Keberadaan Yang Tersembunyi

Keberadaan Yang Tersembunyi
Dark Sword


__ADS_3

Saat di panggil oleh Angelia, Aris langsung pergi menuju ke ruangan OSIS. Ia pergi sendirian tanpa ditemani siapapun.


"Permisi.." Kata Aris sambil mengetuk pintu dan membuka pintunya


"Masuklah" Kata Angelia


"Baiklah, sekarang ada misi apalagi? Apa kau tidak lihat aku ingin sekali istirahat seperti pemuda-pemuda yang lainnya" Kata Aris


"Tenang saja misi ini hanya kau dan aku" Kata Angelia


"Apa maksudmu?" Tanya Aris


"Misi ini aku yang punya. Jadi, aku yang akan membayarmu" Jawab Angelia


"Jadi kau ingin aku menjadi pengawalmu?" Tanya Aris kesal


"Seperti itu. Mungkin.." Jawab Angelia


"Kenapa semua orang tidak bisa memberikan aku istirahat?" Kata Aris sambil menghela nafas


"Jadi, apa kau ingin menerimanya atau tidak?" Tanya Angelia


"Baiklah, aku akan menerimanya" Jawab Aris kesal


"Benarkah? Kalau begitu sepulang sekolah aku akan menunggumu di ruangan latihan sihir sambil memberikan tugas apa yang akan aku berikan padamu" Kata Angelia senang sambil bangun dan memegang tangan Aris


"Baiklah, sekarang lepaskan aku. Kau terlalu dekat" Kata Aris


"He.. bukannya kau masih sendiri?" Tanya Angelia menggoda


"(kaget).. Jika kau dekat-dekat denganku maka akan ada kesalahpahaman yang lebih besar di sekolah ini" Jawab Aris


"Salah paham?" Tanya Angelia


"Lupakan saja, kalau begitu aku permisi dulu" Kata Aris


"Baiklah" kata Angelia


Saat di kelas, Dedi langsung menghampiri Aris dan mengajaknya untuk jalan-jalan tetapi Aris menolak dengan secara halus bahwa ia setelah ini ada acara dengan ketua OSIS.


"Sialan kau aris, sudah dapat tunangan sekarang masih mencari tunangan lagi" Kata Dedi menangis


"Sudahlah, lagipula ini hanya sebuah misi" Kata Aris


"Misi?" Tanya Dedi tangisannya berhenti


"Aku juga tidak tahu misi apa yang harus dilakukan? Tapi, sepertinya ini penting" Jawab Aris


"Kalau begitu, berjuanglah!" Kata Dedi


"Baik!!!" Kata Aris


Setelah jam pulang sekolah, Aris langsung menemui ketua OSIS di ruangan latihan sihir.


"Jadi, apa misinya?" Tanya Aris


"Misi cukup mudah tapi bayarannya tinggi" Jawab Angelia


"Sudahlah, cepat katakan saja" Kata Aris


"Baiklah, tolong ajari aku cara memakai pedang!!!" Kata Angelia teriak


"Ha..? Kenapa aku?" Tanya Aris kebingungan

__ADS_1


"Hanya kau yang bisa menggunakan pedang" Jawab Angelia


"Ya itu.. tapi, untuk apa kau ingin belajar ilmu pedang?" Tanya Aris


"Sebentar lagi akan ada pertandingan pedang antar sekolah, maka dari itu aku ingin menguasai teknik pedang. Tolong ajari aku semuanya, aku akan membayar berapapun yang kau inginkan" Kata Angelia sambil menundukkan kepalanya


"Sudahlah angkat kepalamu, aku akan mengajarimu semua tekniknya" Jawab Aris


Mendengar itu Angelia langsung senang kegirangan.


"Tapi, untuk apa kau mengikuti pertandingan itu?" Tanya Aris


"Ada satu orang yang sangat aku benci, dan aku ingin mengalahkan" Jawab Angelia sambil mengeluarkan aura yang menyeramkan


"Baiklah.. baiklah. Aku mengerti. tapi, hadiahnya apa?" Tanya Aris


"Dikatakan hadiahnya yaitu pedang yang pernah digunakan Darma saat melawan Ronald. Dikatakan juga bahwa pedang tersebut bisa menaikkan kekuatanmu secara drastis" Jawab Angelia


"Pedang? oh.. yang itu. Itu kan hanya pedang biasa. Bagaimana pedang tersebut bisa menaikkan kekuatannya dalam signifikan. Tapi kenapa kau sangat menginginkannya?" Tanya Aris


"Karena aku penggemar berat The Master Academy" Jawab Angelia


"Tapi The Master Academy yang sekarang kan bukan Darma, tapi melainkan Ronald" Kata Aris


"Jika itu pedangnya yang dia gunakan aku akan menolaknya" Kata Angelia


"Jadi, kau hanya ingin barang yang digunakan oleh Darma, begitu?" Tanya Aris


"Benar, tapi bukan hanya itu saja. Aku juga ingin menguasai semua sihirnya. Apalagi sihir langka yang hanya bisa digunakan oleh dia seorang yaitu sihir mengambang. Dia menghilang tanpa meninggalkan sihir yang langka itu kepada para penerusnya. Padahal, jika saja aku bisa menggunakan sihir mengambang maka aku bisa menjadi terkenal karena aku adalah murid satu-satunya yang diajarkan olehnya" Kata Angelia


