Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Dikagetkan


__ADS_3

Mendengar alasan dari istrinya, selera makan Darma pun terasa lapar. Darma segera bangkit dari tempat duduknya dan mendekati istrinya.


"Kamu lapar, 'kan? kamu bilang pingin nasi goreng." Ayo ikut aku ke kantin, disana banyak macam menu makanan seperti yang kamu bilang. Ada nasi uduk dan juga nasu goreng, kamu tinggal pilih." Ucapnya mengajak.


"Serius, Pak?"


"Kamu kira aku tidak pernah serius?" jawabnya, tiba tiba teringat akan setatusnya yang bisa dikatakan belum ada kepastian. Vina pun hanya diam, dirinya tidak ingin mengatakannya. Biarkan waktu yang akan menjawabnya satu sama lain, pikir Vina.


"Terimakasih banyak ya, pak. Tapi ... aku tidak bawa uang, pak. Pinjam dulu boleh kan, pak?" ucap Vina yang lupa akan statusnya yang sudah menjadi istri Darma.


"Apa kamu sudah lupa, status kamu ini siapa, hah?" jawab Darma sambil menjapit hidung istrinya greget. Sedangkan Vina hanya senyum senyum tidak jelas.


"Maaf, Pak. Soalnya pernikahan kita ini dadakan, jadi terkadang otakku sangat lelet untuk mencernanya."


"Memang dari dulu kamu susah untuk mencernanya." Ucapnya enteng dan segera keluar dari ruangannya. Sedangkan Vina sendiri hanya mengikuti langkah suaminya dari belakang, dirinya tidak ingin menjadi bahan perhatian dari karyawan lainnya.


"Lihat tuh, pak Darma saja enggan berjalan beriringan dengan sekretaris baru dengan penampilannya yang ancur dan berantakan. Aku yakin, pasti pak Darma sangat malu memiliki sekretaris seperti Vina." Bisik salah satu karyawan, Darma pun dapat menangkap ucapan dari karyawannya. Namun, Darma tidak mempedulikannya.


Semakin banyak yang berprasangka buruk itu jauh lebih baik. Berarti dirinya berhasil mengelabuhi orang orang disekitarnya. Sedangkan Vina yang mendengarnya hanya berkomat kamit tidak jelas.


Dengan langkah kaki yang begitu gesit, Darma telah sampai di kantin bersama sang istri.


"Selamat pagi, pak Darma?" sapa pemilik kantin dengan ramah. Semua tidak ada yang heran dengan sosok Darma. Dahulu sebelum menikah, pak Darma sering makan di kantin ditemani kekasihnya yang tidak lain sekarang sudah menjadi mantan istrinya.


Ingatan Darma kembali teringat saat dirinya makan bersama dengan kekasihnya. Sebenarnya Darma tidak ingin makan dikantin kantor, takut akan rasa sakitnya terasa. Berhubung Darma sedang malas untuk keluar, dengan terpaksa makan di kantin.

__ADS_1


"Pak Darma mau pesan apa? apakah nasi goreng yang seperti dulu?"


"Tidak, saya pesan nasi uduk dikasih telor ceplok saja kalau ada." Jawabnya datar, sedangkan pemilik kantin merasa heran.


'Bukankah pak Darma lebih menyukai nasi goreng? kenapa berubah menjadi nasi uduk. Pak Darma sedang tidak ngelindur, 'kan?" batinnya merasa heran.


"Dan kamu, mbak?" tanyanya sambil melihat penampilan Vina yang terlihat sangat berantakan.


"Nasi goreng pakai tekor ceplok." Jawabnya dengan senyum mengembang, sedangkan Darma langsung mengambil tempat duduk. Keduanya duduk saling berhadapan sambil menunggu pesanannya datang. Vina yang merasa dipandangi suaminya semakin risih.


"Besok lagi, diubah tuh penampilan kamu. Seperti berandalan kamu, itu. Setidaknya sedikit terlihat rapi, begitu." Ucap Darma yang mencoba memperhatikan penampilan istrinya.


"Iya iya iya. Tadi pagi aku tidak menemukan baju yang pas, selain ini tidak ada lagi. Mau bagaimana, coba. Tidak apa apalah, setidaknya banyak yang memperhatikan aku. Jadi, aku tidak susah payah untuk memperkenalkan diri." Jawab Vina dengan entengnya, Darma yang mendengarnya pun hanya geleng geleng kepalanya.


