Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Pesan kakek


__ADS_3

Setelah merasa puas berada ditaman xxx, Raska dan Arsy segera pulang. Namun tiba tiba ponsel Raska berbunyi, seperti ada seseorang yang tengah menelponnya. Raska pun segera menerima panggilan tersebut.


"Ada apa, Dan?" tanya Raska singkat.


"Malam ini kamu tidak lagi ada acara, kan?" tanya Aldan.


"Tidak, ada apa? katakan." jawabnya.


"Datanglah ke rumah nanti malam, aku ingin mengundang kamu dan Arsy makan malam bersama." Ucap Aldan meminta.


"Baiklah, ditunggu saja. Kebetulan nanti malam aku tidak mempunyai acara." Jawabnya, kemudian langsung mematikan ponselnya.


Raska bukan tipe orang yang berlama lama bicara lewat telfon. Dirinya paling tidak menyukai sesuatu yang banyak obrolan dan bertele tele tidak penting.


"Siapa?" tanya sang istri penasaran.


"Aldan, kakak kamu. Malam ini Aldan mengajakmu untuk makan malam bersama di rumahnya. Kamu tidak keberatan, kan?" jawab Raska dan bertanya.


"Tidak, jika kamu mengizinkannya maka aku tidak akan merasa keberatan." Jawab Arsy meyakinkan.


"Baiklah kalau begitu, sekarang kita pulang dulu." Ajaknya, kemudian keduanya segera menaiki mobilnya.


Didalam perjalanan Arsy merasa lelah dan sangat capek. Dirinya menyempatkan tidur dan bersandar dijendela kaca mobil. Raska yang melihatnya pun merasa kasihan.

__ADS_1


Kamu pasti sangat lelah. Maafkan aku, sayang... Gumamnya sambil fokus menyetir mobilnya.


Begitu lama memakan waktu dalam perjalanan pulang, Arsy dan Raska kini telah sampai di halaman rumahnya. Dilihatnya sang istri yang masih tertidur pulas, terasa berat untuk membangunkannya.


Dengan pelan, Raska membuka sabuk pengamannya. Kemudian dirinya segera turun, lalu setelah itu menggendong sang istri sampai dikamar. Arsy pun sama sekali tidak terbangun dari tidurnya saat Raska membaringkan istrinya ditempat tidur, dirinya tetap pulas tanpa merasa terganggu.


Dengan pelan Raska mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, keduanya tidak ada lagi jarak. Raska melakukannya dengan lembut mencium kening istrinya, dan kemudian mengecup bib*r ranum milik Arsy. Raska yang mulai merasakan rasa kantuknya pun ikut tertidur pulas disamping sang istri.


Karena merasa sudah cukup untuk istirahat, Arsy terbangun dari tidurnya. Raska yang merasakan sentuhan dari Arsy, dirinya segera membuka kedua matanya. Kemudian menarik tubuh Arsy lalu memeluknya. Raska yang sudah tidak tahan gejolaknya, dirinya tanpa pikir panjang langsung menggendong sang istri untuk pindah ke kamar mandi. Arsy pun hanya pasrah dengan apa yang diinginkan oleh sang suami.


Sesampainya didalam kamar mandi, Raska segera mele*cuti pakaian sang istri dan pakaiannya sendiri hingga benar benar keduanya terlihat polos, kemudian segera melakukan aksi ritualnya. Keduanya terhanyut akan aksinya masing masing hingga merasa puas dan tersalurkan.


Setelah melakukan ritual panjangnya, Raska dan Arsy segera mengenakan pakaiannya dan bersiap siap untuk berangkat ke rumah Aldan.


"Kamu mau menggoda laki laki di luar sana? hemmm... ganti penampilanmu. Dan periksa lagi dari atas sampai bawah." Ucap Rasa sambil memperhatikan penampilan sang istri. Arsy yang merasa dikomentari segera bercermin kembali. Arsy berusaha memperhatikan penampilannya, dan mengoreksinya kembali dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Kamu terlihat sangat cantik, sekarang pakailah pakaian ini. Dan ubah tatanan make up kamu itu." Ucap Raska sambil meninggikan satu alisnya.


Arsy yang melihat sikap Raska dan menunjukkan rasa cemburunya jika sang istri di lirik laki laki lain.


