Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Perubahan


__ADS_3

Vina masih fokus pandangannya keluar, sedangkan suaminya fokus dengan setirnya.


Tiba tiba Vina merasa aneh dengan suaminya yang membelokkan ke sebuah tempat butik ternama.


"Pak, kok ke Butik?" tanya Vina heran.


"Diam, ikutin saja aku. Cepat, turun." Jawab Darma sambil melepas sabuk pengamannya.


"Baik, Pak."


Dengan malas, Vina terpaksa melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil.


"Pak, yakin nih mau masuk kedalam. Aku nunggu bapak didalam mobil saja, ya." Pinta Vina sambil memohon.


"Sudah, jangan banyak protes." Ucap Darma sambil menarik tangan istrinya, Vina terasa dihipnotis saat sang suami memegang tangannya. Vina hanya nurut dengan apa yang suaminya perintahkan.


'Butik Kayla, kenapa nama butiknya.' Batin Darma heran.


"Selamat sore Pak Darma, ada yang bisa saya bantu?"


"Tolong sulap istriku ini menjadi wanita sempurna." Jawabnya.


"Baik, Pak. Silahkan duduk, Pak Darma. Kami akan merubah penampilan istri Pak Darma sesuai keinginan Pak Darma." Ucapnya sedikit membungkuk. Sedangkan Vina merasa bingung mendengar pembicaraan suaminya dengan pelayan butik.


"Pak, saya mau diapain?" bisiknya didekat telinga suaminya.


"Diam, jangan protes. Nanti kamu akan mengetahui hasilnya." Jawabnya dengan santai.


"Mari, Nona ..." ajaknya. Vina hanya nurut dan mengikuti langkah salah satu pelayan butik.


Sedangkan Darma masih penasaran dengan nama butik yang sudah berubah begitu saja. Karena penasaran, Darma menghampiri salah satu karyawan butik untuk memastikan kebenarannya.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanyanya sesopan mungkin.


"Saya mau tanya, nama butiknya kenapa berubah?"


"Oooh! pemiliknya sengaja merubahnya, Pak."


"Memang siapa pemilik butik ini?" tanyanya semakin penasaran.


"Pemilik butik ini, tuan Raska Gantara. Istrinya bernama ..." jawabnya terhenti, takut akan membuat Darma kecewa.


"Oooh! Raska, istrinya Arsyla mantan istriku maksud kamu?" ucapnya dengan santai dan sedikit sakit mendengarnya.


"Kalau begitu saya permisi, Pak." Jawabnya dan segera pergi.


Darma sendiri menyibukkan dengan ponselnya sambil menunggu istrinya selesai disulap menjadi bak model yang sempurna.


Vina yang masih melakukan perawatan merasa risih, seumur hidupnya tidak pernah melakukan perawatan seperti orang orang mampu lainnya. Vina hanya melakukannya dengan sabun cuci muka saja, sudah lebih dari cukup.


"Mbak, memangnya aku ini mau diapain sih, mbak. Aku tidak lagi mau dijual kan, mbak? dijadikan tumbal pesugihan juga kan, mbak? ayo dong mbak, jawab." Tanya Vina penuh pertanyaan yang membuatnya penasaran.


"Ah! terserah mbak saja, yang terpenting jangan menyiksa aku. Oh iya, jangan panggil aku dengan sebutan Nona. Aku sangat risih mendengarkannya, bahkan sangat tidak nyaman. Panggil saja namaku, Vina. Aku lebih suka dipanggil nama tanpa ada embel embel didepannya, mbak." Pinta Vina yang tidak menyukai sesuatu yang berlebihan, meski itu sebuah nama. Namun, menurut Vina akan membuat orang lain merasa canggung dan tidak mengenakkan hati orang lain.


"Tapi, saya sudah terbiasa menyebutkan panggilan Nona untuk para pelanggan datang kesini."


"Pokoknya aku tidak menyukainya, jangan ulangi lagi untuk memanggilku dengan sebutan Nona. Panggil saja, Vina. Ingat! Vina." Ucap Vina memperjelas.


"Baik Nona, maksud saya Vina." Jawabnya sangat kelu saat mengucapkannya.


"Jangan takut dengan suamiku, aku yang akan bertanggung jawab." Ucap Vina meyakinkan.


