Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Merebut Kembali


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya Aris dan Angelia datang ke arena. Mereka muncul di bangku penonton.


"Kita berpindah lagi" Kata Angelia


"Sepertinya Nadia kesulitan" Kata Aris


"Heh?" Kata Angelia kebingungan


"Ini masih belum. Aku tidak akan kalah disini" Kata Nadia mulai kelelahan


Nadia pun mengeluarkan aura putih di sekitar tubuhnya.


"Aku tidak akan kalah disini. Teknik suku Jaher - Tusukan embun air" Rapalan Nadia


Nadia pun mengeluarkan kemampuan terakhirnya dan menerjang dengan sangat cepat.


"Tidak peduli aku kalah disini. Yang terpenting aku sudah berjuang semampuku" Kata Nadia dalam hati sambil menyerang


Dan tiba-tiba terjadi ledakan yang sangat besar di tengah arena.


"Nadia!!!" Kata Miftah teriak


Dan tidak berapa lama Nadia terpental dari asap itu. Disaat itu juga Aris langsung datang ke tengah arena untuk menggantikan bayangannya.


"Terimakasih telah menahannya" Kata Aris kepada bayangannya


Bayangan itu pun menghilang bersamaan asap. Dan Nadia pun masih berdiri, melihat itu Nadia kaget.


"Kenapa kau masih berdiri dan tidak merasa kelelahan?" Tanya Nadia yang sudah hampir pingsan


"Menyerahlah!!!" Kata Aris


"Lebih baik aku bertarung sampai akhir daripada aku menyerah disini" Kata Nadia sambil mengeluarkan aura putih di sekitar tubuhnya


"Apa kau yakin masih ingin bertarung?" Tanya Aris


"Aku akan mengerahkan semua kekuatanku dalam pedang ini" Kata Nadia sambil ancang-ancang


"Begitu, ya. Tapi, aku minta maaf" Kata Aris sambil menutup matanya


Aris pun mengeluarkan aura putih dan berancang-ancang juga.


"Itu, kan. Teknik suku Jaher? Kenapa dia bisa menggunakannya?" Tanya Nadia dalam hati


Aris pun mengeluarkan aura berwarna merah yang menandakan tekniknya telah sempurna. Nadia pun terkejut melihat bahwa teknik suku Jaher milik Aris lebih sempurna daripada miliknya.


"Tekniknya sama seperti guruku. Apakah memang dia hebat dari aku atau memang dia berbakat?" Tanya Nadia dalam hati


"Teknik Pedang - Suku Jaher - Tebasan Tiga Jarum" Rapalan Aris


"Guru, maafkan aku" Kata Nadia


Tiba-tiba Nadia sudah pingsan di arena.


"Dan pemenangnya adalah Aris Darmayudha" Kata Male


Semua penonton pun bersorak dengan sangat keras.


"Baiklah semuanya, kita akan kembali beberapa menit untuk istirahat" Kata Male


"Ternyata dia bisa menggunakan teknik yang sama seperti Nadia. Sebenarnya siapa orang yang bernama Aris itu?" Tanya Miftah berfikir


Aris dan Nadia pun telah meninggalkan arena. Saat sampai di lorong, Miftah telah menunggunya. Nadia yang melihatnya langsung menangis dan memeluk Miftah.


"Sudahlah, lepaskan saja" Kata Miftah yang sedang berusaha menenangkannya


"Maafkan aku, maafkan aku. Aku tidak bisa membawa hadiahnya" Kata Nadia yang sambil menangis


"Sudah-sudah. Lawanmu hanya lebih kuat darimu. Masih ada waktu untuk terus berlatih" Kata Miftah sambil mengusap kepala Nadia


Di lain tempat. Aris datang ke bangku penonton dan menghampiri Angelia. Angelia yang melihatnya langsung memeluknya dengan sangat erat.


