Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Pertemuan


__ADS_3

Arsy masih menyuapi Raska dengan telaten, benar benar sangat manja, pikirnya.


"Sekarang giliran kamu yang makan," ucap Raska yang masih sibuk dengan ponselnya. Kemudian melirik sang istri yang sedang menyapu makanan di piring yang ia pegang, lalu Arsy segera menyuapi mulutnya dirinya sendiri dengan memperlihatkan wajahnya yang masam.


"Sekarang gantian aku, cepetan suapin." Perintah Raska cuek tanpa menatap istrinya.


Arsy pun hanya bisa nurut, dan kembali menyuapi Rasa seperti yang ia mau sampai makanan yang dipiringnya habis tinggal satu suapan saja.


"Habiskan, aku tidak mau bekas sendok yang buat kamu makan." Ucap Raska langsung pergi meninggalkan Arsy yang tinggal satu sendok.


Dengan perasaan geram dan kesal, Arsy langsung menyuapi dirinya yang terakhir.


"Lihatlah.. setelah sudah kenyang baru mengatakan tidak mau bekasku. Lantas dari tadi itu bekas siapa, hah? lantas yang aku makan juga bekas siapa? Bukankah dia sendiri makanan untuk kita berdua. Dasar aneh." Gerutu Arsy sambil berdecak kesal.


Arsy pun langsung meletakkan piring kotornya, dan kemudian segera mencari keberadaan sang suami.


Arsy celingukan mencari sosok Raska, yang dimana dirinya merasa asing ditempat pernikahannya sendiri. Arsy merasa dirinya tidak mempunyai siapa siapa lagi, dan dirinya hanya sebatang kara.


Tanpa fokus melihat sisi kanan kiri maupun depan, Arsy melangkahkan kakinya sesuai keinginannya untuk melangkah.


"Awww.. maaf, maaf sekali. Saya benar benar tidak sengaja." Ucap Arsy merasa bersalah, karena langkah kakinya sambil celingukan hampir saja menabrak wanita yang sedang hamil.


"Sekali lagi aku minta maaf, Nona. Sungguh, aku meminta maaf." Ucap Arsy lagi sambil mengatupkan kedua tangannya untuk memohon maaf.


"Tidak apa apa, aku pun tidak jadi ditabrak kamu kan. Oh iya, apakah kamu pengantinnya?" tanyanya menebak.


"Aaa iya, aku pengantin wanitanya." Jawab Arsy sambil senyum lebar untuk menutupi rasa gugupnya.


"Selamat ya, atas pernikahan kamu. Semoga kebahagiaan selalu tercurah di dalam rumah tangga kamu." Ucapnya memberi ucapan selamat.


"Terimakasih banyak atas doanya, Nona." Jawab Arsy kemudian tersenyum.


"Dimana Raska, kenapa tidak bersamamu." tanya seorang laki-laki yang tidak lain suami dari wanita yang hampir di tabrak oleh Arsy.


"Aaaa suami sedang ada obrolan dengan tamu yang lain." Jawab Arsy sambil celingukan mencari sosok Raska.


Tiba tiba kedua bola mata milik Arsy telah menemukan keberadaan Raska yang tidak jauh darinya. Begitu juga dengan Raska yang melihat Arsy sedang mengobrol dengan sahabatnya. Raska langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Hei... Bro.. datang juga kamu," seru Raska memanggil dan langsung merangkul Arsy. Hingga membuat jantung Arsy berdegup sangat kencang, pikirannya langsung buyar kemana mana.


"Perkenalkan, ini istriku. Tidak kalah cantiknya dengan istri kamu, bukan?" Ucap Raska memamerkan kemesraannya di depan sahabatnya.


"Kalian berdua memang sangat serasi, selamat ya. Semoga kebahagiaan selalu menyelimuti rumah tangga kalian. Tapi sayangnya, tetap masih cantikan istriku." Jawabnya sambil mengusap usap perut besar milik sang istri.


Raska yang mendengar ucapan dari sahabatnya dan melihat sahabatnya berekpresi hanya menelan salivanya sedikit kesusahan.


"Bagaimana? cantikan istriku, bukan? kalau istri kamu ingin dibilang cantik. Lakukan sesuai prosedur dalam kegiatan ronda malam." Ucapnya memanasi suasana.


Sialan, rupanya aku yang dapat sialnya. Awas saja kamu, Tirta. Lihat saja kedepannya. Aku akan jauh lebih mahir lagi. Gumamnya berdecak kesal.


"Kamu tenang saja, aku dan istriku pasti berhasil menyaingi kamu." Jawabnya dengan posisi yang masih merangkul istrinya.


"Kalian berdua, pergilah. Cari tempat yang nyaman untuk kalian berdua. Aku dan Tirta akan kumpul bersama teman temanku. Aku titip istriku, nanti aku akan kembali." Ucap Raska kepada istrinya dan juga istri Tirta.


"Tidak apa apa, justru aku sangat senang mendapatkan teman dan sahabat. Pergilah." Jawabnya kemudian tersenyum kepada Arsy.


