Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Keputusan yang sangat sulit


__ADS_3

Setelah menerima panggilan dari sang Ibu, Darma begitu cemas dengan keadaan sang istri dirumah. Karena dirinya takut tidak bisa istrinya dengan baik.


Tidak lama kemudian, Darma telah sampai di halaman rumah orang tuanya. Darma segera turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah.


"Mas Darma... sudah pulang? istri mas Darma dimana, kok tidak ikut pulang?" tanya Zelyn yang tiba berada di hadapan Darma dan mengagetkannya. Kedua mata Darma pun tertuju pada penampilan Zelyn yang terlihat begitu menggoda. Darma pun tidak dapat memungkiri akan kelakiannya.


Kenapa wanita ini selalu menggoda kelakianku, apa aku sanggup untuk menahannya. Batin Darma yang semakin panas pernafasannya saat melihat penampilan Zelyn.


"Arsy tidak dapat ikut karena sedang istirahat total." Jawabnya.


"Oooh, aku kira sedang ada masalah. Sehingga mas Darma tidak mengajaknya pulang." Ucap Zelyn.


Sedangkan Darma segera masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaian santainya. Sedangkan Zelyn yang tidak tahu malunya mengikuti langkah Darma sampai didalam kamarnya.


"Mas Darma," panggil Zelyn yang langsung slonong masuk kedalam kamar.


"Ada apa Zelyn?" tanya Darma penasaran.


"Aaah tidak, aku hanya ingin menyiapkan keperluan mas Darma. Siapa tahu saja mas Darma membutuhkan sesuatu." Jawab Zelyn dengan manja.


"Oooh terimakasih, aku kira ada apa." Ucap Darma singkat, dirinya berusaha menjaga perasaan sang istri. Meski sebenarnya sangat menginginkan kehangatan.


Lelaki mana yang tidak tergoda, andai saja aku berhak melakukannya. Sudah aku nikmatinya. Batin Darma yang semakin kacau pikirannya.


"Mas Darma, aku keluar ya." Ucap Zelyn pamit.

__ADS_1


"Silahkan." Jawab Darma singkat.


Setelah itu, Zelyn segera keluar. Rencananya untuk menggoda Darma pun gagal. Dengan perasaan kesal Zelyn menuruni anak tangga.


Sialan, lihat saja nanti. Mas Darma akan ketagihan setelah menikmatinya. Aku tidak akan pernah menyerah, apapun akan aku lakukan. Rencanaku harus berhasil, aku yakin akan berhasil. Batin Zelyn sambil menuju ke kamarnya.


Sedangkan Darma pun sudah mengganti pakaiannya, setelah itu dirinya segera menemui kedua orang tuanya diruang yang dimana selalu dijadikan ruang privat.


Dengan langkahnya menuju ruang privat, tiba tiba melihat penampilan Zelyn yang semakin menggoda. Pakaiannya pun sudah berbeda dari yang barusan bertemu dengannya.


Itu anak cepat sekali mengganti pakaiannya. Bukankah tadi aku baru bertemu dengannya, tapi kenapa lebih terlihat seksi dari yang tadi. Bahkan istriku kalah seksinya, benar benar membuatku tergoda. Siapa yang tidak tergoda jika dirinya terus terusan berada disini. Batin Darma semakin tidak karuan pikirannya.


Darma pun segera menepis pikiran kotornya, dirinya segera masuk ke ruang privat.


"Akhirnya, kamu pulang juga. Duduklah, jangan tegang." Ucap sang Ayah tersenyum mengembang. Darma pun segera duduk, perasaannya bertambah kacau saat memasuki rumah.


"Ada apa Ayah dan Ibu menyuruh Darma untuk segera datang?" tanya Darma.


"Ayah dan Ibu ingin mengatakan sesuatu, Ibu maupun Ayah tetap dengan keputusan yang sudah dibuat. Mau tidak mau kamu harus menyetujuinya." Jawab sang Ayah menjelaskan.


"Maksud Ayah dan Ibu, apa?" tanya Darma yang juga belum mengerti karena pikirannya yang masih kacau.


"Kamu akan segera menikah dalam waktu dekat ini, dan calon istri kamu adalah Zelyn." Jawab sang Ayah dengan serius. Darma pun kaget dan shok.


"Apa...!!! menikah? tidak Ayah, Darma belum siap. Darma tidak berani menyakiti perasaan Arsy, Darma tidak berani menanggung resikonya." Ucap Darma shok dan lemas.