"Sudahlah, lepaskan aku. Kau terlalu erat memelukku" Kata Aris merasa sesak

__ADS_1


"Habisnya, aku sangat bahagia. Karena kau memenangkan hadiahnya" Kata Angelia


"Sukurlah. Aku juga merasa senang" Kata Aris mengusap kepalanya Angelia


Tidak beberapa lama akhirnya Male mengabarkan bahwa dia akan menjadi pemberi hadiahnya dan juga iapun memanggil Aris untuk pergi ke tengah arena. Mendengar itu Aris pun pergi ke tengah arena sesuai apa yang dikatakan Male.


"Baiklah Aris, hadiah ini kuberikan padamu. Jaga ia baik-baik" Kata Male sambil memberikan hadiahnya


"Terimakasih, aku akan menjaga pedang ini sebaik-baiknya" Kata Aris


Penonton pun bersorak dengan keras. Iapun juga menerima tepuk tangan. Dan acaranya pun berakhir. Aris dan Angelia pun menginap di rumah milik Nia.


"Mari kita rayakan kemenangan nak Aris" Kata ayahnya Nia


"Tidak usah begitu, paman. Yang biasa aja" Kata Aris


"Apa maksudmu biasa aja? Ini adalah hari besar, maka dari itu kita harus merayakannya dengan sangat besar. Ayo semuanya bersulang!!" Kata ayahnya Nia


"Bagaimana ini?" Tanya Aris ke Nia


"Aku juga tidak tahu. Lebih baik kau ikuti saja" Kata Nia


"Tidak mungkin!!!" Kata Aris teriak


Tidak berapa lama akhirnya Miftah dan Nadia datang ke bar milik Nia.


"Sedang apa kalian disini?" Tanya Angelia


"Jika berkenan, aku ingin bergabung disini" Jawab Nadia


"Bagaimana ini, Aris?" Tanya Angelia


"Biarkan saja mereka bergabung, lebih banyak malah lebih baik, ya kan?" Kata Aris


"Baiklah, kalian berdua boleh bergabung" Kata Angelia


"Wah, ada juara kedua. Ayo bersulang" Kata Ayahnya Nia


Saat Nadia dan juga Miftah bergabung banyak juga yang memujinya atas pertandingannya.


"Ah, itu..." Kata Nadia malu-malu


Semua orang pun memujinya. Tidak beberapa lama akhirnya Miftah mendatangi Aris yang sedang menikmati pesta kemenangannya.


"Aris, kita perlu bicara sebentar" Kata Miftah


Tidak berapa lama akhirnya mereke berdua di luar bar milik Nia.


"Ada apa? Kenapa terlihat serius begitu" Tanya Aris


"Ini tentang temanmu, manusia setengah hewan" Jawab Miftah


Mendengar itu Aris langsung terdiam dan mendengarkan.


"Apa yang terjadi padanya?" Tanya Aris dalam muka yang serius


"Dia sangat menyeramkan. Kenapa kau tidak menghentikannya?" Tanya balik Miftah


"Apa maksudmu? Siapa yang menculiknya?" Tanya Aris balik


"Dia menculiknya? Apa temanmu sedang diculik?" Tanya lagi Miftah


"Apa kau tahu siapa pelakunya? Aku harus membawanya kembali" Kata Aris


"Kebetulan aku tahu pelakunya" Kata Miftah


"Siapa? Cepat katakan" Kata Aris


"Dia adalah bangsawan Role" Jawab Miftah


"Role? Maksudmu bangsawan yang terletak di di kerajaan Ketral?" Tanya Aris


"Ya, tapi jika kita kesana, jarak yang ditempuh bisa memakan waktu 6 jam dengan jalan kaki" Jawab Miftah

__ADS_1


"Apa kau yakin, mereka yang menangkap Yuni?" Tanya Aris


"Aku sangat yakin, karena aku sendiri yang melihatnya ia menangkap menggunakan tali yang sangat panjang" Jawab Miftah


"Baiklah, aku akan segera kesana" Kata Aris


"Apa kau yakin pergi sekarang?" Tanya Miftah


"Mungkin besok pagi aku akan pergi kesana" Jawab Aris


"Begitu, ya. Sudah dulu, ya. Aku hanya bisa memberikan informasi itu saja" Kata Miftah


"Tidak apa-apa, itu sudah cukup bagiku" Kata Aris


Setelah itu, Aris kembali memasuki bar dan meminta berbicara empat mata dengan Angelia. Mendengar itu Angelia pun menuruti perkataannya.