Setelah itu, Raska dan Tirta mencari tempat untuk bertemu dengan sahabat yang lainnya.


Sedangkan Arsy dan istri Tirta mencari tempat untuk mengobrol bersama. Keduanya duduk saling berhadapan.


"Nama yang cantik. Perkenalkan, namaku Nessa." Jawabnya yang juga mengulurkan tangannya.


Keduanya tersenyum tanpa ada rasa canggung. Tiba tiba keduanya dikagetkan oleh seseorang yang tidak asing bagi Arsy.


"Hei... pengantin baru, kenapa kamu menyumput?" serunya mengagetkan.


"Alia...." seru Arsy kemudian langsung berdiri dan memeluk sahabatnya.


"Selamat ya, sahabatku..semoga kebahagiaan selalu tercurahkan didalam rumah tangga kamu. Dan pastinya, semoga segera mendapatkan malaikat kecil seperti yang kamu harapkan. Sekarang kamu sudah tidak cemas lagi, karena kamu tidak memiliki penyakit buruk seperti yang dituduhkan. Aku turut bahagia atas kebahagiaan kamu." Ucapnya memberi selamat.


"Terimakasih, Alia. Semoga kamu segera menyusul, agar status kita sama." Jawabnya tersenyum.


"Iya dong, harus sama. Tapi aku sendiri tidak tahu, kapan datangnya jodohku. Oh iya, wanita ini siapa? apakah saudara kamu?" ucapnya dan bertanya.


"Sampai lupa, dia istri sahabatnya Raska. Namanya Nessa, dan kita sudah menjadi teman." Jawab Arsy memperkenalkan.

__ADS_1


"Perkenalkan, namaku Alia. Aku sahabatnya Arsy sejak SMA." Ucapnya memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya.


"Perkenalan juga, namaku Nessa. Aku istri dari sahabat suaminya Arsy." Jawabnya yang kemudian membalss uluran tangan dari Alia.


Dilain tempat, Raska dan Tirta sedang berkumpul dengan sahabatnya dahulu. Yang dimana sering menghabiskan waktunya bersama suka maupun duka.


"Rupanya, kalian sudah berkumpul." Ucap sahabatnya Raska dan Tirta mengagetkan dan menepuk nepuk punggung keduanya dari belakang.


"Das*ar Boni, ngagetin saja kamu. Mana calon istri kamu, kenapa tidak kamu ajak." Ucap Tirta sambil memeriksa Boni yang terlihat sendirian.


"Iya, mana pacar kamu. Kenapa tidak diajak." Tanya Raska sambil meninggikan satu alisnya.


"Hina saja terus, sudah tau aku tidak punya pacar. Kenapa kalian berdua lebih suka menanyakan pasanganku? hemm percaya, yang sudah memenangkan si janda kembang.


Raska yang mendengarkannya hanya cuek tanpa menjawabnya.


"Aaa iya, aku sampai lupa. Selamat atas pernikahan kamu ya, Bro. Semoga bahagia dan segera mendapatkan momongan, siapa tahu saja cewek. Bisa aku tunggu untuk ku jadikan selirku." Ucap Boni meledek.


"Aaaa sudahlah, ayo kita nikmati pertemuan kita ini. Kapan lagi coba, kalau bukan ." Ucap Tirta menengahi.


Ketiganya pun menikmati pertemuannya di hari pernikahan Raska. Yang dimana bersenda gurau bersama tanpa ada beban sedikitpun.


Disaat Arsy dan Alia maupun Nessa sedang asyik mengobrol, tiba tiba dikagetkan oleh suara anak anak yang Arsy rindukan.


"Kak, Arsy...." seru gadis kecil memanggil.


"Hanum..." seru Arsy memanggil Hanum dengan senyum mengembang lalu saling mendekat dan Arsy langsung memeluk Hanum, kemudian bergantian dengan anak anak lainnya. Senyum bahagia terpancar di wajah Arsy. Nessa dan Alia pun kagum akan sosok Arsy yang begitu sangat dekat anak anak.


"Siapa anak anak ini, Arsy?" tanya Nessa penasaran.


"Mereka adalah keluarga baruku, setelah aku menjadi sosok sebatang kara. Aku memiliki keluarga baru bersama mereka." Jawabnya menjelaskan.


Hanum dan teman temannya yang lainnya langsung mendekati Nessa dan Alia, kemudian mencium punggung tangan mereka.


"Kamu sangat beruntung, mendapatkan keluarga baru yang begitu menyayangi kamu." Ucap Alia ikut menimpali.


"Anak anak ini adalah anak asuh dari suamiku. Dialah yang mengasuhnya, aku hanya terjebak dalam kondisi darurat. Hanum lah yang membawaku ketempat asramanya. Dan disaat itulah aku mengenal suamiku." Jawab Arsy menjelaskan, sedangkan Alia merasa teriris hatinya saat mendengar penjelasan dari sahabatnya.

__ADS_1


Alia sendiri merasa menyesal, saat sahabatnya kesusahan tidak mengetahuinya. Dan harus mengalami kenyataan pahit yang mungkin saja Alia sendiri tidak sanggup melewatinya.


__ADS_2