
Darma yang masih beristirahat karena pikirannya yang begitu berat untuk dipecahkan permasalahannya. Yang dimana dirinya dalam keadaan yang benar benar sangat bimbang untuk memilih. Satu sisi Darma sangat mencintai Arsy, disatu sisi lainnya Darma menginginkan ada yang melayaninya.
Darma berusaha mengatur pernapasannya, agar dirinya tidak lagi dalam kebimbangan.
Aku ingin hidup bersama Arsy untuk selamanya, namun Arsy tidak bisa melayaniku. Apa iya aku harus menikah lagi, dan apakah pernikahanku akan tertutup rapat. Tapi aku rasa tidak mungkin, suatu saat nanti pasti akan terbongkar jika aku menikah lagi. Tetapi jika aku tidak menikah lagi, lalu apakah aku harus menjadi bujangan terus terusan sampai tua? iya kalau Arsy bisa disembuhkan, jika tidak? apa jadinya nasibku. Batin Darma sambil menatap langit langit kamarnya.
"Kak Darma... hayooo melamunin siapa? pasti Zelyn yang seksi, kan?" goda Yona sambil duduk di dekat sang kakak. Sedangkan Darma hanya tersenyum tipis.
"Kak Darma kenapa tersenyum? pasti benar dugaan Yona. Bahwa kak Darma sedang membayangkan menjadi suami istri." Ucap Yona memancing pikiran kakaknya.
"Sok tahu kamu, kak Darma hanya cinta dengan Arsy. Kamu kenapa begitu ngotot agar kakak dekat sama Zelyn? apa kamu juga dikomporin sama Ibu dan Ayah?" jawab sang kakak dan bertanya balik.
"Iya, aku lebih suka dengan Zelyn. Anaknya baik, dan juga tidak memiliki riwayat penyakit seperti kak Arsy. Memang sih, lebih cantik kak Arsy. Tetapi punya penyakit ganas, dan juga susah sembuhnya. Lalu untuk apa manjadi istri kakak? memang kakak mau menjadi bujang berkepanjangan? tidak, kan?" Ucap Yona yang masih menjadi kompor untuk kakaknya.
"Benar juga kata kamu, Yona. Kakak akan pertimbangkan lagi," jawab Darma sambil berbaring.
"Gitu dong, kak.. percaya deh sama Yona, kak Darma pasti tidak menyesal untuk menjadi suami Zelyn. Anaknya juga cantik, memiliki badan yang berisi dan juga seksi. Kakak pasti tergoda dengannya. Tau tidak kak, Zelyn itu sangat mencintai kakak. Tapi dari dulu kakak selalu acuh dengannya. Coba dari dulu kakak jatuh cintanya dengan Zelyn. Pasti tidak serumit ini, tapi beruntungnya kakak belum melakukannya dengan istri kakak." Ucap Yona semakin membuat panas pernafasannya.
Sadangkan Darma kemudian terdiam, mencoba mencerna setiap ucapan dari sang adiknya.
"Kalau begitu, Yona pamit keluar. Yona mau menyampaikannya kepada Ayah dan Ibu." Ucap Yona berpamitan.
"Yona, tunggu. Kamu mau kemana? jangan mengatakannya dulu." Pinta Darma, karena takut dirinya akan terjebak dalam perasaannya karena dilema akan setiap ucapan demi ucapan dari sang Ayah dan Ibu dan juga Yona.
__ADS_1
"Kakak tidak perlu khawatir, sekarang kakak tinggal persiapkan malam pertama dengan Zelyn. Karena Besok kakak akan segera menikah. Soal kak Arsy biar Yona yang akan menemaninya tinggal di rumahnya. Kakak tinggal mengatakan sedang ada urusan bisnis diluar kota. Nanti Yona yang akan menemani kak Arsy selama kakak menikmati bulan madunya." Jawab Yona semakin membuat kakaknya tergoda. Karena Darma tidak dapat memungkiri akan keinginannya untuk dilayani.
Jantung Darma bergemuruh tidak karuan, perasaannya pun ikut terhanyut hanya karena keadannya yang di mana harus bersabar. Namun, karena rasa sabarnya sudah memudar, Darma seolah seperti hilang ingatan.