"Ada apa?" Tanya Angelia


"Besok, aku akan pergi ke kerajaan Ketral. Jadi, aku harap kamu pulang duluan saja ke kerajaan Ayus" Kata Aris


"Untuk apa kau pergi kesana?" Tanya Angelia


"Karena aku mendapatkan informasi bahwa Yuni berada disana. Seseorang telah menculiknya" Jawab Aris


"Jadi Yuni telah diculik?" Tanya Angelia


"Ya, dan aku akan membawanya kembali" Jawab Aris


"Baiklah, aku akan pulang sendirian. Hati-hati dijalan, ya" Kata Angelia tersenyum


Melihat Angelia tersenyum, Aris merasa sangat senang dan merasa ia tidak akan pernah melupakannya senyumannya.


"Tentu saja, aku akan hati-hati" Kata Aris


"Baiklah, mari kita kembali ke dalam. Disini sudah mulai dingin" Kata Angelia


"Baiklah" Kata Aris


Keesokannya Aris pergi dan berpamitan kepada ayahnya Nia dan juga Nia.


"Hati-hati, nak. Selamat tinggal" Kata ayahnya Nia


"Semoga sampai tujuan, ya" Kata Nia


"Paman, Nia. Terimakasih karena telah membiarkan kami tinggal disini" Kata Aris sambil menundukkan kepalanya


"Jika kau ingin menikahi anakku, kau tahu tempatnya dimana, kan?" Kata ayahnya Nia berbisik-bisik ke Aris


"Ayah, aku tahu apa yang kamu katakan" Kata Nia


"Yah, sepertinya aku ketahuan. Aku memang payah menjaga rahasia sebagai sesama lelaki" Kata ayahnya Nia


"Baiklah semuanya, terimakasih" Kata Aris sambil melambaikan tangannya


Nia dan yang lainnya pun juga melambaikan tangannya. Dan saat dijalan Aris meminta izin untuk pergi ke kerajaan Ketral. Angelia pun mengizinkan Aris untuk pergi ke kerajaan Ketral.


Tidak butuh waktu beberapa lama akhirnya Aris sudah sampai di perbatasan wilayah kerajaan Ketral menggunakan sihir teleport.


"Tuan, apa kita akan menyerangnya?" Tanya Quester


"Ya, kita akan memberikan mereka pelajaran bahwa mereka tidak boleh mengambil milik orang lain. Termasuk milik diriku" Jawab Aris


"Baik, tuan" Kata Quester


Pada saat malam hari Aris berjalan melewati rumah-rumah dan juga gang kecil. Akhirnya dia sampai di depan gerbang rumah milik bangsawan Role. Penjaga yang merupakan seorang penyihir tingkat SSS menanyakan perihal kedatangannya. Tetapi, Aris hanya diam saja.


"Siapa kau? Apa tujuanmu kemari?" Tanya penjaga itu


Lantaran Aris hanya diam saja. Penjaga itu pun langsung menyerangnya menggunakan elemen api. Tetapi Aris bisa menahannya.


"Apa!!!" Kata Penjaga itu


Aris pun mengeluarkan sihir api juga tetapi ia membuat sihir itu menjadi ledakan yang sangat besar agar semua orang dan penjaga mengetahui keberadaannya. Penjaga itu pun terkena serangannya dan sekilas melihat orang berjalan menggunakan jubah.

__ADS_1


"T-The Master Academy" Kata penjaga itu saat sedang terluka


...END...


__ADS_2