Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Jalan jalan di taman


__ADS_3

Di pagi buta, Raska sudah bangun lebih awal. Dirinya langsung pindah di ruang kerjanya, agar tidak membuat Arsy salah tingkah.


Dengan pelan, Arsy membuka kedua matanya. Dan dilihat samping kanannya, yang dimana Raska sudah bangun lebih dulu.


Dengan sigap, Arsy segera bangun dan membereskan tempat tidur. Kemudian langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi, Arsy langsung turun kebawah menuju dapur. Sudah menjadi kebiasaan Arsy dari kecil, yang dimana ibunya selalu mengajaknya untuk menyiapkan sarapan pagi atau makan malam.


Tiba tiba kedua bola mata Arsy tertuju pada sosok kakek Gantara. Tanpa pikir panjang, Arsy segera menghampirinya.


"Selamat pagi, kakek.." sapa Arsy dan tersenyum.


"Selamat pagi juga, cucuku.. dimana suami kamu Raska? kenapa tidak terlihat. Apakah masih tidur? atau... sudah jalan jalan pagi." Balas kakek menyapa dan bertanya.


"suami Arsy...." jawabnya menggantung.


"Selamat pagi, kakek..." sapa Raska mengagetkan.


"Kamu, ya. Kalau mau turun kebawah itu diajak istrinya. Jangan dibiarkan sendirian, nanti kalau istri kamu nyasar bagaimana?" ledek sang kakek. Sedangkan Raska hanya tersenyum tipis sambil melirik kearah Arsy. Yang diliriknya saja hanya memasang wajah masam.


"Kakek, Arsy ke dapur dulu ya, kak.. Arsy mau menyiapkan sarapan pagi." Ucap Arsy meminta izin.


"Kamu tidak perlu pergi ke dapur, karena sudah ada pelayan yang menyiapkan sarapan pagi. Kamu cukup temani suami kamu jalan jalan pagi. Agar kalian berdua selalu menjaga kesehatan kalian." Ucap sang kakek mengingatkan.


"Tapi kek," ucap Arsy terpotong. Yang dimana Raska langsung menarik tangan Arsy.


"Kakek. Kita berdua jalan jalan dulu, ya." Ucap Raska langsung pamit pergi sambil menggandeng tangan Arsy. Sedangkan kakek Ganta hanya tersenyum melihat sikap Raska dan juga ekspresi Arsy.


"Lepaskan, aku bisa jalan sendiri." Ucap Arsy sambil berusaha melepaskan tangan Raska.


Raska yang melihat ekspresi Arsy yang terlihat masam langsung melepaskannya tanpa berucap.

__ADS_1


Dengan cuek, Raska terus berjalan mengelilingi taman umum yang tidak jauh dari rumahnya. Arsy sedikit kesal atas sikap Raska yang kapan saja bisa berubah menjadi dingin dan sangat cuek.


Arsy memilih bersantai di tempat duduk sambil melihat orang orang yang mengitari taman umum. Tiba tiba Arsy dikagetkan oleh seorang laki laki yang menurutnya sangat asing dan tidak dikenalnya.


Laki laki tersebut segera duduk disamping Arsy tanpa canggung dan malu.


"Hei, kenapa kamu duduk? apakah sudah selesai olahraga?" tanyanya mengagetkan Arsy.


Sebenarnya Arsy sangat risih dengan sosok laki laki yang sok kenal dengannya. Arsy hanya memilih diam, agar dirinya tidak di bilang wanita yang tidak benar.


"Kenapa kamu diam, takut?" tanyanya lagi. Sedangkan Arsy masih diam dan tidak menjawab pertanyaan laki laki tersebut.


Raska masih memperhatikan Arsy yang sedang duduk bersama dengan seorang laki laki dari kejauhan.


Baru saja jadi istriku, sudah berani berani duduk bersama laki laki asing. Lihat saja, akan aku kurung didalam kamar. Gumamnya dengan tatapan kesal dan juga geram.


Tanpa pikir panjang Raska segera menghampiri Arsy dan laki laki tersebut yang sedang duduk bersama.


Laki laki tersebut pun segera menengok kebelakang. Begitu juga dengan Arsy yang juga ikut menengok kebelakang.


Arsy tercengang, yang dimana sang suami tengah mendapato dirinya disaat sedang duduk bersama seorang laki laki. Namun tidak bagi laki laki tersebut, dirinya masih terasa tenang seperti tidak merasa bersalah sedikitpun.