__ADS_1


"Benar, Darma. Kalau kamu terus terusan menunggu kesembuhan istri kamu, sampai kapan?" tanya sang Ibu mencoba memojokkan putranya.


"Tapi.. Ayah.. Ibu... Darma tidak bisa." Jawab Darma yang semakin kacau pikirannya.


"Kamu tidak perlu takut. Bukankah kamu sekarang tinggal dirumah istri kamu, sedangkan Zelyn tinggal dirumah ini. Dan istri kamu tidak bakal curiga denganmu, lagian kamu saja belum pernah menyentuh istri kamu. Sampai kapan kamu akan menahannya? apa kamu tidak merasa tersiksa, sedangkan kamu tidak pernah mendapatkan pelayanan dari sang istri. Kamu bisa menginap dirumah ini dengan bebas, tanpa harus takut dengan istri kamu. Lagian Arsy sudah mengenal Zelyn itu siapa. Jadi pernikahan kamu akan aman, Ibu siapkan semuanya. Dan besok pun kamu akan menikah dirumah Zelyn. Kamu tenang saja, Ayah dan Ibu sudah menyiapkan semuanya." Ucap sang Ibu menjelaskan panjang lebar.


Sedangkan Darma masih diam mematung, dirinya sedang mencerna setiap ucapan dari sang Ibu. Pikirannya pun kacau balau, Darma benar benar shok akan rencana yang sudah diatur oleh kedua orang tuanya.


"Darma permisi, Ayah.. Ibu..." ucap Darma langsung keluar dari ruang privat tanpa ada pertanyaan lainnya.


Kedua orang tua Darma tersenyum puas melihat reaksi putranya tanpa ada penolakan atau amarah.


"Lihat lah, Putra kamu sepertinya akan menuruti kemauan kita. Aku yakin, Darma pasti mau jika disuruh nikah lagi. Mana ada laki laki yang bisa menahannya. Ditambah lagi Zelyn berpenampilan seksi dan menggoda, jadi tidak akan bisa lepas dari godaan Zelyn." Ucap Nyonya Ferly tersenyum mengembang.


"Iya Bu, aku juga yakin. Bahwa Darma tidak bisa menghindar dari permintaan kita berdua. Dan aku yakin, Darma akan memiliki anak seorang laki laki. Dan kita akan mendapatkan 50% dari harta keluarga Gantara. Setelah itu, kita masih mempunyai cara lagi untuk menghancurkan Raska Gantara. Bagiku sangat gampang untuk menyingkirkannya." Ucap sang Ayah penuh bangga.


"Ayah yakin? jika Raska akan dapat kita singkirkan?" tanya sang istri merasa tidak yakin.


"Kenapa tidak yakin, Raska Gantara saja belum bisa mendapatkan seorang istri. Lihat kan? sampai sekarang masih bertahan pada kejombloannya." Jawab Tuan Nugraha sembari tertawa. Begitu juga dengan Nyonya Ferly yang juga tertawa mengejek.


"Benar juga kata Ayah, Raska pasti akan menjadi jomblo abadi. Siapa yang tahan menjadi permaisurinya, sifatnya saja angkuh dan sombong. Bahkan terkenal kejam, mana ada wanita yang mau mendekatinya. Jauh beda dengan putra kita, yang dimana semua wanita mengantri ingin mendapatkan Darma. Sudah tampan, dan juga tajir. Meski masih tajir Raska Gantara, tetapi kita pasti bisa untuk menguasai kekayaan Gantara. Putraku lah yang harus menjadi penerusnya. Bukan Raska." Ucap Nyonya Ferly dengan tawanya yang sombong.


Sedangkan Darma masih dilema didalam kamarnya, perasaannya pun kacau karena memikirkan apa yang telah diucapkan oleh kedua orang tua Darma. Yang dimana dirinya harus menikah lagi demi mendapatkan warisan sebesar 50% dari keluarga Gantara, yang dimana masih dipegang oleh Raska Gantara.


Darma dilema akan nasib sang istri yang masih dirundung kesedihan yang bertubi tubi, Darma pun sudah terlanjur jatuh cinta dengan Arsy. Dan dirinya pun sudah berjanji untuk menjaganya. Namun tiba tiba musibah rumah tangga Darma goyah karena kedua orang tuanya yang mengharapkan harta warisan dari sang kakek.

__ADS_1


__ADS_2