
Dedi pun akhirnya bisa menguasai ilmu sihir bola angin dengan waktu 1 menit.
"Guru.. guru seperti ini?" Tanya Dedi
Dedi memperlihatkan sihir anginnya dalam waktu 1 menit.
"Itu hebat tetapi waktunya harus kau kurangi lagi. Jika tidak, musuh akan menyerangmu dengan kecepatan tinggi" Kata Aris
"Begitu ya.. baiklah Aris hari ini sudah malam aku lelah sekali.. Aris kenapa kau menyembunyikan ilmu sihir mu?" Tanya Dedi
"Astaga aku lupa menghapus ingatannya" Kata Aris dalam hati
"Um.. Dedi kau mau aku memberikan hadiah padamu?" Tanya Aris
"Benarkah? Coba berikan" Kata Dedi
"Sini kepalamu" Kata Aris
Dedi pun menurut dengan menundukkan kepalanya. Setelah kepalanya disentuh ia pingsan dan dibawa ke kamarnya oleh Aris.
Besoknya saat pergi ke sekolah Dedi bertemu dengan Arina, Dedi pun memanggilnya dan Arina menunggu hingga ia tiba. Dedi merasakan kepalanya sakit dan iapun ditanya oleh Arina.
"Kau kenapa?" Tanya arina
"Entahlah kepalaku sakit seperti aku melihat aris bisa menggunakan sihir" Jawab Debi
"(tertawa kecil) .. Bagaimana mungkin ia bisa menggunakan sihir julukannya saja No Magic" Kata arina
"Mungkin juga ya lagian itu kan mimpi" Kata Dedi tertawa kecil
"Jika yang ia katakan itu benar aku berharap mimpi itu menjadi kenyataan" Kata Arina dalam hati
Tibalah mereka berdua di sekolah. Dan ternyata hari ini ada pertandingan lagi maka seluruh siswa menyaksikan pertandingannya.
"Selamat pagi semuanya, hari ini kami akan memulai pertandingan selanjutnya silakan bagi yang ingin melihat pertandingannya harap ke ruang arena terimakasih" Kata penyiar
"Benarkah? Jadi tidak ada pelajaran, ya?" Kata siswa laki-laki
"Kalau begitu marilah kita pergi" Kata siswa laki-laki satunya
Saat semua siswa berkumpul terdengarlah suara penyiar membawakan informasi.
"Baiklah semuanya apakah kalian sudah siap" Kata penyiar
"(suara penonton bersorak)" suara para penonton
"Hari ini kita akan melihat pertandingan antar kelas yang berbeda yaitu kelas 1 Arina Lestari melawan kelas 3 yaitu Harius De Facta" Kata penyiar
"De Facta? Apa ia orang asing?" Tanya Aris
"Mungkin saja" Kata Dedi
"Begitu ya" Kata Aris sambil kebingungan
Muncullah Arina perempuan muda dengan seragam berwarna merah hitam ke dalam arena dan dilanjutkan juga dengan masuknya Harius dengan rambut pirangnya.
"Halo manis selamat pagi namaku Harius De Facta" Kata Harius dengan sopan
"Halo juga Harius" Kata Arina
"Tapi mohon maaf hari ini aku yang akan menang" Kata Harius
"Benarkah? Kita lihat saja" Kata Arina
"PRIT!!!" suara pluit wasit
Pertandingan dimulai, Harius mengeluarkan sihir api yang besar.
"Elemen api - bola api" Kata Harius
Bola besar menyerang Arina dengan cepat, tetapi Arina menggunakan sihir dinding es.
"Akhirnya aku menang" Kata Harius sambil tertawa
"Benarkah? Ternyata senior hebat sekali ya" Kata Arina berbicara dalam asap ledakan
__ADS_1
"Tidak.. tidak mungkin" Kata Harius
"Kenapa? Kok kaget begitu?" Tanya Arina
"Aku tidak tahu dia bisa menggunakan sihir Es" Kata Dedi
"aku pun juga, padahal saat pertama kali bertemu dia menggunakan sihir Ice Cycle untuk melawan naga" Kata Aris
"Sial, aku tidak boleh kalah dari kelas 1. Baiklah bagaimana kalo ini Elemen Api - Gelombang Api" Kata Harius
Harius mengeluarkan sihir tingkat SS yang menyerang menggunakan gelombang api tetapi Arina bisa menahannya.
"Elemen Es - Gelombang Es" Rapalan Arina
"Apa?" Kata Harius kaget
"Kenapa senior? Kau kaget begitu? Apa sudah tidak ingin menyerang? Kalau begitu giliran ku" Kata Arina
"Elemen Es - Hawa Es" Rapalan Arina
Seketika arena menjadi dingin. Harius menggunakan sihir apinya untuk menghangatkan tubuhnya.
"Baiklah senior, waktuku untuk menyerang" Kata Arina
"Hawa Es - Pisau Beku" Rapalan Arina
Keluarlah pisau-pisau es dari hawa es yang berputar dan menyerang Harius tetapi Harius bisa menghindari semua serangannya walaupun ada bagian yang terluka.
