
Keesokan paginya, Aris bangun pagi-pagi seperti biasa. Ia membersihkan diri dan juga merapikan buku-bukunya. Setelah semuanya sudah siap, Aris langsung berangkat menuju ke sekolahnya untuk menghadapi ujian sekolah.
"Quester, apa kamu siap?" Tanya Aris
"Siap, Tuan" Jawab Quester
"Kalau begitu, mari kita berangkat" Kata Aris
"Ya" Kata Quester semangat
Saat menuju ke sekolah, Aris melihat para siswa dan siswi sedang terlihat pucat.
"Ada apa dengan mereka semua, ya?" Tanya Aris
"Mungkin efek dari ujian sekolah, Tuan" Jawab Quester
"Apa memang semenakutkan itu?" Tanya lagi Aris
"Mungkin, iya. Tuan" Jawab Quester
Aris pun masih berjalan di lorong dan saat tiba di dalam ruang kelas. Ia melihat aura yang sangat pekat di dalam ruangan kelasnya.
"Apa yang ditakutkan dari ujian ini, ya?" Tanya Aris dalam hati
"Hay Aris, apa kau sudah belajar hari ini?" Tanya Dedi
"Ah, sudah. Dan kenapa aura kalian semua sangat menakutkan?" Tanya Aris
"Oh, kau belum tahu, ya. Kami semua memiliki aura ini karena takut jika tidak lulus dari ujian ini" Jawab Dedi
"Eh? Kenapa? Apa kalian bakal dikeluarkan jika mendapat nilai dibawah rata-rata?" Tanya lagi Aris
"Bukan, bukan itu. Jika kita mendapatkan nilai di bawah rata-rata maka kita harus mengikuti ujian nilai tambahan" Jawab Dedi sangat ketakutan
"Memang ada apa dengan ujian tambahan nilai? Bukankah bagus" Kata Aris
"Bagus, apanya yang bagus? Kita harus mengikuti ujian itu sampai 3 hari berturut-turut" Jawab Dedi
"Waduh, apa ada yang lebih buruk lagi?" Tanya Aris
"Ada, selama itu kau tidak bisa liburan selama 3 hari" Jawab Dedi
"Oh, begitu" Kata Aris
"Apa jawabanmu hanya itu?" Tanya Dedi
"Eh? Apa aku harus jawab yang lain?" Tanya balik Aris
"Yah, tidak juga" Jawab Dedi
"Apa 3 hari itu tambahan waktu sangat berharga?" Tanya Aris yang masih penasaran
"Tentu saja, 3 hari itu penting bagi kita semua sebagai siswa. Apa kau tidak merasa bahwa 3 hari itu penting? Contohnya saja dengan 3 hari kita bisa membuat dapur di kamarmu daripada harus ikut tambahan, kan?" Tanya Dedi
"Kau benar. Ternyata bisa digunakan untuk kepentingan lain, ya?" Kata Aris memahami apa kata Dedi
"Apa kau paham?" Tanya Aris
"Ya, aku sangat paham. Tapi, aku sama sekali belum belajar" Jawab Aris
"Apa katamu!! Apa kau tidak ingin membuat dapur di kamarmu?" Tanya Dedi teriak
__ADS_1
"Ya, aku ingin sekali. Tapi, tenang saja. Aku pasti baik-baik saja" Jawab Aris penuh keyakinan
"Entah kenapa, aku merasa firasat buruk tentangnya" Kata Dedi dalam hati
Tidak beberapa lama, bel berbunyi sudah menyala. Menandakan bahwa ujian segera dimulai. Semua murid pun duduk di bangkunya masing-masing. Dan guru memberikan kertas ujiannya.
"Aris, apa kau bisa?" Tanya Dedi dalam hati
"Quester, apa kau ingat ujian sebelum kita melaksanakan kegiatan The Master Academy?" Tanya Aris lewat telepati
"Ini sepertinya sama seperti ujian sebelum-sebelumnya" Jawab Quester
"Kau menyadarinya juga?" Tanya Aris
"Tentu, Tuan. Sepertinya kita tidak perlu panik karena tidak belajar semalam" Jawab Quester
"Apa kita boleh langsung menyelesaikannya sekarang?" Tanya Aris
"Tidak tahu. Tapi, jika Tuan ingin sepertinya boleh. Memang Tuan ada acara setelah ini?" Tanya balik Quester
"Sebenarnya aku ingin ke ruangan latihan sihir. Dan ingin mencoba sihirku yang sebelumnya" Jawab Aris
"Aku tidak tahu. Lebih baik Tuan bertanya saja" Kata Quester
"Bu guru, apa jika kita menyelesaikan ini kita boleh pergi kemana saja?" Tanya Aris sambil mengangkat tangannya
Para siswa-siswi yang didalam ruangan kelas pun terkejut dan menoleh ke arah Aris.
