Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Heboh


__ADS_3

Darma masih menimbang nimbang ide konyolnya demi mengutarakan rasa cintanya kepada sang istri.


'Yang benar saja, aku berteriak didepan rumah seperti mau bagi bagi sembako.' Batinnya sambil mengacak acak rambutnya.


Dengan langkah kakinya pelan, Darma membawa Toa sampai didepan rumah. Sesampainya didepan rumah, Darma celingukan kesana kemari.


Berkali kali Darma menggaruk garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Ehem ehem," Darma berusaha mengatur suaranya agar tidak teresa gerok.


"Aku tidak lagi jatuh keedanan karena cinta, kan?" Gerutunya dan menelan salivanya dengan susah payah.


"Tes tes tes." Ujar Darma mengetes suara pada Toa yang akan digunakannya. Sedangkan Vina sendiri sedang merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, Vina pikir suaminya sedang berada didalam kamar mandi. Hingga membuatnya tidak menyadari bahwa sang suami sedang latihan untuk mengutarakan perasaannya lewat Toa.


"Viiinaa....!!!!!! I Love You! aku cinta kepadamu. Hanya kamu istriku tercinta. I Love You Vina!" Berkali kali Darma mengutarakan perasaannya lewat Toa dengan sekencang mungkin. Semua tetangga heboh dibuatnya, bahkan yang sedang mandi segera memakai handuk dan ikut keluar untuk memastikan ada siaran. Tidak hanya itu, Vina pun kaget mendengar suara mengatakan cinta begitu kerasnya. Cepat cepat dirinya segera keluar untuk memastikannya, berharap bukan suaminya meng melakukan kekonyolan nya.


Dan, benar saja. Toa yang ada diatas meja sudah tidak lagi ada, Vina menelan salivanya.


PLUK!!!! "aww!!" ringik Darma sambil mengusap pipinya yang terasa perih karena lemparan sandal.


"Da*sar!! Bocah Edan!! Sontoloyo!! tidak tahu ada orang yang sedang sakit gigi." Pekik bapak bapak tua sambil menjewer telinga Darma.


"Ampun, pak .. ampun .... Darma minta maaf." Ucap Darma sambil meringis kesakitan sambil memegangi telinganya. Tidak hanya itu, semua tetangga keluar dari rumahnya masing masing dan berkerumunan didepan rumah Vina.


Saat Vina berada didepan rumah, dilihatnya banyak kerumunan orang orang berbagai macam model dengan penampilannya masing masing yang terlihat sangat unik. Ada yang memakai handuk, ada yang hanya mengenakan kolor, ada yang masih dalam kondisi rambut berbusa, dan masih ada banyak lagi keunikan para tetangga Vina yang penasaran akan perbuatan konyol suaminya.

__ADS_1


"Vina, siapa laki laki ini. Kenapa bisa berada didepan rumah kamu mengatakan cinta, apakah laki laki ini pacar kamu? katakan." Ucapnya berkacak pinggang, sedangkan Darma masih mengusap usap pipinya yang terasa perih dan yang mendapatkan serangan dari bapak bapak tua yang tengah geram karena perbuatan konyol dari Darma.


"Laki laki ini, suami Vina, pak." Jawab Vina serius.


"Apa! suami kamu? kamu jangan bermimpi disiang bolong begini, Vina." Ucapnya, sedangkan yang lainnya terpenganga mendengar jawaban dari Vina.


"Sebentar ya, pak. Saya ambilkan buktinya, agar tidak ada kesalahpahaman." Jawab Vina, kemudian segera masuk kedalam rumah untuk mengambil bukti bahwa dirinya sudah menikah.


Semua berbisik tentang Vina, ada yang berkomentar positif dan juga ada yang berkomentar negatif. Namun, Darma yang mendengarkannya tidak mempedulikannya. Yang terpenting, statusnya yang menjadi suami Vina tidak lagi dirahasiakan.


Setelah mengambil buku nikah, Vina segera keluar dan menunjukkan Buku nikahnya tersebut kepada warga setempat. Kebetulan juga ada pak RT, Vina tidak lagi kepikiran soal suaminya yang tinggal satu rumah dengannya.