"Kenapa senior? Masih belum mau menyerah?" Kata Arina
"Sialan" kata Harius
"Baiklah kalau begitu Hawa Es - Tiupan Beku" Kata Arina
Saat Arina meniup dia akan menciptakan es beku yang naik dari kaki sampai leher. Harius pun terjebak dalam es beku.
"Bagaimana senior? Apa sudah menyerah?" Tanya Arina
"Baiklah aku menyerah" Kata Harius kedinginan
"Wo... akhirnya kelas 3 kalah dan pemenangnya adalah Arina Lestari dengan ini ia berhasil masuk bersama 2 lainnya" Kata penyiar
"Lagian untuk apa kau berbohong padanya?" Tanya Aris
"Hm.. sepertinya tidak ada apa-apa" Kata Dedi
"Ha?" Aris bingung
Di ruangan OSIS.
"Aku tidak menyangka ada pengguna es di sekolah ini?" Tanya Angelia
"Memang benar pengguna sihir es itu elemen yang terkuat ke-2 dan aku tidak percaya bahwa ia bisa menjadi salah satu murid disini pasti ini adalah suatu kebetulan" Kata Debi
"Aku bingung.. apa bila masih ada The Master Academy di sekolah ini apa ia akan mempertahankan gelarnya?" Tanya Angelia
"Sepertinya ia pasti akan mempertahankan gelarnya tersebut apalagi ia memiliki kekuatan yang hebat" Kata Debi
"Memang ada benarnya" Kata Angelia
"Apa kau? Benar-benar jatuh cinta padanya?" Tanya Debi
"Jatuh cinta ya? Mungkin iya" Kata Angelia
"Itu bagus dan hal wajar tetapi ia telah tewas kan?" Kata Debi
"Memang benar ia tewas tetapi aku tidak ingin mempercayainya" Kata Angelia sedih
"Sudahlah aku mau ke kantin kau ingin nitip apa?" Tanya Debi
"Tolong belikan aku roti dan susu" Kata Angelia
"Baiklah" Kata Debi
Saat selesai pertandingan aris dan lainnya pergi ke kantin untuk istirahat.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau makan?" Tanya Dedi
"Mungkin aku akan makan mie, Bagaimana denganmu?" Kata Aris
"Mungkin aku juga ingin makan mie ayam seperti guru" Kata Dedi
"Bisa tidak kau tidak memanggilku guru?" Tanya Aris
"Mohon maafkan saya.. tidak bisa" Jawab Dedi
"Hay.. semuanya" Kata arina teriak
"Oh Arina, ya" Kata Dedi
"Ya arina.. apa kau ingin makan juga?" Tanya Aris
"Kalian sudah menentukan makanan apa?" Tanya Arina
"Aku ikut sesuai guruku yaitu mie" Kata Dedi
"Kukatakan sekali lagi jangan memanggilku guru" Kata Aris
"Begitu ya.. baiklah kalau begitu aku juga ingin makan mie" Kata arina
"Baiklah kalau begitu mari kita pergi" Kata Aris
"Yo.." Kata arina dan Dedi
Setelah mendapatkan tempat duduk mereka didatangi oleh wakil ketua OSIS.
"Kau hebat ya aku tidak menyangka kau bisa menggunakan elemen es" Kata Dedi
"Ahh tidak itu hanya kebetulan.. itu.. anu.. aris bagaimana tadi aku bertanding?" Tanya Arina dengan wajah memerah
"Yah... aku akui kamu hebat dibandingkan denganku apabila aku bertarung denganmu pasti sudah tewas" Jawab Aris
"benarkah? Tetapi aku tidak akan menyerangmu begitu saja, kan?" Tanya Arina
"Benar juga ya" Kata Aris
"Permisi apakah saya boleh duduk disini?" Tanya lelaki dengan berseragam merah hitam berambut hitam
"Tentu saja" Kata Aris
"Terimakasih.. namaku Debi wakil ketua OSIS disini. Namamu Arina, kan?" Tanya Debi sambil melihat ke arah Arina
"Kau hebat bisa memiliki elemen es dan aku tidak menyangka kamu akan bersekolah disini" tambahnya
"Anu.. terimakasih" Kata arina sambil malu-malu
Aris yang sudah makan langsung minta izin untuk pergi. Tetapi Arina pergi dengannya walaupun makanannya menyisa.
"Aduh.. aku kenyang sekali mohon maaf ya aku harus pergi" Kata Aris sambil berdiri dan pergi
"Aris tunggu aku ikut" Kata arina yang mengikuti Aris
"Apa mereka memiliki hubungan?" Tanya Debi
"Entahlah tapi menurutku arina yang lebih dulu" Jawab Dedi
"Dia tidak bisa menggunakan sihir kan?" Tanya Debi
"Tentu saja tidak bisa tetapi guruku adalah pengguna pedang terbaik di academy ini" Kata Dedi
"Guru? Kau memanggilnya guru?" Tanya Debi
"Memangnya kenapa?" Tanya Dedi
"Yah tidak ada.." Kata Debi
Di lorong.
"Kau ini kenapa mengikutiku terus?" Tanya Aris
"Anu.. ada yang ingin aku bicarakan" Kata Arina mukanya memerah
__ADS_1
"Begitu ya.. ya sudah bicarakan saja" Kata Aris
...END...