Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Keinginan


__ADS_3

Waktu yang tidak terasa begitu lama, kini telah Arsy lewati bersama sang suami yang dicintainya.


Kehidupan Arsy jauh lebih baik dari yang sudah dilewatinya. Kebahagiaan yang benar benar dinantinya pun tengah ia dapati.


"Sayang ... hari ini kita mau liburan kemana?" tanya Raska kepada Arsy yang masih dalam dekapannya.


"Aku ingin jalan jalan ke tempat yang sangat Asri, tentunya yang sangat damai dan juga tenang." Jawab Arsy bergelayut manja di dekapan suaminya.


"Baiklah, aku akan memenuhi permintaan kamu. Kalau begitu, kita bersiap siap untuk berangkat. Aku akan mengajakmu ke tempat yang dimana kamu sukai, aku masih mengingatnya." Ucap Raska sambil mengeratkan pelukannya.


"Benarkah kamu masih mengingat semuanya? baiklah kalau begitu, aku akan segera bersiap siap untuk berangkat." Jawab Arsy dengan senyum yang mengembang.


Raska yang melihat ekspresi sang istri ikut tersenyum, kebahagiaan yang pernah terhalang kini sudah ia miliki seutuhnya. Begitu lamanya Raska meninggalkan Arsy dikala itu, sampai sampai harus merelakan untuk dimiliki oleh saudara sepupunya sendiri. Yang tidak lain adalah Darma, yang kini statusnya menjadi duda.


Disaat Arsy akan bangkit dari tidurnya, tiba tiba Raska menahannya.


"Apa lagi, sayang ..." Arsy menoleh dengan tatapan heran.


"Kita mandi bersama, jangan menolak." Ucap Raska sambil memainkan matanya, Arsy yang mendapati godaan sang suami hanya bergidik ngeri melihatnya.


Dengan sigap, Raska langsung menggendong istrinya menuju kamar mandi. Keduanya benar benar nampak bahagia, bahkan dunia terasa milik keduanya.


Didalam kamar mandi, Keduanya kini melakukan ritual panjangnya. Tanpa rasa lelah sedikitpun, Raska tetap melakukan aksinya entah berapa kali saat dirinya menginginkannya.


Setelah ritual panjangnya selesai, Raska maupun Arsy segera bersiap siap untuk berangkat ke suatu tempat. Yang tidak lain disaat keduanya memiliki kesamaan, tetapi karena kepergian Raska yang begitu mendadak hingga membuat keduanya gagal untuk membuat pertemuan.


"Tunggu!" Raska mendekati sang istri lebih dekat dan menatap lekat wajah istrinya. Arsy yang merasa di perhatikan begitu dekat, perasaannya pun tiba tiba menjadi cemas akan penampilannya.

__ADS_1


"Ada apa dengan penampilanku, kurang cantik?" tanya Arsy penasaran dan sedikit gugup pastinya.


"Kamu mau jadi ondel ondel apa mau menggoda laki laki di luar sana, hah?" jawab Raska sambil berkacak pinggang saat berkomentar penampilan istrinya.


Arsy yang mendapati komentar dari suaminya pun segera menghadap ke cermin. Dengan lekat, Arsy memperhatikan penampilannya dan juga area wajahnya.


"Hapus lipstik kamu, dan tipisin semua yang menempel di wajahmu." Perintah Raska yang tiba tiba sudah berada dibelakang istrinya.


Arsy yang mendapati komentar dari suaminya, hanya bisa nurut dengan apa yang diinginkannya. Setelah dirasa sudah tidak lagi mencolok, Arsy membalikkan badannya dan berhadapan dengan suaminya.


"Apakah yang seperti ini yang kamu inginkan? atau ... aku harus mengganti pakaianku agar terlihat seperti tukang rujak." Sindir Arsy sambil berkacak pinggang didepan suaminya.


Raska yang mendapati sikap istrinya yang begitu menggemaskan, Raska langsung menarik tubuh istrinya hingga menjadi sebuah pelukan.


"Aku tidak melarangmu untuk berdandan, tetapi aku sangat menyayangkan jika istriku akan menjadi bahan sorotan laki laki yang akan menikmati kecantikan kamu. Berdandan lah sesuai tempat, hanya itu maksud aku."


"Terimakasih, sayang ... kamu sudah mengingatkanku. Aku baru menyadarinya, bahwa aku sudah bersuami. Dan, seharusnya aku yang mengoreksi diri sebelum pergi."