'Baru kali ini aku mendapatkan pelanggan yang begitu polos, namun juga pemberani. Padahal istrinya Pak Darma, mantan suami Nona Arsya. Sekarang perbandingannya sangat jauh, meski tidak begitu cantik tetapi sepertinya juga wanita baik baik. Hanya saja penampilannya yang seperti laki laki, dan mungkin juga dari keluarga biasa saja.' Batinnya.

__ADS_1


Setelah cukup lama melakukan perawatan, Vina mulai dipoles wajahnya. Vina sendiri merasa risih saat melihat wajahnya yang terlihat seperti badut.


"Mbak, jangan tebal tebal. Aku tidak nyaman, kenapa diriku ini diubah seperti ini sih mbak? aku ingin dengan penampilanku yang biasa biasa saja. Aku rasa ini tidak nyaman, lihatlah kedua mataku ini. Ooooh! sungguh membuatku tidak percaya diri." Ucap Vina yang merasa tidak nyaman.


"Nanti lama lama juga terbiasa kok, Nona. Percayalah dengan saya, Nona akan terlihat cantik." Jawabnya meyakinkan.


"Kenapa panggil aku masih dengan sebutan Nona, aku tidak menyukainya. Tapi terserah mbaknya saja, percuma aku mengingatkan mbaknya." Ucap Vina menyerah.


"Tuh, kan ... Nona terlihat sangat cantik, Jugaan polesannya tidak begitu tebal. Dan sekarang saatnya untuk mengganti pakaiannya Nona, pasti akan terlihat lebih sempurna. Pak Darma pasti akan takjub melihat penampilan Nona yang sekarang." Ucapnya memuji, sedangkan Vina sendiri masih terasa risih dengan perubahan pada bagian wajahnya.


"Mbak, awas ya! kalau sampai mengganti pakaianku dengan pakaian yang sangat se*ksi. Aku tidak akan segan segan merobek robeknya." Jawab Vina sambil mengancam.


"Tenang saja, Pak Darma tidak menyukai pakaian se*ksi. Pak Darma menyukainya dalam bentuk pribadi, nanti akan saya pilihkan sesuai keinginan Pak Darma." Ucapnya sambil senyum menggoda.


'Ini lagi, tiba tiba jadi Nyi sembung.' Batin Vina penuh heran.


Setelah menemukan pakaian yang cocok untuk Vina, kini saatnya Vina untuk mengganti pakaiannya. Vina hanya bisa nurut dan pasrah, dirinya tidak mungkin memberontak didepan umum. Yang ada akan mempermalukan diri sendiri, dan tentunya mempermalukan suaminya sendiri.


Vina menatap lekat wajahnya dan juga penampilannya didepan cermin seperti tidak percaya, Vina benar benar terasa mimpi melihat dirinya sendiri yang terlihat begitu cantik dan juga anggun. Vina tersenyum mengembang, namun tiba tiba senyumnya hilang begitu saja.


'Ayah, ibu ... lihatlah putrimu ini. Sekarang putrimu ini sudah menikah, dan juga sudah menjadi milik laki laki lain. Vina merasa kecewa, pernikahan Vina tanpa didasari rasa cinta. Batinnya terasa sedih, Vina berusaha untuk tegar dan kuat dan juga untuk tidak menangis.


"Nona, kenapa melamun? lihatlah penampilan Nona. Sangat cantik, 'kan?" ucapnya membuyarkan lamunannya.


"Biasa saja, Mbak. Justru aku merasa bahwa penampilanku ini sangat buruk, tidak ada kata cantiknya." Jawab Vina dengan lesu.


"Nona sangat lucu, jelas jelas Nona Vina sangat cantik. Tetapi, kenapa Nona tidak mempercayainya." Ucapnya, tanpa sadar suami Vina sudah berdiri dibelakang istrinya. Hanya saja, jarak yang tidak begitu dekat.


Darma hanya memberikan isyarat untuk menyingkir dari istrinya, Darma sengaja untuk mengagetkan istrinya yang masih fokus didepan cermin.


"Ehem, ehem." Suara Darma mengagetkan istrinya, Vina sendiri segera menoleh kebelakang.

__ADS_1


Dilihatnya sang suami yang sudah berada dibelakangnya, Vina pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Dirinya benar benar sangat malu dengan penampilannya sendiri yang ia rasa sangat feminim.


Darma pun tidak menyangka dengan perubahan istrinya yang benar benar telah disulap seperti Cinderella, Vina yang terlihat arogan dan juga tomboy kini benar benar jauh dari dugaannya.


__ADS_2