"Ini, nasi goreng dan nasi uduknya, pak ..."


Sedangkan Darma dengan malas menyuapi mulutnya sendiri.


'Sial, aku kira dia mau pesan nasi uduk. Tidak tahunya nasi goreng, kalau tahu begini tadi aku pesan nasi goreng. Tapi ... bukankah aku ingin melupakan Arsy, kenapa wajahnya kesukaannya kini terlihat jelas dalam ingatanku.' Batin Darma dengan pikirannya yang kacau.


"Pak, kok cuman di bolak balik nasi uduknya. Tidak enak ya, pak? sayang sekali. Padahal kantor besar loh, kok bisa tidak enak."


"Bukan tidak enak, aku hanya sedang tidak berselera. Cepetan kamu makannya, jangan lelet."


"Iya, pak. Tunggu sebentar ya, pak ... sebentar lagi habis."

__ADS_1


"Terserah kamu, yang penting jangan lelet." Ucapnya, kemudian menghabiskan air minumnya.


Dengan cepat cepat, Vina segera menghabiskan nasi gorengnya. Setelah merasa sudah kenyang, Vina mengelap mulutnya dengan tissu.


"Sudah, buruan ayo pergi dari sini." Ucap Darma, kemudian segera bangkit dari tempat duduknya. Begitu juga dengan Vina yang mengikuti langkah kaki suaminya dengan langkahnya yang terburu buru.


Semua karyawan pada mengintip melihat Darma dan Vina berjalan yang tidak beriringan. Vina pun tidak peduli dengan orang orang yang tengah membicarakannya.


Setelah sampai di dalam ruangan, Darma dan Vina kembali duduk di tempat duduknya masing masing. Vina sibuk dengan pekerjaannya, begitu juga dengan Darma yang juga sibuk dengan komputernya.


Darma mengeluarkan nafasnya dengan kasar, lagi lagi dirinya kembali teringat dengan masa lalunya.


Sedangkan Vina yang sudah sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya, alih alih membuka media sosial. Entah ada angin apa, Vina penasaran dengan sosok suaminya sendiri.


'Aku jadi penasaran dengan sosok Pak Darma. Aku yakin, pasti pak Darma terkenal di media sosial.' Batin Vina fokus dengan ponselnya.


'kira kira aku ketik nama siapa, ya? Darma Nugraha. Iya, nama itu asli bukan tipu tipu. Aku coba cari dalam pencarian, semoga saja benar.' Batin Vina sambil menebak nebak.


Tiba tiba kedua mata Vina terbelalak saat melihat banyak postingan yang mengenai tentangnya. Vina pun sedikit kecewa saat membuka media yang ternyata tidak ada satu pun akun milik suaminya.


'Kenapa tidak ada fotonya, satupun tidak ada. Apa benar benar sudah privat? jadi penasaran, seperti sosok Pak Darma. Semakin penasaran aku, aaah! kenapa aku jadi detektif begini. Untungnya apa, coba. Kenapa aku jadi kepo begini lah, aaah! aku tidak lagi jatuh cinta, 'kan?" batinnya yang masih penasaran dengan suaminya. Berkali kali mencoba mencari dalam pencarian, namun tetap saja tidak dapat menemukannya.


Vina mencoba menggeser layar ponselnya, tiba tiba Vina tercengang saat melihat layar ponselnya.


'Foto siapa, ini? kenapa terlihat mesra. Kenapa juga tidak ada keterangannya, hanya foto saja. Tapi ini foto siapa? kenapa tidak terlihat jelas, kenapa juga harus di tutup stiker.' Batinnya semakin penasaran, Vina sendiri tidak memperhatikan kapan waktu foto tersebut di update.

__ADS_1


Sedangkan Darma yang melihat istrinya mencurigakan, Dirinya segera mendekatinya. Tanpa Vina sadari, suaminya kini sudah berdiri didepannya dan sambil memperhatikan istrinya yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Letakkan ponselnya, kamu dengar." Ucap Darma mengagetkan, Vina pun tercengang saat melihat sosok suaminya yang sudah berdiri tegak di depannya. Dengan gemetaran, Vina meletakkan ponselnya. Vina benar benar takut jika dirinya ketahuan sedang mencari tahu tentang suaminya sendiri lewat media sosial.


__ADS_2