"Jadi ... kamu benar benar sudah menikah?" tanya bapak bapak tadi sudah menimpuk Darma dengan satu sandalnya.


"Benar, pak. Saya tidak bohong, pernikahan saya terbilang dadakan. Jadi, saya belum sempat mengatakannya kepada warga sekitar. Sekali lagi, saya benar benar meminta maaf." Jawab Vina merasa tidak enak hati, dirinya sudah membuat para tetangga menjadi heboh karena ulah suaminya yang begitu konyol.


Semua tetangga menberikan ucapan selamat untuk Vina dan Darma, ada yang merasa iri dan juga ada yang merasa senang. Vina menerima ucapan selamat dari para tetangga pun tersenyum mengembang dan mengucapkan terimakasih sudah memberinya selamat serta doa.


Setelah semuanya kembali ke rumah masing masing, kini tinggal lah Darma dan Vina yang masih berdiri didepan rumah. Tiba tiba keduanya dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang tidak asing baginya.


"Vina, bolehkah aku main kerumah kamu. Tapi, laki laki ini siapanya kamu? bukankah laki laki ini yang pernah satu mobil bersama kamu dan duduk didepan bareng kamu."


Vina menatap suaminya dengan tatapan serius, seakan akan Vina sedang meminta jawaban dari suaminya. Sedangkan Darma hanya tersenyum tipis, Vina semakin bingung dibuatnya.


"Laki laki ini, suamiku Bim." Jawabnya dengan jujur.

__ADS_1


"Suami? kamu itu bermimpi kejauhan, Vin. Tidak lucu, tau Vin. Aah! cepetan buatkan aku kopi, hari ini aku mau mentraktir kamu." Ucapnya dengan santai, tanpa mempercayai jawaban dari Vina. Sedangkan Darma sedikit kesal, begitu cintanya kah sampai sampai tidak mau percaya dengan ucapan istrinya.


"Sudah, buatkan kopinya dua. Yang satu manis yang satu pahit, awas tertukar." Perintah Darma kepada istrinya, Vina pun segera pergi kedapur membuatkannya kopi untuk suaminya dan temannya.


Sesampainya didapur, Vina segera membuatkan minuman kopi. Sedangkan Darma dan Bimo sedang duduk diteras rumah, keduanya sama sama diam.


"Maaf, kamu siapanya Vina, ya?" Bimo dengan percaya dirinya.


"Bukannya tadi Vina sudah menjawabnya, kenapa masih bertanya lagi." Jawab Darma, kemudian menutup mulutnya yang tiba tiba menguap tanpa diminta.


"Suami Vina maksudnya? kapan Vina menikah, undangan saja aku tidak mendapatkannya. Jangan bercanda, kasihan Vina diajak berbohong oleh kamu." Ucap Bimo yang masih belum mempercayainya.


Tidak lama kemudian, Vina datang sambil membawa dua gelas kopi pahit dan juga manis sesuai yang diperintahkan suaminya.


Dengan pelan, Vina meletakkan minuman kopinya dengan sangat hati hati. Vina takut, jika minuman kopinya tumpah begitu saja.


"Vin, kamu tidak lagi bermain drama, 'kan?"


"maksudnya?" tanya Vina penasaran.


"Ini laki laki bukan suami kamu, 'kan?" tanya Bimo yang masih penasaran.


"Tidak, Bim. Aku tidak pernah bohong denganmu, laki laki ini memang suamiku. Sebelumnya aku mau minta maaf, jika sebenarnya aku sudah menikah di KUA. Tidak ada yang tahu akan pernikahanmu, hanya Diki adikku yang mengetahuinya. Oh iya, ini buku nikahnya. Kamu bisa melihatnya sendiri.


"Jawab Vina, dan tiba tiba teringat bahwa buku nikahnya masih berada di atas meja. Tepatnya di dekat suaminya duduk.

__ADS_1


Dengan cepat, Bimo menyambar buku nikah yang ada di depannya. Dengan sangat pelan, Bimo membukanya dengan sangat hati hati. Pelan pelan, Bimo membacanya dengan seksama. Berharap apa yang dibacanya hanyalah kebohongan.


__ADS_2