Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Kebenaran yang ada


__ADS_3

Raska yang merasa sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya segera masuk ke kamar yang dimana Darma sudah terlelap dari tidurnya. Arsy pun mengikuti Alia menuju kamar sahabatnya dengan gelisah.


"Kamu kenapa, Arsy. Kamu sakit? atau.. ingin tidur bareng suami kamu?" tanya Alia sambil menebak apa yang sedang Arsy pikirkan.


"Aaah tidak, aku hanya merasa tidak enak hati denganmu. Karena aku sudah banyak merepotkan kamu, sekali lagi aku minta maaf dan aku sangat berterimakasih banyak dengan kamu dan kedua orang tua kamu." Jawab Arsy yang tiba tiba berhenti didepan pintu kamar milik Alia.


"Kita masuk dulu, bicaranya nanti didalam kamar. Tidak baik men bicarakan sesuatu didepan pintu." Ucapnya lalu membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Arsy untuk masuk dan beristirahat di dalam.


Alia segera mengambil baju tidur untuk Arsy sahabatnya, lalu keduanya mengganti pakaiannya. Setelah sudah siap untuk beristirahat, Arsy maupun Alia sama sama merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Keduanya menatap langit langit kamar Alia dengan senda gurau.


Tiba tiba hening... Arsy maupun Alia sama sama diam sejenak.


"Alia, aku ingin berterus terang dengan kamu sebelum kamu kaget mendengarnya. Apakah kamu mau menjadi pendengar setiaku?" tanya Arsy membuka suara di keheningan yang sunyi ditengah malam, dan ditemani hujan yang tidak begitu deras.


"Katakan, dan ceritakan. Aku akan mendengarkanmu dengan setia." Jawab Alia semakin penasaran, karena sedari tadi Arsy selalu membuatnya penasaran. Dari segi bersikap, dan juga berbicara.


"Sebenarnya aku sudah pisah dengan mas Darma." ucapnya terhenti.


"Apa...!! kamu sudah pisah? kenapa? apa laki laki tadi yang membuat hubungan kamu hancur. Apa laki laki tadi sudah merebutmu dari mas Darma? katakan. Kamu jangan membohongiku." Jawab Alia tidak percaya, jika sahabatnya sudah pisah dengan suaminya.


"Kita sudah bercerai, dan mas Darma sudah memiliki seorang istri. Usia pernikahanku tidak bertahan lama, dan Dokter sudah memvonisku. Bahwa aku memiliki penyakit kanker rahim. Sejak pulang dari pesta pernikahanku, aku mengerang kesakitan. Perutku merasakan rasa sakit yang begitu hebat. Dan aku segera dilarikan di rumah sakit, dan disaat itulah rumah tanggaku tengah di uji. Waktu pun telah berganti, semakin hari semakin bermasalah rumah tanggaku.Dan ternyata mas Darma memiliki istri lagi dibelakangku. Aku memergokinya saat mas Darma sedang beradu kasih didalam kamar, yang dimana kamar itu milik aku dan mas Darma. Namun kini hanya sebuah kenangan pahit yang akan aku coba untuk melupakan semuanya." Ucap Arsy yang tanpa sengaja mengeluarkan bulir bulir air mata.

__ADS_1


Alia yang mendengarkannya pun terasa sakit, apalagi yang merasakannya sendiri. Pasti tidak akan bisa untuk menggambarkan perasaannya sendiri, pikirnya.


"Lalu, kenapa kamu bisa meminta tolong dengan sepupu mantan suami kamu? Kenapa kamu bisa datang kesini dengannya? lalu, kenapa mantan suami kamu bisa mabok berat, seharusnya kamu dong?" tanya Arsy memberondong berbagai pertanyaan kepadanya.


"Aku kabur saat itu, disaat aku memandangi suamiku yang sedang berc*nta. Aku muak melihatnya, dan aku putuskan untuk berlari sejauh mungkin. Namun naas, aku menabrak seseorang yang tidak lain adalah temannya Raska. Dan aku telah membuat buah satu ranjang berserakan. Saat itu aku tidak mempunyai siapa siapa, aku hanya sebatang kara. Kedua orang tuaku sudah meninggal, dan disaat aku sedang berduka rupanya mas Darma menikah lagi dengan alasan ada kerjaan diluar kota. Dan sekarang rumah kedua orang tuaku beserta perusahaannya sudah diambil alih oleh pamanku. Dan aku diusirnya, Tuhan pun berkehendak bahwa aku akhirnya dipertemukan dengan gadis kecil yang bernama Hanum. Rupanya Hanum adalah anak asuh Raska. Dan aku diajaknya untuk tinggal bersama anak anak asuh lainnya. Dan situlah aku mengenalnya, dan dia juga adalah calon suamiku." Jawabnya panjang lebar.


