Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Amarah Darma


__ADS_3

Semua yang melihat kedatangan Arsy tiba tiba shok dan kaget tidak percaya. Ditambah lagi Arsy tengah digendong oleh Reska, semua menatap Arsy tidak percaya. Tidak ada satupun yang berani memanggil nama Arsy, dikarenakan semua takut jika kakek Gantara berubah menjadi murka. Diantaranya hanya bisa berdiam diri dan tidak berani membuka suara.


Darma sendiri Masih bertahan dengan emosinya, berbeda dengan Raska yang terlihat begitu tenang tanpa ada beban sedikitpun. Tanpa berpikir panjang, Darma langsung menghampiri Raska dengan sorot mat yang begitu sangat tanam. Raska pun hanya berdiri santai, selayaknya tidak memiliki beban atau masalah apapun.


Sedangkan Arsy yang masih bengong terasa tidak percaya, jika dirinya akan bertemu dengan mantan suaminya yang membuatnya mati rasa. Arsy pun berusaha mencerna antara Rasa dan Darma, berkali kali Arsy berpikir namun tetap saja tidak menemukan jawabannya.


"Brengs*ek kamu Raska." Buuuuug.


Raska meringis kesakitan disudut bibirnya, dirinya masih berdiam diri tanpa memberi perlawanan. Arsy yang melihat pemandangan didepannya pun semakin kesal dan sangat membenci Darma atas perbuatan konyolnya.


BUG... Darma mengulanginya kembali untuk melayangkan tinjuannya kearah sudut bibir disebelahnya lagi milik Raska dengan emosi yang memuncak.


Semua yang ada disekelilingnya hanya bisa berdiam, tidak ada satupun yang melerai. Termasuk kakek Ganta sekalipun, entah kenapa kakek Ganta justru terlihat santai tanpa mengkhawatirkan kedua cucunya yang sedang ditonjok dan sedang menonjok.


Lagi dan lagi, Raska hanya berdiam diri atas sikap Darma yang melayangkan tinjuannya kearah Raska yang kedua kalinya. Kedua sudut bibir milik Raska pun mengeluarkan darah. Namun tidak membuatnya meringis kesakitan, justru tidak kalah dengan sang kakek yang jauh terlihat lebih santai.


Arsy masih mematung pada posisinya didekat Raska yang hanya bisa berdiam mematung. Dirinya tidak kuasa untuk membuka suaranya, lehernya terasa tercekik.


"Jangan berani beraninya kamu menyentuh Arsyku. Aku akan memat*hkan kedua kakimu, jika kamu masih nekad. Akan aku pastikan itu, camkan!" ucap Darma sambil menyentuh dada bidang Raska dengan telunjuknya.


Sedangkan Raska hanya tersenyum sinis melihat Darma yang berani beraninya mengancamnya.


BUG.. Darma melayangkan tinjuannya kembali. Raska sendiri tidak membalasnya, lagi dan lagi hanya mengusap darah yang ada disudut bibirnya dengan jempolnya dan tersenyum sinis.


"Cukup.......!!!!!!" teriak Arsy sekencang mungkin, kemudian Arsy langsung menghadang didepan Raska sambil merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Darma yang melihatnya pun kaget dibuatnya, dirinya tidak percaya jika Arsy seakan memilih Raska.


Semua yang ada disekelilingnya pun terdiam, begitu juga dengan Darma maupun Raska. Tidak ada satupun yang berani bersuara, termasuk sang kakek.


"Aku bukan Arsy milikmu yang dulu, aku bukan Arsy yang kamu kenal lagi. Arsy yang kamu kenal dulu sudah tidak mengingatmu kembali, bahkan rasa yang sudah dimilikinyapun kini sudah mati. Aku sudah jijik melihatmu, sangat jijik!" ucap Arsy menatap wajah Darma penuh dengan kebencian. Meski terasa sangat rapuh, namun Arsy berusaha untuk terlihat kuat dan juga tegar.


Setelah itu, Arsy membalikkan badannya hingga keduanya saling berhadapan. Detak jantungnya bergemuruh tidak menentu disaat kedua bola matanya saling bertmu membuat Arsy bingung sendiri. Padahal dirinya ingin membentak Rasks dan ingin melampiaskan amarahnya kepada Raska. Dengan terpaksa Arsy mencoba menanyakan langsung tentang pertemuannya dengan Darma. Arsy menaruh kecurigaan terhadap Raska, ditambah lagi dirinya belum mengenal sosok Raska sepenuhnya. Nama asli Raska saja Arsy tidak mengetahuinya, Arsy hanya mengetahui nama Raska adalah Tara.


