
Arsy dan Darma sedang fokus menatap layar laptop milik Raska, yang dimana Raska sedang memutar rekaman CCTV yang didapatkan dari anak buahnya.
Dengan seksama, Arsy dan Darma menatapnya dengan lekat. Kedua matanya sangatlah fokus dengan pandangannya.
Raska melirik kearah Darma dan Arsy yang dimana keduanya terlihat jaraknya yang lumayan cukup dekat. Entah kenapa tiba tiba Raska merasa risih melihat keduanya.
"Minggir, aku yang akan duduk diantara kalian berdua. Agar lebih mudah aku menunjukan videonya." Ucap Raska mengagetkan Arsy dan juga Darma yang benar benar sudah fokus dengan layar laptopnya.
Sedangkan Darma segera menggeser posisi duduknya, supaya Raska bisa duduk ditengah tengah diantara keduanya.
Sepertinya Raska sudah ada buih buih rasa cinta dengan Arsy. Kalaupun tidak ada rasa yang tumbuh, mana mungkin Raska meminta untuk duduk ditengah tengah. Gumam Darma sambil menebak sikap Raska yang mudah untuk ditebaknya.
"Jangan memikirkan yang aneh aneh, aku hanya bersikap adil." Ucap Raska yang berusaha membaca pikiran Darma.
Sedangkan Arsy yang mendengarkannya pun hanya mengumpatkan senyumnya. Arsy merasa banyak yang aneh pada sikap Raska sejak bertemu dengan Darma.
"Jangan tegang dan jangan gegabah, ambil sisi baiknya setelah kalian berdua melihatnya." Ucap Raska mengingatkan kembali.
"Kamu tidak perlu khawatir, keputusanku sudah bulat. Aku akan pergi ke luar negeri, dan aku tidak akan mengganggu kehidupan kalian berdua." Jawab Darma meyakinkan, Raska yang mendengarnya hanya cuek tanpa mengucapkan sepatah katapun untuk Darma.
Detik demi detik menambah durasi lamanya video tersebut membuat Arsy dan Darma tetap fokus pada pandangannya ke layar laptop.
__ADS_1
Tiba tiba kedua bola mata Arsy maupun Darma terbelalak melihat sebuah video yang sangat mengejutkan, Keduanya benar benat tidak menyangka melihat video yang menjijikkan. Detak jantung Darma semakin bergemuruh, nafasnya semakin panas, darahnya terasa mendidih sampai di ubun ubun, rahangnya mengeras dan gigi giginya pun terdengar bergesekan, membuat Darma ingin melenyapkan seseorang yang berada di dalam video tersebut.
Arsy pun terpenganga melihat video tersebut, perutnya saja terasa mual saat melihat adegan yang sangat menjijikkan untuk dilihatnya. Darma maupun Arsy masih melihat kelanjutan video tersebut. Dan lagi lagi keduanya terpenganga melihat kenyataan yang sudah mereka berdua lewati. Arsy benar benar tidak menyangka, jika dirinya benar benar dipermainkan karena penyakitnya oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Darma semakin kesal dan ingin secepatnya melenyapkannya. Lagi lagi dirinya terbelalak melihat video selengkapnya, rupanya kedua orang tuanya ikut dalam perbuatan terkutuk itu, fikir Darma dalam kemarahannya.
Arsy menangis tersedu sedu saat dirinya harus menjadi korban. Arsy benar benar tidak menyangka akan perbuatan kedua orang tua Darma, selalu mertuanya dahulu.
Raska yang melihat Arsy sedang menangis tersedu sedu sangat bingung untuk menenangkan. Ingin memeluknya, namun tidak enak hati dengan Darma. Karena Darma sendiri sedang merasakan sakit sampai di ulu hatinya.
Dengan sigap, Raska langsung menghapus air mata Arsy dengan ibu jarinya dan dengan telunjuknya. Namun tiba tiba sesuatu yang tidak disangka oleh Raska, dengan reflek Arsy langsung memeluk Raska dengan Erat. Raska pun tidak ada penolakan atas sikap Arsy yang dimana dirinya langsung memeluknya.
Darma yang melihatnya pun langsung menepisnya, Darma tidak ingin merusak kebahagiaan Raska yang dimana sebentar lagi akan menikah.
