
"Kau adalah Kak Ririn" Kata Yuli
"Ternyata kau masih mengingatku" Kata Ririn
"Tentu saja, kau adalah putri dari kepala desa. Kukira kau sudah lari pasca penyerangan itu" Kata Yuli
"Waktu itu aku memang lari. Tapi, mereka berhasil menangkapku dan langsung membawaku ke dalam kandang" Kata Ririn
"Jadi, menurutmu kita akan dibawa kemana?" Tanya Yuli
"Kita akan dijual. Singkatnya, kita akan jadi budak" Jawab Ririn
"Budak? Aku tidak mau, aku tidak mau" Kata Yuli sambil menangis kecil
"Tenanglah, ada aku disini. Aku akan melindungimu" Kata Ririn
"Baiklah. Tapi, ini dimana?" Tanya Yuli
"Sepertinya ini gudang. Mereka menaruh kita di salah satu rumah mereka" Jawab Ririn
"Apa kita bisa bebas?" Tanya Yuli
"Kurasa, tidak" Jawab Ririn
"Terus, apa yang harus kita lakukan agar bisa keluar dari sini?" Tanya Yuli
"Aku tidak yakin kita bisa keluar dari sini" Jawab Ririn
Di lain tempat.
"Aku yakin mereka pasti ada di suatu tempat di kerajaan ini" Kata Aris
"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Nia
"Pelakunya mengatakan mereka di bawa ke kerajaan Ketral" Jawab Aris
"Apa kau sudah mendapatkan informasi?" Tanya Nia
"Belum, mungkin aku akan jalan-jalan sebentar ke alun-alun" Jawab Aris
"Semuanya, makanan sudah siap" Kata Bela
"Sepertinya kita harus mengisi perut dengan sesuatu" Kata Aris
"Ya, terimakasih. Bela" Kata Nia
"Tidak, ini hanya sebagai balasan atas kalian membantu penginapan ini" Kata Bela
"Aku tidak setuju. Aku akan membayar semuanya. Aku tahu apa yang terjadi dengan penginapanmu" Kata Aris
"Sekali lagi, aku ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya" Kata Bela sambil menundukkan kepalanya
"Sebentar lagi menjelang malam, apa kau ingin pergi mencari informasi?" Tanya Nia
"Tidak, aku sudah cukup lelah hari ini. Aku ingin istirahat" Jawab Aris
"Baiklah. Tapi, kalau kau ingin pergi. Ajak aku juga" Kata Nia
__ADS_1
"Baik. Kalau begitu, aku ingin pergi ke kamarku" Kata Aris sambil berdiri dari tempat duduk
"Kalau begitu, aku juga" Kata Nia sambil berdiri juga
Keesokan harinya.
"Selamat pagi, Aris" Kata Bela
"Selamat pagi juga" Kata Aris sambil menguap dan turun dari tangga
"Sudah kusiapkan sarapannya" Kata Bela
"Wah, sepertinya enak. Ngomong-ngomong, kemana Nia?" Tanya Aris
"Mungkin ia masih dikamarnya. Boleh aku membangunkannya?" Tanya Bela
"Tentu saja" Kata Aris
Bela pun pergi ke kamarnya Nia. Saat hendak mengetuk pintunya. Ia mendapati pintunya tidak dikunci sama sekali. Melihat itu ia pun kaget dan bergegas memasukinya. Pada saat memasukinya, ia kaget melihat Nia yang masih tertidur di tempatnya.