"Katakan padaku, apa maksud dari semua ini. Apa ini jawabannya, kamu sengaja ingin mempertemukanku dengan seorang Darma yang sudah mematikan rasaku. Katakan!" ucap Arsy bertanya dengan nafasnya yang tidak beraturan.


"Kenapa kamu bertanya padaku, kenapa kamu tidak bertanya sama kakek. Bukankah aku kemari hanya untuk mengantarkan kamu untuk bertemu kakek." Jawab Raska sambil mengusap sudut bibirnya yang masih ada sisa darah.


Darma masih mematung, dirinya pun masih belum bisa mencerna akan kedatangan Arsy dirumah kakek Ganta.


Dengan pelan Arsy berjalan menuju kearah sang kakek, Arsy ingin mengetahui apa maksud dari semua ini. Dan tidak cuman itu, Arsy memperhatikan orang orang yang berada disekelilingnya dengan tatapan membenci.


Raska hanya tersenyum mengumpat saat melihat sikap Arsy yang tiba tiba bisa membuat istri Darma menjadi takut hanya melihat tatapan dari Arsy.


Sedangkan Darma kemudian melirik kearah Raska dengan lirikan yang mematikan. Raska yang merasa diperhatikan oleh Darma, dirinya hanya membalasnya dengan senyum sinis.


"Kakek, katakan pada Arsy. Apa maksud dari semua ini. Kenapa keluarga tuan Nugraha berasa disini, kek?" tanya Arsy yang masih belum mengetahui.


"Apa kamu mantan istri Darma?" tanya sang kakek mencoba menebak.


"Iya kek, Arsy mantan istri mas Darma." Jawab Arsy menunduk.

__ADS_1


"Kamu tahu, kedua laki laki di hadapan kamu tadi adalah cucu kakek."


Deg... Arsy seperti tersambar petir saat mendengarkan penuturan dari sang kakek. Rasa merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang kakek.


"Kakek bohong, kan? ini semua pasti ulah.." ucap Arsy yang bingung untuk menunjuk diantara Raska dan Darma. Keduanya memang susah untuk ditebaknya, pikir Arsy sambil berpikir.


Sedangkan Darma langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan, entah apa yang akan dilakukannya.


Kedua orang tua Darma dan Yona maupun Zelyn langsung mengejar Darma yang sudah pergi dari rumah kakek Ganta.


"Darma... tunggu!! seru sang Ayah dan ibunya dengan langkah kakinya yang begitu cepat, agar bisa menghentikan Darma. Namun sayangnya, Darma sudah menghilang dan sudah tidak terlihat lagi bayangannya.


"Ini semua gara gara Arsy, lihat saja nanti." Gerutu nyonya Ferly.


"Sudahlah, ayo kita pulang. Kita bahas semuanya di rumah. Aku yakin, Darma pasti pulang ke rumah." Ucap tuan Nugraha sambil membuka pintu mobil dan segera masuk kedalam mobil.


Nyonya Ferly dan Zelyn maupun Yona terpaksa masuk kedalam mobil dengan wajahnya yang terlihat sangat masam dan juga kesal.


Sedangkan Arsy masih berada di dalam ?ruangan tersebut bersama kakek Ganta dan juga Raska.


"Duduklah disamping kakek, ada banyak hal yang ingin kakek sampaikan. Duduklah," pinta sang kakek mencoba menenangkan perasaan Arsy.


"Baik kek," jawab Arsy sambil mengangguk dan segera duduk di dekat sang kakek.


"Apakah kamu sudah mengetahui siapa cucu kakek yang itu?" tanya sang kakek sambil menunjuk kearah Raska.

__ADS_1


"Arsy tidak mengetahui kek, Arsy hanya mengetahui bahwa dia yang bernama Tara pemilik Gubuk masa depan anak anak. Tidak lebih dari itu, Arsy mengenalnya pun juga belum lama kek..." jawab Arsy dengan sedikit gugup.


__ADS_2