"Baiklah, bagaimana kalau kita latihan hari ini" Kata Aris


"Oke, jadi ajarkan aku semuanya ya. Guru!" Kata Angelia sambil mengedipkan matanya


"Kuda-kuda? Aku tidak bisa memanggil kuda" Kata Angelia


"Maksudku bukan sihir pemanggil tapi sikap dasar pengguna pedang maupun ia menyerang atau menangkis serangan lawan" Jawab Aris


"Kalau begitu, contohkan" Kata Angelia


"Baik tuan putri!!" Kata Aris sambil membuka kedua kakinya dan mengepalkan pedangnya


"Kau.. apa juga penggemar berat The Master Academy?" Tanya Angelia


"Kenapa bisa begitu?" Tanya balik Aris


"Habisnya, kuda-kudamu mirip Darma" Jawab Angelia


"Sialan aku lupa, Hm.... kau bisa menggunakan kuda-kuda tersebut jika kau penggemar berat The Master Academy. Lagipula, sudah banyak orang yang menggunakan kuda-kuda ini" Kata Aris


"Iya.. jadi latihan seperti apa yang akan kita lakukan?" Tanya Angelia


"Baiklah, mari kita lihat. Bagaimana kalau menangkis serangan lawan?" Tanya Aris


"Menangkis?" Tanya Angelia kebingungan


"Ya.. aku akan menyerangmu dan usahakan kau menangkis ya" Kata Aris


"Baiklah, akan aku usahakan" Kata Angelia


Setelah melewati beberapa latihan akhirnya Angelia sudah hampir bisa menguasai teknik pedang.


"Baiklah, kita akhiri latihan hari ini" Kata Aris

__ADS_1


"Baiklah, oh.. ngomong-ngomong maukah kau mengunjungi rumahku?" Tanya Angelia


"Rumahmu? Yah, sepertinya aku tidak bisa. Aku masih punya banyak pekerjaan" Jawab Aris alasan


"Pekerjaan? Padahal kau ingin sekali seperti anak muda tetapi kenapa anak muda memiliki banyak pekerjaan" Tanya balik Angelia


"Yah.. itu karena.." Kata Aris gugup


"Karena?" Tanya Angelia


"Anu.." Kata Aris gugup


"Sudahlah, jangan kabur. Lagipula dirumahku tidak ada siapa-siapa. Orang tuaku sedang ada banyak pekerjaan di kantornya. Maka dia tidak akan pulang malam ini" Kata Angelia


"Tidak ada siapa-siapa? Berarti kau sendirian?" Tanya Aris ketakutan


"Oh ya, apa kau ingin melakukan sesuatu yang mesra-mesraan denganku? Aduh.. Aris kau mesum" Tanya Angelia menggoda


"Sudahlah, ayo cepat. Aku tidak peduli dengan tubuhmu" Kata Aris


"Aduh.. hatiku sakit sekali mendengarnya" Kata Angelia dalam hati shock


"Kenapa? Katanya ingin pulang ke rumahmu" Kata Aris teriak meninggalkan Angelia yang terpaku


"Kalau begitu, aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkanmu. Baiklah, tunggu!!" Kata Angelia


Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di depan gerbang rumahnya Angelia.


"Ada apa? Apa kau tidak pernah berkunjung ke rumah seorang gadis?" Tanya Angelia menggoda


"Bo-bodoh, aku sering kok" Jawab Aris memerah mukanya


"Aduh.. berarti kau benar-benar mesum, ya? Ayo masuk" Kata Angelia


"Aku ini tidak mesum tahu!!!" Kata Aris


Setelah didalam rumah Angelia mengajak Aris untuk ke kamarnya. Ia terkejut karena Angelia banyak memiliki foto dan barang-barang milik Darma.


"Kau tunggu disini saja, aku akan mandi dan membuatkan teh untukmu. Usahakan kau untuk mengintip, ya?" Kata Angelia menggoda sambil pergi ke luar kamarnya


"Tentu saja, tidak akan!!" Jawab Aris tegas


"Ternyata dia benar-benar penggemarku, ya?" Tanya Aris bersuara kecil


"Dan bahkan dia juga punya rekaman saat aku bertarung dengan ronald" Tambahnya


"Quester, bagaimana menurutmu?" Tanya Aris


"Sepertinya dia benar-benar tergila-gila padamu, tuan" Jawab Quester


"Benarkah?" Tanya Aris


"Jika tuan menyatakan perasaan tuan pasti dia akan langsung membalasnya" Kata Quester


"Quester?" Tanya Aris


"Ya, ada apa tuan?" Tanya Quester


"Apa aku pernah menggunakan pedang ini?" Tanya Aris sambil melihat pedangnya


"Tidak tuan, tapi dipedang itu memiliki aura yang sangat jahat" Kata Quester


"Kau benar!!" Kata Aris

__ADS_1


...END...


__ADS_2