Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Siang hari


__ADS_3

Raska dan Arsy akhirnya berangkat ke tempat yang dimana dulunya pernah Arsy singgahi hanya beberapa hari dan kini sudah menjadi istri sah Reska Gantara. Dari awal Arsy tidak pernah menyangkanya, jika dirinya berjodoh dengan sepupu mantan suaminya yaitu Darma Nugraha.


Didalam perjalanan berangkat ke tempat asrama, Arsy hanya berdiam diri didalam mobil tanpa bersuara. Entah apa yang sedang Arsy bayangkan. Mungkinkah dirinya teringat akan kejadian diruang makan, atau... Arsy sedang memikirkan yang lainnya. Hanya Arsy yang mengetahuinya, agar tidak merasa bosan dalam perjalanan, sesekali Arsy sambil memandangi luar jendela.


Ssstttt... Raska mendadak mengerem.


"Aw.." Arsy kaget dibuatnya.


"Kenapa mendadak begini sih, sakit nih keningku." Ucap Arsy sambil mengusap usap keningnya yang terasa sakit karena sedikit terbentur.


Raska menatap Arsy sambil meninggikan satu alisnya.


"Siapa suruh kamu melamun, apa kamu tidak lihat. Kita sudah sampai, apa kamu bisa membaca pintu gerbangnya. Hemmm.." jawab Raska sambil menunjuk ke pintu gerbang Asrama anak anak tinggal.


Kedua bola mata Arsy terbelalak saat membaca tulisan yang berada di pintu gerbang. Arsy akhirnya tersenyum garing saat dirinya merasa malu.


"Maaf, aku sudah melamun dan tidak memperhatikan jalan." Jawab Arsy merasa kikuk.


"Sekarang kamu turun, dan buka pintu gerbangnya. Hari ini hari minggu, pak satpam datangnya siangan. Jadi tidak ada yang membukakan pintu gerbangnya." Perintah Raska sambil tersenyum garing.


"Iya, iya...." jawabnya singkat, kemudian segera turun dari mobil dan langsung membuka pintu gerbang.


Dengan sedikit cemberut, Arsy membuka pintu gerbangnya. Raska pun segera melajukan mobilnya masuk kehalaman Asrama anak anak.


Tiba tiba Arsy tercengang, saat kedua matanya tertuju dengan sosok wanita yang cantik dan anggun sudah berdiri di pintu masuk ke dalam rumah Asrama.


Raska pun keluar dari mobilnya, dengan postur tubuhnya yang tegap dan terlihat sangat tampan membuat setiap wanita terpesona dengan sosok Raska Gantara.


"Raska....." seru wanita itu sambil berlari kearah Raska dan langsung memeluknya.


Raska pun kaget dibuatnya, dan segera melepaskan pelukan dari wanita itu. Arsy yang melihatnya terasa sakit, yang dimana dirinya teringat akan penghianatan dari mantan suaminya. Arsy masih pada posisinya yang berdiam diri mematung.


"Lepaskan, Kamel. Malu dilihat orang, apalagi ini tempatnya anak anak." Ucap Raska yang segera melepaskan.


"Aku tidak mau. Aku masih merindukan kamu, Raska." Jawabnya yang masih mengeratkan pelukannya. Dengan tenaganya yang begitu kuat, akhirnya Raska dapat melepaskan wanita itu.


Raska merasa tidak enak hati dengan Arsy atas sikap Kamel yang keterlaluan. Arsy langsung pergi setelah melihat pemandangan yang menyakitkan kedua matanya. Arsy segera menemui Hanum, yang dimana Arsy begitu dekat dengan Hanum. Sedangkan Raska masih berdiri dan mengobrol dengan Kamel.

__ADS_1


"Kamu mendapatkan alamat ini, dari mana?" tanya Raska penuh heran.


"Kenapa kamu jadi dingin seperti ini, Raska." Tanyanya balik.


"Aku sudah mempunyai istri, dan aku harus bisa menjaga perasaannya." Jawab Raska berterus terang.