"Apa maksudnya?" Kata siswa perempuan
"Dia seperti yakin saja dengan jawabannya" Kata siswa laki-laki
"Sayang, apa kamu yakin?" Kata Dinda bersuara kecil
"Ceroboh sekali dia" Kata Resti
"Aris, apa kau sudah gila" Kata Dedi dalam hati dengan tubuh gemetaran
"Baiklah, akan saya lakukan" Kata Aris
"Tentu, boleh saja. Itu juga jika kau yakin dengan jawabanmu" Kata Bu guru
Semua orang terkejut. Aris menyelesaikannya dengan cepat. Seolah ia sudah tahu segalanya. Setelah itu, Aris pun keluar melewati kelas-kelas lain. Dan banyak juga dari siswa-siswi yang berada dikelas lain terkejut melihat Aris. Karena jika ia boleh berkeliaran artinya dia telah selesai mengerjakan ujiannya.
"Apa-apaan itu?" Kata Debi yang terkejut
"Apa maksudnya ini?" Kata Angelia bertanya-tanya
"Baiklah, Tuan. Ruangan latihan sihir ada di sebelah kiri" Kata Quester
"Baik. Terimakasih" Kata Aris
Setelah itu Aris mengunci pintunya.
"Baiklah. Quester. Ayo coba kita latihan dulu" Kata Aris
"Baik. Tuan" Kata Quester keluar dari tubuh Aris
"Apa kau siap, Quester?" Tanya Aris
"Majulah, Tuan. Aku siap kapanpun" Jawab Quester
__ADS_1
"Sebenarnya aku ingin kau benar-benar serius melawanku" Kata Aris
"Baiklah, sepertinya aku tidak akan segan padamu" Kata Quester
"Majulah!!!" Kata Aris
Quester pun dengan cepat menyerang Aris. Aris juga hebat dalam menghindar. Mereka berdua bertarung menggunakan tangan kosong dengan juga beberapa silat.
"Hebat juga, kau. Sepertinya masih kuat seperti dulu" Kata Aris
"Tidak, Tuan. Justru Tuan lah yang masih kuat seperti dulu bahkan jauh bertambah kuat" Kata Quester
Aris pun dengan sekilat langsung berada di belakang Quester. Quester yang sadar, langsung menangkis menggunakan sihirnya.
"Uh, pertahanan yang bagus" Kata Aris
"Maaf, Tuan. Aku hanya refleks" Kata Quester terkejut
"Begitu, ya. Kalau begitu terima ini" Kata Aris mengarahkan tangannya dan keluarlah sihir api
"Sihir api? Kalau begitu, Coba tahan ini" Kata Quester mengeluarkan sihir api juga
Sesama sihir api beradu menciptakan ledakan yang besar. Disisi lain, Quester juga menyerang dengan sangat cepat. Tetapi, Aris bisa menahan serangannya.
"Sudah lama, aku tidak bertarung dengan Tuan lagi" Kata Quester
"Oh, jadi kau sangat menantikannya, ya?" Tanya Aris sambil melepas pertarungannya
"Tentu saja. Tuan" Kata Quester
"Kalau begitu, aku harus memberimu pelajaran lagi" Kata Aris
Kali ini Aris yang menyerang, Aris mengumpulkan sihir yang besar. Quester yang melihat hanya terkejut. Karena ia baru pertama kali melihatnya.
"Apa itu?" Tanya Quester
"Oh, ini adalah sihir dari elemen cahaya" Jawab Aris
"Ya, selagi dia mengisi sihirnya. Maka kelemahannya adalah menyerang saat di sedang mengisi" Kata Quester maju dengan cepat
Saat melaju dengan cepat. Quester memukul perut Aris hingga terpental ke belakang dan menimbulkan banyak asap disekitarnya.
"Dengan ini selesai sudah, Tuan" Kata Quester
"Kau yakin?" Kata Aris dibelakang Quester
"Apa? Sejak kapan Tuan disana? Dan bukannya aku berhasil memukul perutmu hingga kau terpental?" Tanya Quester
"Ya, kau memang berhasil memukul perutku. Tetapi, yang kau pukul ada elemen cahayaku dan dengan sedikit sihir es ku aku membuatnya seperti keras sehingga saat kau memukulku kau bisa merasakan pukulannya" Jawab Aris
"Tidak mungkin. Apa itu?" Kata Quester terdiam
"Ini adalah sihir ku. Sihir ini diatas tingkat SSS yaitu SSR. Nah, sekarang rasakan sihirku. Elemen Cahaya - Penghakiman Ilahi" Rapalan Aris sambil melemparkan sihir nya yang besar
"Tunggu, tunggu, Tuan. Aku tidak bisa menghindar. Aku menyerah. Ah...!!!" Kata Quester teriak kesakitan
Ledakannya menciptakan daya yang besar sehingga satu ruangan latihan tidak muat lagi menampung ledakannya.
"Tenang saja, Quester. Sihir ini aman, kok. Asalkan jika kamu tidak kabur atau mencoba melawanku" Kata Aris sambil tersenyum
"Aku tidak akan menentang mu, Tuan. Itulah yang membuatku ingin terus bersamanya. Karena dia itu kuat" Kata Quester
__ADS_1
...END...