"Nia, bangun sudah pagi" Kata Bela sambil berusaha membangunkannya
"B-Baiklah, aku akan bangun" Kata Nia
"Kau tahu, tidak baik tidur sambil membiarkan pintu kamar tidak terkunci" Kata Bela
"Ah? Ah, benar juga. Waktu setelah makan aku kebablasan langsung tidur. Karena sudah merasa mengantuk" Jawab Nia
"Aduh, lain kali. Hati-hati. Kita tidak akan tahu, siapa yang akan masuk ke kamar kita, kan" Kata Bela
"Kau juga mempunyai penginapan?" Tanya Bela yang kaget
"Tentu saja, aku dan ayahku saja. Ibuku dibunuh saat aku masih kecil oleh para monster. Itu terjadi ketika perang melawan pasukan iblis di bagian selatan kota tua. Ibuku merupakan anggota dari Asosiasi sihir dan dia merupakan pengguna semua elemen" Kata Bela
"Aku turut berduka apa yang telah terjadi pada ibumu. Apa sekarang kau mengikuti kegiatan asosiasi?" Tanya Bela
"Sekarang aku merupakan Ketua dari pelayan The Master Academy" Jawab Nia
"Kau merupakan pelayan The Master Academy? Itu luar biasa" Kata Bela
"Tapi, aku bukan pelayan The Master yang sekarang. Aku dan ketiga yang lainnya hanya melayani The Master yang sebelumnya" Kata Nia
"Yang sebelumnya? Apa Darma?" Tanya Bela
"Ya, aku dan ketiganya sedang mencari keberadaannya. Kami semua mencari ke seluruh daratan Restafa" Jawab Nia
"Apa sudah ketemu?" Tanya Bela
"Belum, padahal sudah 5 tahun kami mencarinya. tapi, mengapa ia sulit sekali untuk ditemukan" Jawab Nia
"Pada saat pelantikannya, aku juga sedikit terkejut. Karena pemenang sebelumnya adalah Darma. Tapi pada saat penerimaan gelar, mengapa ia yang harus menerima gelar tersebut" Kata Bela
"Akupun juga sedikit terkejut pada saat itu. Pada saat itu akupun memutuskan untuk pergi dan mencarinya. Saat aku ingin pergi, teman-temanku mengetahui rencanaku jadi kami berencana akan mencari Darma dimanapun ia berada" Kata Nia
"Apa sekarang kau memiliki rasa ingin memerangi The Master yang sekarang?" Tanya Bela
"Jangan bodoh, dia itu sama kuatnya dengan Darma. Jika aku dan yang lainnya bersatu melawannya bisa-bisa kami akan kalah dalam waktu singkat. Itu bisa dibuktikan dengan pada saat ia menggunakan kecepatan yang sangat menakjubkan. Yah, walaupun Darma bisa menghentikannya. Itu saja sudah cukup untuk membuktikannya betapa hebatnya dia" Jawab Nia
__ADS_1
Saat mengobrol, mereka berdua dikejutkan dengan suara pintu yang diketuk oleh Aris.
"Woy, sudah kau bangunkan belum?" Tanya Aris
"Sudah, tunggu sebentar. Ayo cepatlah, aku sudah menyiapkan sarapannya" Jawab Bela
"Baiklah" Kata Nia
Mereka berdua pun keluar dari kamar dan juga sudah ditunggu oleh Aris yang sedang duduk di meja makan.
"Kalian lama sekali, sebenarnya apa yang kalian bicarakan?" Tanya Aris
"Ra-ha-si-a" Jawab Nia sambil mengedipkan satu matanya
"Sudah-sudah, sekarang waktunya kita makan. Setelah ini aku akan pergi kepasar untuk belanja kebutuhan nanti malam" Kata Bela
"Bagaimana dengan nenekmu?" Tanya Nia
"Nenekku pasti baik-baik saja" Jawab Bela
"Baiklah, kalau begitu" Kata Aris
"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Nia
"Aku sudah memutuskan, aku akan pergi mencari pedagang" Jawab Aris
"Pedagang? Memangnya ada yang ingin kau beli?" Tanya Nia
"Aku bukan ingin membeli barang. Tapi, aku butuh informasinya. Pedagang adalah sumber informasi yang besar. Makanya, aku ingin bertemu dengan mereka" Jawab Aris
"Apa menurutmu itu mudah dilakukan?" Tanya lagi Nia
"Sepertinya akan sulit jika aku hanya orang biasa. Tapi, karena aku adalah petualang kemungkinan besar mereka akan memberitahu kita, kan?" Kata Aris
"Baiklah, aku akan ikut denganmu" Kata Nia
"Jika, kalian ingin mencari ke pedagang, mengapa kita tidak pergi bersama-sama ke pasar?" Tanya Bela
"Oh, kau benar juga" Kata Aris
"Ya, dengan begitu. Kita bisa mencarinya dengan mudah" Kata Nia
Setelah makan, mereka bertiga pun pergi ke pasar. Tidak berapa lama, akhirnya mereka sampai di pasar. Pasar itu sangat ramai, mereka menjual berbagai makanan, perabotan dan juga senjata.
"Jadi, kalian sudah memutuskan akan pergi kemana?" Tanya Bela
"Ya, kami akan mencari pedagang" Jawab Aris
"Kalau begitu, aku akan pergi mencari bahan makanan. Kalian jangan sampai ketinggalan waktu makan malam, ya?" Kata Bela
"Baiklah, terimakasih" Kata Nia pergi sambil melambaikan tangannya
"Dadah" Kata Bela sampai melambaikan tangannya juga
Saat mencari sekitaran mereka tidak dapat menemukan pedagang dan mereka saat ini sudah sangat kelelahan. Mereka berdua pun memutuskan untuk beristirahat di sebuah toko. Tanpa sengaja, mereka mendengar percakapan antara dua orang yang sedang membicarakan budak. Begitu Aris mendengarnya...
...END...
__ADS_1