Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Meminta maaf


__ADS_3

Lagi dan lagi, kedua orang tua Alia jauh lebih kaget lagi mendengar penuturan dari Raska. Tidak ada yang menyangka jika Raska berani mengatakan langsung, dan terang terangan didepan Darma.


Disaat itu juga Darma seperti dipojokkan, yang dimana dirinya sudah berusaha untuk jujur agar Arsy simpati dengannya. Namun ucapan Raska jauh lebih menguatkan perasaan Arsy.


Darma tidak bisa berbuat apa apa selain diam, dirinya merasa bersalah atas perbuatannya sendiri.


"Jadi... kamu akan menikahi Arsy?" tanya ibunya Alia seakan tidak rela jika Raska menikah dengan Arsy.


Namun mau bagaimana lagi, kedua orang tua Alia tidak berani mencegahnya. Meski ada rasa sedikit kesal, namun kedua orang tua Alia berusaha intuk tidak menunjukkan wajah kesalnya. Ditambah lagi, ayah Alia bekerja di perusahaan milik Raska. Semua karyawan dan staf lainnya pun sangat takut jika harus berhadapan dengan Raska. Apapun yang sudah menyangkut miliknya, tidak ada satupun yang bisa mengganggunya.


Alia yang awalnya mengira bahwa Raska masih sendiri, ternyata sudah menjadi miliknya Arsy. Meski ada rasa iri di hatinya Alia, dirinya tetap menjaga perasaan sahabatnya. Lagi lagi Alia harus gagal seperti dahulu, yang dimana dirinya pun pernah menyukai Darma. Dan kenyataannya Darma lebih memilih Arsy ketimbang dirinya.


Raska pun segera mendekati Darma untuk menyelesaikan masalah diantara keduanya.


"Darma, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan denganmu. Itupun kalau kamu mau, aku tidak akan memaksamu." Ucap Raska yang sudah berdiri didekat Darma.


"Katakan saja, aku akan mendengarkannya." Jawab Darma tanpa menatap wajah Raska.

__ADS_1


"Ikut aku sekarang juga. Dan kamu Arsy, sebentar lagi akan ada yang menjemputmu. Bersiap siaplah dari sekarang." Ucap Raska kepada Darma dan Arsy.


"Iya, dan jangan ada keributan diantara kalian berdua." Jawab Arsy mengingatkan. Raska sendiri hanya cuek, dan langsung mendekati pak Anton untuk pamit.


"Pak Anton, kami berdua pamit untuk pulang. Terimakasih atas penginapannya, dan maaf sudah merepotkan." Ucap Raska berpamitan.


"Hati hati tuan, dan maaf jika kami tidak memberi pelayanan dengan baik." Jawab pak Anton merasa tidak enak hati.


Darma yang melihat sosok Arsy yang tidak jauh dari pandangannya langsung mendekati, Raska yang melihatnya pun sedikit geram.


Arsy yang melihat Darma semakin dekat dihadapannya, perasaannya pun semakin tidak karuan. Arsy langsung menatap Raska dari kejauhan sedangkan Raska sendiri tidak memperdulikannya. Dirinya langsung keluar dan meninggalkan semua orang yang berada didalam. Sedangkan kedua orang tua Alia dan Alia sendiri langsung menyingkir, karena tidak ingin mengganggu obrolan yang mungkin saja sangat penting.


Arsy yang mendengarkannya hanya bisa berdiam diri, entah apa yang harus dijawabnya. Ditambah lagi orang yang berada dihadapannya adalah orang yang pertama Arsy cintai, meski pernikahannya harus berakhir perceraian. Mau tidak mau, keduanya harus menerimanya dengan hati yang lapang.


"Aku sudah memaafkan kamu, aku tidak lagi membencimu. Mungkin memang usia pernikahan kita tidak bisa bertahan lama, mau bagaimana lagi. Itu semua sudah menjadi keputusanmu untuk menikahi Zelyn dibelakangku. Aku sadar, aku memang tidak bisa seperti wanita lain yang sempurna. Aku hanya wanita yang berpenyakitan, semua orang tua pasti ingin melakukan yang terbaik untuk anak anaknya." Jawab Arsy sekuat mungkin dan setegar mungkin.


Tanpa disadari oleh keduanya. Ternyata Raska sudah berada tidak jauh dari pandangan Arsy dan Darma. Keduanya kikuk dibuatnya. Darma langsung mendekati Raska untuk menjelaskan perihal dirinya yang sudah mengajak Arsy untuk berbicara.

__ADS_1


"Raska, yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu bayangkan. Percayalah, aku tidak akan merebutnya dari kamu." Ucap Darma merasa tidak enak hati karena sudah lancang berbicara dengan Arsy, yang tidak lain adalah calon istrinya Raska.


"Memang apa yang aku bayangkan, tidak ada. Aku hanya sudah tidak sabar menunggu kamu, karena aku paling tidak suka membuang buang waktuku. Cepatlah, ayo kita pulang. Dan kamu, cepat ganti bajumu dan ikut pulang sekalian." Ucap Raska dengan datar. Arsy yang sudah memahami akan sikap dinginnya Raska hanya diam. Karena nurut dengan perintah dari Raska itu jauh lebih baik dari pada memberi pertanyaan untuknya.


Setelah sampai di kamar Alia, Arsy segera mengganti pakaiannya.


"Kamu mau kemana?" tanya Alia penasaran.


"Aku mau pulang bersama mereka. Tidak apa apa, kan?" jawab Arsy sambil mengenakan pakaiannya.


"Tidak apa apa, karena aku tidak ada hak atas kamu. Tapi.. apa kamu tidak takut, jika kamu akan membuat panas diantara keduanya. Maaf, aku hanya mengingatkan saja." Ucap Alia sedikit khawatir jika akan ada perdebatan sengit antara Raska dan Darma.


"Terimakasih, kamu sudah mengingatkanku. Percayalah, semua akan baik baik saja. Aku sudah mebgenal mereka berdua, kalau begitu aku pulang. Terimakasih atas kebaikan kamu, yang sudah menolong mas Darma." Jawab Arsy berusaha meyakinkan dan tersenyum.


"Jaga diri kamu baik baik, dan jangan lupa kalau kamu menikah dengannya beri kabar padaku. Aku yang pertama dan yang akan mengucapkan selamat untukmu." Ucap Alia tersenyum dan kemudian keduanya saling berpelukan, kedua orang tua Alia pun tertegun saat melihat persahabatan putrinya dengan Arsy. Meski putrinya pernah kecewa saat menyukai Darma, namun kenyataannya Arsy yang menjadi istrinya. Walau pada akhirnya Arsy berpisah dengan Darma. Persahabatan diantara keduanya tetap terjaga, meski perasaan yang harus dikorbankan.


"Kamu yakin, kalau kamu akan ikut mereka pulang. Apa kamu tidak ingin untuk menginap lagi dirumah ini?" tanya ibunya Alia kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Iya, padahal baru semalam kamu menginap. Tapi tidak apa apa, walau hanya semalam kamu menginap dirumah ini paman merasa senang." Ucap pak Anton menimpali.


"Maaf tante, paman.. kapan kapan lagi Arsy akan menginap. Tetapi Arsy tidak janji, paman.. tante..." jawab Arsy kemudian tersenyum.


__ADS_2