"Ini baru penampilan yang belum dilirik laki laki laki lain aku sudah geram, lalu bagaimana jika kamu benar benar dilirik laki laki lain. Mungkin aku akan melayangkan tinjuanku kearah orang lain." Ucap Raska sambil berkacak pinggang didekat sang istri. Arsy yang melihat ekspresi sang suami hanya menahan tawa.


"Kenapa kamu menahan tawa, apa aku ini seperti pemain sirkus? hemmm terserah kamu sajalah. Cepetan ganti pakaianmu, aku tidak menyukai sesuatu yang terlambat." Pungkasnya, lalu meraih laptopnya dan menyibukkan diri sambil menunggu sang istri selesai bersiap siap.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap siap, Raska segera meletakkan kembali laptopnya diatas meja. Lalu keduanya berangkat ke rumah Aldan.


Dengan pelan, Arsy dan Raska menapaki anak tangga. Dilihatnya sang kakek yang juga sudah rapi, seperti akan keluar pergi entah kemana. Keduanya penasaran dengan kakek Ganta.


"Kakek, rapih begini mau pergi kemana? tidak lagi mencari seorang gadis cantik, kan?" tanya Raska sambil meledek.


"Kamu ini, jadi cucu sukanya ingin serba tahu aktivitas kakek. Malam ini dan untuk beberapa waktu kedepan, kakek mau tidur dirumah paman kamu. Dan ingat! kamu dan istri kamu jangan suka berantem saat kakek tidak ada dirumah." Jawab sang kakek sambil menjewer Raska.


"Iya iya, kek.. aku hanya takut jika kakek akan tergoda dengan seorang gadis yang cantik diluar sana. Karena aku tidak mau tersaingi dengan kakek, itu saja sih." Ucap Raska sambil meringis.


"Kamu tahu, cinta kakek hanya terpaut dengan almarhum nenek kamu. Dan tidak akan ada yang menjadi kedua dihati kakek selain seseorang yang sudah menempati direlung hati kakek, cucuku?" Jawab sang kakek menunjukkan betapa besarnya rasa cinta kakek kepada mendiang sang istri. Agar Raska pun akan mengikuti jejak sang kakek yang begitu tulus mencintai sang istri.


Arsy yang mendengar penuturan dari sang kakek benar benar hatinya tersentuh akan kesetiaan seorang kakek kepada istrinya. Bila dipikir kakek Gantara pun orang yang sangat kaya, tidak jauh berbeda dengan keluarga Wilyam maupun keluarga Danuarta. Hanya saja, keluarga Gantara tidak terekpos oleh media. Kakek Gantara lebih menyukai kesederhanaan dan tidak menunjukkan dirinya orang berada.


Dan sifat kakek Gantara kini melekat pada sang cucu kesayangannya yaitu Raska Gantara. Begitu juga dengan Raska, yang tidak pernah menunjukkan di depan publik atas segala sesuatunya. Dirinya memilih bermain dibelakang layar demi keamanannya dan keluarga kecilnya nanti.


Sedangkan Arsy begitu beruntung bersuamikan seorang Raska, yang kenyataannya bukan orang yang kejam. Meski memiliki sikap dingin, namun itu disaat dirinya belum mengenalnya lebih dekat. Namun, setelah mengenalnya jauh lebih dekat benar benar berbeda dengan sosok Raska yang baru dikenalnya.


"Kakek, jangan lama lama menginapnya. Rumah ini akan terasa sepi lagi pastinya, jika kakek tidak cepat pulang." Ucap Raska sambil merayu.


"Kakek akan segera pulang kalau dirumah ini ada kabar sang junior Raska telah hadir. Kakek akan secepatnya pulang, kamu mengerti?" jawab sang kakek seakan memberi tugas yang cukup berat.


"Baiklah, aku dan istriku akan giat memprosesnya. Agar kakek cepat pulang, dan kakek akan mempunyai teman." Jawab Raska sambil melirik kearah sang istri. Sedangkan Arsy yang di liriknya merasa risih dan menelan salivanya sedikit susah. Kakek Ganta sendiri tersenyum mengembang saat melihat ekpresi Raska dan Arsy.

__ADS_1


"Sudah sudah.. kakek mau berangkat. Jaga diri kalian baik baik, jangan pernah bertengkar." Ucap sang kakek menasehati.


"Baik, kek.." Jawab Raska dan Arsy mengangguk, lalu mencium punggung tangan sang kakek bergantian.


__ADS_2