Tiba tiba Raska mengernyitkan dahinya dan membuang ke sembarang arah.


"Raska... benar kamu Raska, kan?" seru laki laki tersebut memanggil nama Raska. Arsy yang mendengarnya pun bingung. Bagaimana tidak, Raska yang dipanggil pun tanpa merespon sedikitpun.


"Wow, belajar sombong rupanya kamu ini." Ucapnya sambil menepuk nepuk punggung milik Raska, tetap saja Raska tidak meresponnya. justru Raska langsung pergi meninggalkan Arsy dan laki laki tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Arsy dan laki laki tersebut hanya bisa bengong karena melihat sikap Raska yang begitu dingin dan cuek. Bahkan seperti sedang marah besar, dan membuat keduanya bertanya tanya.


Dia ini kenapa sih, ditanya pun tidak merespon. Menjawab saja pun tidak, aneh. Apa iya, cemburu dengannya? tapi dia kan tidak menyukaiku. Lantas kenapa dia cemburu? jangan jangan laki laki ini adalah menyukai wanita yang sama dengan Raska, bisa jadi. Aku kan tidak mengetahui masa lalunya. Gumamnya lalu mengejar Raska yang sudah cukup jauh jalannya.

__ADS_1


"Tunggu.....!!! jangan tinggalkan aku."'seru Arsy sambil berlari mengejar Raska.


"Kenapa wanita tadi mengejar Raska? apakah wanita tadi kekasihnya? Aaaaah iya, Raska pasti salah paham. Disangkanya aku tengah menggodanya, anak itu dari dulu selalu cemburu buta tanpa melihat awal kejadian." Gerutunya, kemudian segera mengejarnya. Karena dirinya tidak ingin Raska akan salah paham terhadapnya.


*Kenapa tidak a*ku panggil saja dengan panggilan sayang, pasti berhenti. Aku yakin itu, ah masa bodo. Dari pada aku capek capek mengejarnya. Gumam Arsy yang sudah kehabisan ide.


"Sayang.... tunggu!!!" seru Arsy sambil berlari dan berteriak. Seketika itu juga Raska teehenti dari langkah kakinya. Namun Raska masih tidak percaya jika Arsy yang memanggilnya, Raska tetap melanjutkan langkah kakinya. Namun langkah kakinya kini sedikit pelan, dirinya ingin memastikan sang Istri benar benar memanggilnya atau hanya sekedar mengerjainya. Sedangkan Arsy berdecak kesal saat melihat Raska yang tidak meresponnya.


Bruk..... Arsy menabrak Raska langsung memeluk dan melingkarkan kedua tangannya ke pinggang sang suami dengan erat. Seketika itu juga Raska menghentikan langkahnya.


"Kenapa kamu tega tinggalkan aku di taman bersama laki laki lain, kalau sampai aku diculiknya bagaimana?" tanya Arsy dengan nafasnya yang terengah engah.


"Bukankah kamu sangat nyaman mengobrol dengannya? hemmm.." jawabnya dengan datar.


"Bahkan aku tidak meresponnya, kenapa kamu bisa bicara seperti itu. Memangnya aku ini wanita apaan." ucapnya dengan muka masamnya. Raska kemudian membalikkan badannya ke arah Arsy.


"Coba ulangi ucapanmu tadi, sepertinya kamu tadi memanggil seseorang. Cepat ulangi, sebelum aku berubah pikiran." Perintah Raska yang membuat wajah Arsy berubah merah merona.


"Yang mana, aku lupa." Tanya Arsy pura pura tidak tahu.


Aku tadi itu hanya ingin menghentikan langkah kakimu. Kenapa sekarang kamu menjebakku dengan ucapanku sendiri. Gumamnya sambil berdecak kesal.


"Aku hitung sampai tiga kali, jika kamu tidak menjawab dengan jujur maka aku akan berubah pikiran." Ucap Raska mengancam.


"Sayang, iya sayang." Jawabnya singkat.


"Ulangi, bukan seperti itu yang aku dengar." ucapnya lagi.


"Sayang..." Dengan nada manja Arsy terpaksa melakukannya. Sedangkan Raska hanya tersenyum tipis dan langsung berjalan meninggalkan Arsy yang masih diam mematung.


"Hanya itu, setelah aku menyebut kata sayang dianya langsung pergi begitu saja. Arrrggh.. Gerutu Arsy dengan geram.

__ADS_1


__ADS_2