Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Masa lalu


__ADS_3

Setelah menikmati makan bersama dengan rekan bisnisnya, Raska segera pulang.


"Sayang, setelah ini bagaimana kalau kita jalan jalan. Kamu mau, kan?" tanya Raska sambil berjalan dengan posisi masih menggandeng tangan sang istri. Sedangkan Arsy sendiri tidak meresponnya, Arsy masih saja terdiam dan entah kemana arah pikirannya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanyanya penasaran.


"Aku lagi kepikiran saja. Ah sudahlah, ayo kita masuk ke dalam mobil. Nanti aku akan ceritain semuanya." Jawabnya dengan lesu, Raska pun curiga dengan sikap Arsy yang tiba tiba berubah.


Arsy dan Raska segera masuk kedalam mobil, keduanya langsung memakai sabuk pengaman. Setelah itu Arsy kembali terdiam, Raska semakin heran terhadap istrinya.


"Sayang, kamu kenapa lagi sih? ada masalah? atau... ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Katakanlah, siapa tahu aku bisa membantumu." Tanyanya lagi yang masih penasaran.


"Aku hanya kepikiran dengan kamu saja, yang kamu hadapi barusan di Restoran ada salah satu orang yang begitu kejam." Ucap Arsy lesu.


"Maksud kamu?" tanyanya semakin penasaran.


"Paman Robi. Iya, paman Robi yang tengah bekerja sama denganmu." Jawab Arsy sedikit lesu.


"Siapa yang kamu maksud dengan tuan Robi, apa kamu sangat mengenalnya?" tanyanya yang masih penasaran.


"Dia adalah adik dari papa, dan paman Robi yang tengah mengusirku waktu itu. Disaat hatiku hancur dengan mas Darma, aku pulang dengan kondisi yang sangat rapuh waktu itu. Tapi... setelah aku sampai didepan rumah dan hendak masuk kedalam rumah, tiba tiba paman Robi keluar dari dalam rumah. Dan disaat itu juga, paman Robi mengusirku dengan sangat kasar. Karena aku bukanlah anak kandung, melainkan anak pungut. Maka aku tidak mempunyai hak atas apa yang dimiliki papa dan mama. Dan paman Robi lah yang sudah menelantarkan kak Reno." Jawab Arsy sedih dan tiba tiba kedua matanya menitikan air mata. Raska yang melihatnya pun merasa kasihan dengan nasib pahit pada istrinya. Begitu miris perjalanan hidupnya.

__ADS_1


Raska segera menghapus air mata Arsy dan berusaha menyemangatinya.


"Kamu jangan lemah, kamu harus bisa membuktikan kepada semua orang yang sudah menganggapmu remeh. Tunjukkan kalau kamu kuat, sekarang kamu tidak lagi sendiri. Kamu sudah memiliki suami, dan kamu tidak perlu meragukan suami kamu. Kamu harus percaya dengan diri kamu sendiri." Ucapnya menasehati.


"Aku hanya takut, jika paman Robi akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapmu. Aku tidak ingin itu terjadi, karena paman Robi bisa melakukan apa saja yang diinginkannya." Jawab Arsy berusaha meyakinkan suaminya.


"Apa aku ini lebih bodoh dari paman kamu, hah? tidak! justru aku jauh lebih pintar darinya. Karena apa? karena tuan Robi sudah masuk dalam perangkap tuan Angga. Biarlah, itu urusan tuan Angga dan tuan Robi. Aku hanya membantunya, dan kamu tidak perlu takut jika tuan Robi akan menyakiti kamu." Ucapnya menenangkan.


"Iya, aku percaya sama kamu. Aku yakin, kamu akan melindungiku. Terimakasih ya, sayang." Jawab Arsy dan berusaha untuk tersenyum.


"Bagaimana kalau kita jalan jalan ke Danau kecil, tepatnya di taman kota ini. Kamu pasti sangat menyukainya." Ajak Raska berusaha menghibur Arsy agar tidak merasa jenuh dan bersedih.


"Baiklah, aku akan ikut ajakan kamu. Kebetulan, aku sudah sangat jenuh." Jawabnya tersenyum, Raska sendiri pun membalasnya.