"Jadi benar, kamu sudah beristri. Dan istri kamu adalah mantan istrinya Darma. Apa kamu tidak ada pilihan lain, selain mantan istri sepupu kamu. Apa aku tidak salah dengar, kamu menikahi seorang janda." Ucap Kamel dengan perasaan kesal.


"Karena menikah itu adalah pilihan, jadi apa pun itu pilihanku berarti itu yang terbaik untukku. Lalu kamu menemuiku kesini untuk apa? untuk memastikan kalau aku sudah menikah atau belum, begitu?" jawab Raska dan bertanya menyelidik.


"Pasti Boni yang memberitahu alamat ini, sudah aku duga." Ucap Raska lagi.


"Iya, Boni yang memberitahuku bahwa kamu sudah menikah. Tetapi aku tidak percaya, dan aku meminta alamat yang dimana kamu tinggal. Kemudian Boni memberiku alamat ini kepadaku, dan rupanya ini hanya Asrama. Dan tidak aku sangka juga kamu datang kemari, padahal aku akan menemui kamu dirumah kamu yang dulu tetapi rupanya kita dipertemukan disini." Jawab Kamel yang masih memasang wajah kesalnya.


"Bukankah kamu sudah dijodohkan dengan Aldan, lalu kenapa kamu tidak mau. Bukankah Aldan juga pria yang berada dan juga tampan. Kenapa kamu menolaknya, sayang sekali kalau kamu berharap denganku. Aku sudah beristri dan istriku akan selamanya menjadi istriku." Ucap Raska menjelaskan.


"Aldan bukan anak kandung, dan apa untungnya aku menikah dengannya. Kehidupanku selanjutnya pasti akan jatuh miskin." Jawabnya tanpa rasa malu.


"Apa? kamu menikah hanya warisan yang kamu cari? untuk apa kamu menikah. Sayang sekali, kamu cantik tapi tidak dipakai akal sehatmu." Ucap Raska sedikit kesal dengan jalan pikiran Kamel.


"Apa kamu sudah yakin, jika Aldan tidak akan mendapatkan apa apa." Ucap Raska yang masih berusaha menahan rasa kesalnya.


"Kamel, Kamel.. ubahlah sifat burukmu itu. Jangan kamu turuti nafsu duniamu, kasihan jiwamu menjadi kosong jika hati kamu tidak dilandasi dengan pemikiran yang baik dan positif." Ucap Raska mengingatkan.


"Aaah sudahlah, aku pamit pulang. Aku tidak ingin berdebat denganmu." Jawab Kamel yang kemudian segera pergi meninggalkan tempat Asrama.


"Maafkan aku, hati hati dijalan." Ucapnya, sedangkan Kamel segera pergi meninggalkan Raska.


Setelah kepergian Kamel, Raska segera mencari keberadaan istrinya. Dan dilihatnya sosok sang istri yang sedang mengajari anak anak untuk belajar. Raska pun merasa kagum dengan sosok Arsy yang tidak pernah berubah meski sudah dibuatnya cemburu, namun dirinya tetap tidak memperlihatkan kekesalannya di hadapan anak anak.


Dengan pelan, Raska mendekati Arsy yang sedang sibuk dengan anak anak Asrama.


"Aku menginginkan jus buah, buatkan dan antar ke kamar." Ucap Raska meminta dibuatkan jus buah, sedangkan Arsy ingin menolaknya namun takut jika dirinya akan mendapatkan ancaman.


"Tunggu saja dikamar, aku akan segera mengantarkannya." Jawab Arsy yang masih fokus pada bukunya.


Raska pun segera pergi meninggalkan Arsy dan kembali masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Didalam kamar, Raska menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur. Kedua tangannya terlentang, dan ditatapnya langit langit kamar sambil melamunkan sesuatu yang ada dipikirannya.


Tidak lama kemudian, Arsy segera masuk kedalam kamar sambil membawakan satu gelas jus buah untuk suaminya.