Keduanya kini keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Saat hampir sampai di ruang tamu, tiba tiba keduanya dikagetkan dengan sesuatu yang tidak diduganya.


"Kakek," seru Raska dan Arsy bersamaan.


"Kalian mau kemana? tumben sudah rapi." Ucap sang kakek yang sudah duduk di ruang tamu.


"Kakek sudah pulang? kenapa Raska baru mengetahuinya." Tanyanya kemudian duduk di dekat sang kakek.


"Tadi, paman kamu yang mengantarkan kakek pulang. Mulai hari ini kakek akan tinggal bersama kalian, kakek bosan di rumah Nugraha. Hanya ada Yona dan Ferly, membosankan." Jawab sang kakek beralasan.

__ADS_1


"Apalagi dirumah ini, hanya ada Raska dan Arsy. Apa kakek betah? sepertinya kakek akan tambah kesepian." Ucap Raska sambil duduk santai bersama istrinya.


"Kakek tidak akan merasa kesepian, jika kamu cepat cepat memberi kakek Raska junior. Bagaimana? kamu sanggup, kan?" jawab sang kakek menggoda. Sedangkan Raska dan Arsy saling pandang merasa kikuk dibuatnya.


'Aah! kakek, aku sudah berkali kali bertempur untuk membuat junior. Tetapi sampai saat ini belum juga ada tanda tandanya, apa perlu aku harus kejar target. Aaah! kenapa pikiranku menjadi kotor begini.' Batinnya sambil garuk garuk kepala yang tidak gagal, Arsy yang melihatnya hanya tersenyum tipis.


"Raska!! kenapa kamu diam." Gertak sang kakek sengaja mengagetkan cucunya.


"Ah! kakek, tenang saja. Raska akan segera memberikan junior untuk kakek, kakek jangan khawatir."


"Ngomong ngomong kalian berdua mau pergi kemana, jalan jalan?" tanya sang kakek sambil memperhatikan penampilan Raska dan juga Arsy.


"Iya, kek ... Kita berdua ingin jalan jalan, dirumah suntuk. Siapa tahu saja bisa nyasar ke hotel, lumayan kek." Jawab Raska sambil melawak dengan kalimat terakhirnya.


"Das*ar, cucu oleng. Sudah sana berangkat, nanti keburu kehabisan tempat." Usir sang kakek sambil bergurau.


"Iya iya, kek ... tidak apa apa nih, jika kakek dirumah sendirian. Nanti kakek kesepian lagi, bagaimana kalau kakek ikut saja."


"Kakek tidak mau, kakek mau istirahat saja dirumah. Kakek memilih untuk dirumah saja, lagian banyak pelayan dirumah ini. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan kakek."


"Iya, kek. Lebih baik kakek ikut kita jalan jalan bersama. Arsy tidak merasa keberatan kok, kek ... justru Arsy sangat senang jika kakek ikut bersama kita." Rayu Arsy sebisa mungkin dengan lembut.


"Terimakasih, cucuku. Kakek sudah bosan kalau disuruh jalan jalan, kakek lebih nyaman berada di rumah. Kalian berdua masih sangat muda, jadi nikmati hari bahagia kalian sebaik mungkin. Jika kalian sudah berada dititik seperti kakek, semua akan terasa hambar. Yang diinginkan hanya ketenangan dan ditemani secangkir teh hangat sambil menatap luas harapan yang terakhir."


"Kakek, jangan bicara seperti itu. Raska belum siap untuk menjadi pendengar setia kakek, jika penggalan setiap kata hanya akan mengobrak abrik pikiran Raska." Ucap Raska sedikit ketakutan, jika sang kakek akan pergi meninggalkannya sebelum Raska memberi kebahagiaan untuk kakeknya.


Raska masih berusaha untuk membuat kakek Gantara bahagia, dan keinginan untuk memiliki penerus keluarga Gantara.

__ADS_1


"Sudah sana, cepat berangkat. Kakek mau istirahat, jangan bandel." Perintah sang kakek.


"Baik, Kek ... Raska dan Arsy pamit berangkat, maafkan kita berdua yang meniggalkan kakek sendirian di rumah. Raska janji tidak akan lama lama, dan pastinya akan segera pulang." Jawab Raska sambil meyakinkan, kemudian keduanya mencium punggung tangan sang kakek bergantian.


__ADS_2