Kenapa aku merasa nyaman berada didekatnya, padahal laki laki ini sangat dingin dan juga kaku. Kenapa tidak ada penolakan saat aku memeluknya, benarkah apa yang dikatakan mas Darma? Gumam Arsy yang masih berada dipelukan Raska.
Karena merasa tidak enak hati, dan juga merasa malu ada Darma yang memperhatikannya. Arsy pun segera melepaskan pelukannya.
"Maaf, aku tidak sengaja. Aku terbawa suasana, sekali lagi aku minta maaf." Ucap Arsy menunduk merasa malu dan juga tidak enak hati. Sedangkan Raska sendiri kembali cuek tanpa menjawab pertanyaan Arsy. Sedangkan Arsy pun tidak merasa kesal akan sikap Raska yang begitu dingin terhadapnya.
Benar benar ini, laki laki. Tadi begitu lembut dan juga perhatian. Terus sekarang tiba tiba langsung berubah menjadi dingin dalam waktu sekejap. Sungguh, aku tidak bisa membayangkan jika aku akan satu kamar dengannya. Tidak...... gumam Arsy sambil membayangkan yang tidak tidak.
"Bagaimana, Darma? apakah kamu akan percaya denganku? Arsy sebenarnya tidak memiliki riwayat penyakit apapun, Arsy sepenuhnya sehat dan tidak memiliki keluhan apapun. Sedangkan Arsy hanya diberi obat mengundang mual dan rasa kram diperut. Dan Aku sudah memecat siapapun yang ikut campur mencelakai Arsy, meski itu Dokter sekalipun." Ucap Raska sambil menatapnya serius.
__ADS_1
"Aku percaya dengan kamu, Raska. aku benar benar tidak menyangka akan ketanggapan kamu terhadap masalah ini. Aku sangat berterimakasih banyak dengan kamu. Aku akan segera menceraikan Zelyn, dan aku akan meminta bukti ini untuk aku jadikan bukti dipengedilan nanti. Apakah kamu menyetujuinya?" jawab Darma dan bertanya.
"Dan kamu, apakah ini gelang kamu?" tanya Darma sambil mengambil gelang disaku celananya. Arsy yang melihatnya pun kaget bukan main.
Gelang yang selama ini dicari carinya rupanya ada pada Raska. Arsy pun menaruh curiga terhadap Raska. Arsy langsung menyambar gelang yang berada di tangan Raska dengan sigap.
"Kamu dapat gelang ini dari mana?" tanya Arsy tidak percaya.
"Kamu sudah aku pantau sejak ada seseorang yang berniat buruk terhadapmu. Kamu berada di rumah sakitku waktu itu, aku adalah pemilik rumah sakit. Tetapi aku bermain layar dibelakang, tidak ada seorang pun yang tahu siapa pemilik beberapa rumah sakit di kota ini. Rumah sakit yang berhubungan dengan kamu, aku sudah memantaunya. Hanya saja aku merasa kurang yakin dengan sosok kamu. Dan aku hanya bisa mengambil milikmu yang tidak lain adalah gelang kamu." Jawab Raska menjelaskan sedetail mungkin.
"Jadi... waktu yang menabrak aku itu, kamu?" tanya Arsy yang masih penasaran.
"Iya, kenapa? mau marah? sepertinya kamu tidak bisa marah denganku. Karena apa? karena kamu sebentar lagi kamu akan segera aku kendalikan." Ucap Raska dibuat tersenyum sinis.
Arsy yang melihat ekspresi Raska langsung mengerucutkan bibir manisnya. Raska yang melihatnya hany mengumpatkan senyuman manisnya.
"Jangan jangan kamu juga tahu penyebab kedua orang tuaku mengalami kecelakaan, iya, kan?" ucap Arsy berusaha menebak.
"Sok tahu, memangnya aku ini detektif, hah? kurang kerjaan sekali. Aku pun punya pekerjaan sendiri, kenapa mesti menjadi detektif." Jawabnya cuek seakan tidak perduli dengan pertanyaan dari Arsy.
Sedangkan Arsy merasa geram dengan sikap Raska yang benar benar susah untuk ditebaknya. Arsy sendiri pasrah dengan sikap Raska terhadapnya.
__ADS_1