Alia yang mendengarkannya pun langsung berganti posisi langsung duduk, begitu juga dengan Arsy yang juga langsung ikut duduk.


"Apa....!! jadi laki laki itu adalah calon suami kamu. Kamu tidak lagi bercanda denganku, kan? katakan!" Ucapnya dengan keras dan juga kaget tentunya.


"Benar, kenapa aku mesti bohong. Kamu tidak perlu bertanya lagi, kenapa dan kenapa. Yang jelas Raska calon suami aku, aku dijodohkan karena permintaan kakeknya. Sudahlah, kamu tidak perlu bertanya tanya lagi denganku. Aku sudah cukup lelah untuk menjelaskannya, biarkan aku beristirahat." Jawab Arsy langsung mengganti posisinya miring ke kanan dan mencoba memejamkan kedua matanya agar bisa tidur pulas.


Benarkah yang dikatakannya itu benar. Batinnya yang berusaha untuk percaya dengan ucapan dari Arsy sahabatnya.


Karena sudah merasa sangat mengantuk berat, Alia pun langsung segera tidur. Dan benar saja, Alia pun tertidur pulas.


****


Dipagi buta, kini Darma maupun Raska masih pulas dengan posisi tidurnya masing masing.


Dengan pelan Darma membuka kedua bola matanya, Darma melihat sekeliling ruangan yang menurutnya sangat asing di penglihatannya. Tangan kanannya pun seperti menyentuh seseorang, Darma pun kaget dibuatnya.

__ADS_1


"Siapa kamu!" teriak Darma yang langsung duduk karena kaget ada seorang laki-laki yang tidur disampingnya. Raska yang mendengar Darma berucap sangat keras membuatnya langsung terbangun dari tidurnya.


"Raska!!" Bentak Darma. Sedangkan Raska masih menyempurnakan posisi duduknya masih sempoyongan karena bangun dari tidurnya.


"Dimana aku, hah!" ucap Darma membentak.


"Kamu berada dirumah sahabat Arsy. Kamu mabuk berat dan tidak sadarkan diri. Dan yang menolong kamu adalah sahabatnya Arsy yang bernama Alia." Jawab Raska menjelaskan.


Karena masih terasa kesal bahkan benci, Darma langsung bergegas bangun dan segera keluar dan pergi.


"Darma! tunggu...!! Kamu jangan egois, kamu bayangkan sendiri jika kamu berada pada posisi mantan istri kamu." Ucap Raska yang semakin geram melihat sikap Darma yang juga belum menyadari kesalahannya sendiri.


Tanpa disengaja, kedua orang tua Alia dan juga Arsy maupun Alia sudah berdiri tidak jauh dari pandangan Raska dan juga Darma. Yang lebih terkejutnya lagi kedua orang tua Alia, yang dimana mendengar ucapan dari Raska bahwa Arsy mantan istri Darma.


"Apa... kalian berdua sudah berpisah? sejak kapan?" tanya ibunya Alia sambil melangkahkan kakinya untuk mendekati Darma.


"Benar, karena permintaan kedua orang tuaku yang harus meninggalkan istriku yang bernama Arsy karena penyakitnya. Arsy mengidap penyakit kanker rahim, aku terpaksa meninggalkannya." Ucap Darma terpaksa menjelaskan.


"Dan aku yang akan menjadi suaminya yang kedua, setelah akta cerai sudah ada, dan juga masa idahnya sudah lewat. Maka aku yang akan menjadi suaminya. Dan aku tidak perduli dengan kondisinya, karena aku yakin bahwa dia memang jodoh untukku." Ucap Raska ikut menimpali.


Semua yang mendengarkannya pun kaget atas penjelasan dari Raska. Detak jantung Arsy pun berdegup sangat hebat, saat mendengar Raska berkata jujur dan tanpa disengaja bahwa Raska telah memperkenalkannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2