Tiba tiba Arsy teringat saat Darma mantan suaminya dan dirinya bertemu, dan menjadikan taman tersebut menjadi taman favoritnya. Namun, kenyataannya kini hanya sebuah kenangan semata.


"Kenapa kamu melamun, ada sesuatu yang kamu ingat?" tanya Arsy pada dang suami. Yang dimana Raska tiba tiba melamun dan tersenyum tidak jelas membuat Arsy keheranan.


"Aaah tidak, aku hanya teringat masa lalu saja." Jawab Raska yang tanpa sadar, jika yang bertanya sangat istri.


"Oooh.... pasti wanita yang kamu sukai yang sedang kamu ingat." Ucapnya ketus.

__ADS_1


"Iya, wanita itu kamu." Jawabnya sambil mengedipkan matanya, Arsy yang mendengarnya pun hanya mengerucutkan bibirnya.


"Kamu tahu, aku dulu pernah membuat janji dengan seorang gadis. Dan aku mengajaknya untuk bertemu di taman ini. Kamu tahu, aku membatalkan pertemuanku dengan gadis itu. Karena sesuatu hal yang harus aku batalkan, namun demi untuk tidak mengecewakannya aku menyuruh saudaraku untuk menemuinya."


Deg...... jantung Arsy seakan diajaknya untuk maraton. Yang dimana dirinya teringat saat bertemu dengan Darma.


"Kenapa kamu diam," tanya Raska sambil menatap lekat wajah sang istri.


"Jadi.... laki laki itu adalah kamu." Jawab Arsy lirih dan sangat shok atas penuturan dari Raska.


"Iya, rupanya kamu masih mengingatnya. Maafkan aku, karena aku baru menyadarinya. Waktu itu aku sangat terpukul akan kehilangan kedua orang tuaku, dan ditambah lagi kakek yang juga tiba tiba menghilang. Aku tidak mempunyai kekuatan untuk bertahan hidup dengan normal, aku tidak mempunyai siapa siapa lagi saat itu. Meski keluarga Darma ada didekatku, namun aku tidak bisa menganggapnya bagian keluargaku." Ucap Raska berusaha menjelaskannya, sedangkan Arsy langsung memeluk erat tubuh suaminya.


Raska yang mendapat perlakuan dari sang istri sangatlah bahagia, rupanya sang istri masih mengingatnya.


"Kenapa kamu membohongi aku, kamu benar benar menyiksaku. Kamu tahu, aku tidak mengenali kesukaan mas Darma. Aku selalu salah memilih makanan untuknya. Apa yang aku pilih apapun itu yang kamu suka, ternyata tidak disukainya. Aku terpaksa harus mengulang kesukaan mas Darma, tapi.. aku tetap berusaha untuk mengikuti kemauannya. Namun... kenapa mas Darma tidak pernah jujur sampai sekarang, dan kenapa dia begitu egois." Jawab Arsy penuh sesal dan kesal tentunya.


"Maafkan aku, karena itu kesalahanku. Kamu tidak perlu menyalahi dia, Darma tidak bersalah jika jatuh cinta denganmu. Karena aku yang memang melepaskanmu, aku tidak ingin kamu terluka karena posisiku yang sedang buruk kala itu. Maafkan aku, sayang... aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Raska berusaha berterus terang, karena dirinya tidak ingin mengungkit masa lalu.


Arsy kemudian melepas pelukannya, dirinya segera menatap wajah sang suami dengan lekat. Arsy tidak menyangka, jika ternyata orang yang pertama membuatnya jatuh cinta ternyata kini benar benar menjadi suaminya.


"Ternyata benar, kita berjodoh. Hanya saja, pertemuan kita tidak di taman ini. Tetapi dalam keadaan yang dimana aku sedang sangat rapuh. Sayangnya, dulu kamu begitu pelit saat akui mintai foto kamu. Bahkan aku meminta untuk melakukan video call pun kamu tidak mau." Jawab Arsy dengan lesu.

__ADS_1


"Dan sekarang sudah tidak lagi kepikiran laki laki misterius itu, kan?" ledek Raska sambil menjapit hidung Arsy dengan gemas. Arsy pun tersenyum mengembang.


__ADS_2