Tidak lama kemudian, Darma segera bersiap siap untuk pulang. Tiba tiba dirinya teringat akan istrinya, yang dimana dari tadi dilupakan dalam ingatannya.
Maafkan aku, sayang... aku terpaksa menuruti permintaan kedua orang tuaku. Aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu. Maafkan aku yang juga butuh seorang istri yang dapat melayaniku dengan baik. Mungkin ini akan menyakitkan, namun aku harus bagaimana untuk melampiaskannya. Aku juga laki laki normal, dan aku sendiri tidak dapat memungkirinya. Batin Darma sambil bercermin.
Tiba tiba Yona kembali menemui sang kakak yang masih berada didalam kamar.
"Kak Darma, mau kemana?" tanya Yona basa basi, meski sebenarnya dirinya mengetahui jika kakaknya mau pulang kerumah istrinya.
"Kak Darma mau pulang, karena kakak takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sama Istri kakak. Memangnya ada apa,Yona? apa ada yang mau disampaikan ke kakak?" jawabnya dan bertanya balik.
"Kak Darma tidak usah pulang, biar Yona saja yang akan kerumah kak Arsy. Yona yang akan menemani kak Arsy. Kakak cukup menelponnya saja, jika kak Darma ada jawdal di luar daerah kan tidak akan ketahuan." Ucap Yona penuh semangat, sedangkan Darma hanya bisa pasrah.
"Kakak jangan mengganti pakaian dulu, jadwal malam ini kakak yang mengantar Zelyn untuk pulang. Karena besok kak Zelyn harus bersiap siap untuk menikah." Ucap Yona mencoba mempengaruhi sang kakak.
"Kan ada supir, kenapa tidak pak supir saja." Jawabnya, singkat.
"Sudahlah, cepetan kak Darma segera keluar." perintah Yona.
Darma pun hanya nurut saja apa yang diperintahkannya untuk dirinya, karena jika menolaknya yang ada bisa was was. Pikirnya.
__ADS_1
Setelah itu, kini Darma segera keluar dari kamarnya.
Zelyn yang sedari tadi sudah siap untuk berangkat pulang sambil menunggu jemputan.
Tidak lama kemudian Darma sudah berada diruang tamu, dan dilhatnya Zelyn yang terlihat semakin menggoda. Jantung milik Darma pun berdegup sangat kencang saat melihat sesuatu yang membuatnya terasa sakit.
"Apakah kamu sudah siap untuk pulang?" tanya Darma basa basi.
"Iya, mas..." jawabnya singkat.
"Baiklah, ayo aku antarkan kamu sampai dirumah." Ajak Darma lalu segera keluar dan menuju mobil, Zelyn pun tersenyum mengambang karena sebentar lagi bisa memilki Darma sepenuhnya.
Aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan emas ini. Aku harus pergunakan dengan sebaik mungkin. Batin Darma yang semakin tidak karuan.
Kini keduanya telah berada didalam mobil. Suasana didalam sangatlah hening, Darma yang sedang fokus dengan setirnya dan pandangannya lurus kedepan.
Darma sesekali menengok ke arah Zelyn, karena Darma juga serasa ingin menatap Zelyn dengan lekat.
"Kenapa kamu mau menjadi istri keduaku? bukankah masih banyak laki laki yang masih sendiri dan juga takdir." Jawab Zelyn berusaha sebaik mungkin.
"Aku hanya mencintai mas Darma dari dulu, dan aku tidak ingin berpisah dengan mas Darma. Apakah mas Darma mau menerima cinta Zelyn?" tanya Zelyn memastikan.
Sssttt... Darma segera mematikan mesin mobilnya.
__ADS_1
Ditengah jalan yang begitu sunyi, hanya berdua didalam mobil. Darma kemudian menatap lekat wajah Zelyn dengan jarak yang sangat dekat. Darma memegangi kepalanya, dan mendekatkan wajahnya semakin dekat.
"Bersabarlah, buat aku jatuh cinta denganmu. Dan buat lah aku tergila gila denganmu." Ucap Darma lirih, sedangkan Zelyn tersenyum penuh kemenangan. Karena hanya tinggal satu langkah lagi Zelyn akan memiliki Darma sepenuhnya.