Ceklek, Arsy membuka pintu kamar dan dilihatnya sang suami yang sedang berbaring dan terlentang di atas tempat tidur.


"Kunci pintunya." Perintah Raska sambil melirik kearah Arsy yang masih memegang satu gelas jus buah ditangannya.


Arsy hanya menelan salivanya dengan susah payah saat Raska menyuruhnya mengunci pintu.


"Ini jus buahnya." Ucap Arsy sambil mendekati Raska yang masih berbaring ditempat tidurnya. Dengan sigap, Raska segera bangkit dari tidurnya dan duduk berdekatan dengan Arsy. Sedangkan Arsy memberikan jus buah nya ke Raska suaminya.


"Buah apa ini, enak?" tanya Raska basa basi.


"Menurutku enak, tapi aku tidak tahu menurutmu enak atau tidaknya." Jawab Arsy polos.


"Kamu minum dulu, nanti baru aku yang akan meminumnya." Ucapnya beralasan.


"Tapi...." jawabnya terhenti.


"Tidak ada tapi tapian, cepat minum." Ucap Raska yang sudah tidak sabar. Arsy hanya pasrah dengan apa yang Raska inginkan, sedangkan Arsy segera meneguk jus alpokatnya.


Baru saja meneguk jus buahnya, dengan cepat Raska langsung menyambar gelas yang berada pada tangan Arsy dan meletakannya di atas meja dekat tempat tidur.


Tanpa pikir panjang, Raska menjatuhkan tubuh Arsy pelan dan menahan kedua tangan Arsy agar tidak memberontak.


Detak jantung Arsy tidak karuan, Raska semakin kuat menindih tubuh Arsy yang terlihat pasrah. Ingin memberontak dirinya sadar akan setatusnya sebagai istri sah Raska, bahwa sekarang dirinya milik sang suami sepenuhnya.


Dengan lekat, Raska menatap wajah istrinya penuh rasa gugup dan takut. Dengan pelan Raska menempelkan bibirnya ditelinga Arsy sambil berbisik.


"Aku laki laki normal, dan bisa kapan saja aku menginginkannya. Apakah kamu bersedia melayaniku?" tanya Raska lirih di dekat telinga sang istri. Arsy yang mendengarkannya pun tidak bisa berbuat apa apa selain pasrah.


"Aku takut," jawabnya singkat.


"Kenapa takut, aku tidak akan melukaimu, sayang... aku akan perlakukan kamu dengan sangat lembut," ucap Raska yang dimana salah satu tangannya tengah berkeliaran kemana mana hingga menanggalkan pakaiannya, hingga keduanya menjadi polos. Lalu keduanya terhanyut dalam asmaranya, Arsy pasrah dengan apa yang tengah Raska lakukan padanya, ingin memberontak pun tetap akan kalah. Tenaga Raska jauh lebih kuat darinya.


Kemudian Arsy memejamkan kedua matanya, dirinya sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan Raska suaminya. Dengan lembut Raska menc*um keningnya, lalu menuruni ke bi*bir ranum milik sang istri dengan lembut, dan kearea selanjutnya yang diinginkan Raska, begitu pun dengan Arsy yang juga membalasnya dengan lembut. Namun, semakin lama keduanya semakin panas melakukan aksinya hingga pertahanan keduanya telah jebol. Raska merasa lega, bahwa dirinya sang pemilik mahkota istrinya. Kedua matanya tersenyum mengembang saat melihat banyak bercak merah pada seprei putih bersih. Berkali kali Raska mengecup kening Arsy dalam keadaan terbaring dan berbantalkan lengan milik sang suami.

__ADS_1


"Terimaksih, sayang. Kamu memberiku sesuatu yang berharga untukku, aku akan selalu menjagamu dan menyayangimu." Ucapnya kemudian mencium keningnya kembali. Arsy tersenyum, Raska langsung memeluknya penuh kasih sayang.


__ADS_2