arina
"Jika aku mati tanpa bertarung lebih baik aku mati berjuang melindungi apa yang ingin kulindungi" Kata Aris
"Baiklah kalau kau ingin, kami akan melindungimu" Kata Arina
"Lebih baik kalian melindungi diri kalian sendiri" Kata Aris
Para monster banyak yang maju dan mengeluarkan sihir kegelapan berupa racun dan juga penguatan. Tidak banyak dari perwakilan sekolah yang terluka olehnya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya seorang pria dari sekolah Magic Golden
"Aku tidak apa-apa. Tetapi, aku tidak bisa bernafas" Jawab pria dari sekolah Rose School
Tiba-tiba ada monster yang menyerang mereka berdua tetapi Aris mengalahkan menggunakan pedangnya.
__ADS_1
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Aris
"Iya.. terimakasih" Jawab pria dari sekolah Magic Golden
"Pergilah aku akan menahannya" Kata Aris
"Baiklah. Terimakasih" Kata pria tersebut
"Aris kau tidak apa-apa?" Tanya Arina
"Tenang saja. Kemana Dedi?" Tanya Aris
"Dia menggunakan langkah anginnya untuk membantu evakuasi yang lainnya" Jawab Arina
"Begitu ya" Kata Aris
"Aris, bolehkah aku membantumu?" Tanya Arina
"Tentu saja kau bisa menjagaku" Jawab Aris
Mereka berdua pun menghabisi monster satu persatu tetapi mereka lupa bahwa Resti telah ditangkap oleh pemimpin monster.
"Wahai para anak buahku sekalian, ini waktunya untuk mundur" Kata pemimpin monster
Seluruh monster mundur dari sekolah dan kembali ke markasnya. Dan Aris telah mengetahui bahwa Resti ditangkap ia pun marah dan mengejar mereka.
"Kau bohong kan? Adikku telah ditangkap" Tanya Aris dalam pikiran kosong
"Aris tenanglah" Kata Arina sambil memegang tangan Aris
"Kem-ba-li-kan a-dik-ku ya-ng ma-nis" Kata Aris mulai marah
"Tenanglah aris kita akan merebutnya kembali" Kata Arina
"Arina maaf.. aku harap kamu tidak menggangguku untuk saat ini jadi lepaskan tanganmu" Kata Aris
"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi" Kata Arina
"Ketua, ada manusia yang mengikuti" Kata salah satu monster
"Hentikan dia kalau bisa bunuh dia" Kata pemimpin monster
Monster tersebut kalah melawan Aris. Dan hampir mencapai Resti.
"Kakak .. aku.. aku" Kata Resti
"Resti!!! Tenanglah aku akan menyelamatkanmu" Kata Aris
Resti kaget mendengar itu dan berteriak. Aris menggunakan sihir anginnya untuk membuat dia turun ke daratan.
"Menyerahlah dan lepaskan adikku" Kata Aris
"Adikmu? Kau pikir siapa?" Tanya pemimpin monster
"Namaku Aris Darmayudha dan aku adalah kakaknya" Jawab Aris
"Kakaknya tidak mungkin orang lemah sepertimu dia telah tewas" Kata pemimpin monster
"Benarkah? Aku tidak takut melawan seluruh bala tentaramu" Kata Aris
"Sepertinya untuk makhluk lemah sepertimu memang banyak omong kosong. Kalian semua maju dan bunuh dia" Kata pemimpin monster
Seluruh monster menyerang Aris. Tetapi, Aris mengeluarkan sihir petir yang membuat banyak monster kalah.
"Elemen Petir - Thunder Lighting" Rapalan Aris
"Apa? Siapa kau sebenarnya? Elemen kegelapanku tidak bekerja padamu?" Tanya pemimpin monster
"Aku akan menjawab pertanyaanmu setelah kau lepaskan adikku" Kata Aris
"Sialan kau" Kata pemimpin monster kesal
"Majulah dan hadapi aku" Kata Aris
__ADS_1
"Baiklah aku akan langsung membunuhmu" Kata pemimpin monster
Pemimpin monster menyerang dengan cepat tetapi Aris bisa menandingi kecepatannya.
"Elemen Kegelapan - Dark Bullet" Rapalan pemimpin monster
"Begitu ya Elemen Kegelapan - Dinding Kegelapan" Kata Aris
"Untuk pengguna sihir kegelapan kau hebat juga ya" Kata bos monster
"Kau tau.. elemen kegelapan itu kuat bahkan bisa menang melawan semua elemen netral tetapi saingannya ialah elemen cahaya" Kata Aris sambil mengeluarkan pedang cahaya
"Menyerahlah dan lepaskan adikku" Kata Aris sambil menunjukkan pedangnya
"Cih.. baiklah semuanya.. waktunya kita mundur. Kita akan bertemu lagi lain waktu" Kata pemimpin monster
"Akan aku tunggu. Dan jadilah lebih kuat agar bisa mengalahkanku" Kata Aris
Pemimpin monster memilih mundur dikarenakan ia khawatir tidak bisa mengalahkannya terlebih lagi dia pengguna sihir cahaya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Aris sambil berlari menuju ke arah Resti
"Ya.. aku tidak apa-apa terimakasih.. terimakasih. Aku sangat takut" kata Resti sambil meneteskan air mata
"Sudahlah ada aku disini" Kata Aris
Setelah sekian lama akhirnya The Master Academy datang.
"Apakah sudah selesai?" Tanya Ronald
"Sudah master.. sepertinya tidak ada monster yang lainnya" Kata Tiara
"Kalau begitu aku akan bertemu dengan kepala sekolah" Kata Ronald
"Baiklah" Kata Tiara
"Apa kau melihat Aris?" Tanya Dedi
"Dia pergi menyelamatkan Resti" Kata Arina
"Terus hasilnya?" Tanya Dedi
"Tidak ada" Kata Arina sambil menggelengkan kepalanya
Beberapa saat kemudian akhirnya Aris kembali membawa pulang Resti. Dan ia meminta untuk merawat Resti.
"Selamatkan dia" Kata Aris sambil menggendong Resti
"Baiklah" kata perawat
"Aris kau baik-baik saja?" Tanya Arina
"Yah.. tetapi dia terkena sedikit serangannya" Kata Aris
"Sekarang apa yang akan kau lakukan?" Tanya Arina
"Mulai sekarang aku akan menjaganya" Jawab Aris
"Aris aku senang kau baik-baik saja. Tapi, sepertinya monster itu tidak banyak mengikuti pemimpinnya kita harus hati-hati" Kata Dedi
"Darimana kau tahu itu?" Tanya Aris
"Saat aku mengevakuasi yang lainnya aku mendengar dari Ibu kepala sekolah dan di sana juga ada The Master Academy" Jawab Dedi
"Begitu ya baiklah terimakasih infonya" Kata Aris
Saat malam hari Aris menjenguk adiknya yang sedang tidur dia kaget adiknya selalu memanggil kakaknya. Dan itupun membuat Aris sedih.
"Kakak.. kakak.. jangan tinggalkan aku kakak" Kata Resti sambil tidur
"Maafkan aku adikku. Kakak terpaksa harus menutupi indentitas ku karena kakak tidak mau kamu tahu siapa aku" Kata Aris bersuara pelan sambil mengusap kepalanya
...END...
__ADS_1