
Alia masih bengong saat melihat seorang laki laki yang sedang berdiri dibelakang Arsy. Membuat Alia terkesima melihat sosok laki laki yang sangat tampan.
"Alia... kamu kenapa melamun? aku tidak suruh masuk?" tanya Arsy membuyarkan lamunan Alia sambil melambai lambai tangannya didepan wajah Alia. Sontak saja, Alia pun kaget dibuatnya.
"Arsy... aku kangen banget sama kamu, bagaimana kabar kamu?" sapa Alia langsung memeluk Arsy. Sedangkan Raska yang melihatnya hanya mengernyitkan dahinya.
Segitukah jika bertemu dengan orang yang sudah lama tidak bertemu? aaaaah semua wanita juga begitu. Gumam Raska yang masih mematung diri sambil melihat tingkah Arsy dan Alia.
Arsy pun langsung melepaskan pelukan dari Alia, kemudian Alia mengajaknya Arsy dan Raska untuk segera masuk ke dalam. Sedangkan Alia pergi kedapur untuk membuatkan minuman.
Arsy maupun Raska segera duduk, keduanya celingukan disetiap sudut ruangan. Tiba tiba keduanya dikagetkan dengan seseorang yang tidak asing bagi Arsy.
"Tante... paman.."'seru Arsy memanggil dan langsung berdiri, kemudian segera mendekati kedua orang tua Alia dan mencium punggung tangannya satu persatu.
"Sudah lama sekali kamu tidak pernah datang kerumah ini, Arsy.... apa kamu tidak merindukan kita semua." Ucap Ayah Alia tersenyum.
"Iya, sejak kamu menikah sudah tidak pernah main kerumah ini, dan kamu tidak pernah memberi kabar kepada kami. Apa karena sudah menjadi Nyonya Darma?" ucap ibunya Alia meledek. Sedangkan Raska tiba tiba kaget saat mendengar sebutan nyonya Darma untuk Arsy. Namun Raska segera menepis pikiran konyolnya.
"Hayo... lagi membicarakan aku ya?" ucap Alia mengagetkan.
"Tidak, kita sedang mengobrol biasa. Oh iya, ayo kita. Kamu datang kesini dengan siapa?" ajak ibunya Alia dan bertanya sambil melangkahkan kakinya menuju tempat duduk.
__ADS_1
Arsy yang mendengar pertanyaan dari ibunya Alia bingung untuk menjawabnya. Alia tidak mungkin akan menjawab jujur, bahwa Raska adalah calon suaminya.
Arsy masih diam dan merasa sangat bingung atas pertanyaan dari ibunya Alia. Dirinya segera duduk didekat Raska sambil mengatur pernafasannya. Raska yang melihat ekspresi Arsy merasa kasihan, yang dimana Arsy terjebak dari pertanyaan yang diberikan ibunya Alia.
Kedua orang tua Alia segera duduk didepan Raska, namun tiba tiba ayah Alia terkejut saat melihat seseorang yang berada dihadapannya.
"Tuan Raska.. benarkah?" ucap ayah Alia kaget. Begitu juga yang lainnya ikut kaget mendengarnya.
"Pak Anton.." seru Raska yang juga kaget.
"Jadi... rupanya kamu yang datang bersama Arsy. Pantas saja, aku kira siapa laki laki yang bersama Arsy. Rupanya kamu, kebetulan sekali kita bisa bertemu." Ucapnya tersenyum mengembang.
"Iya, aku diminta untuk mengantarkan Arsy kerumah sahabatnya. Ditambah lagi, katanya ada sesuatu yang penting. Maka aku sempatkan untuk mengantarkan Arsy kemari, dan tidak tahunya dirumah bapak Anton." Jawab Raska menjelaskan.
"Memangnya kamu siapanya Arsy? dan kenapa kamu mengenal suamiku?" tanya ibunya Alia penasaran.
"Tuan Raska adalah Bos Papa, Ma... tuan Raska adalan cucu dari keluarga Gantara. Yang tidak lain sepupunya Darma, suami Arsy." Jawab pak Anton menjelaskan, sedangkan ibunya Alia dan Alia pun shok dan juga kaget. Tenyata yang bersama Arsy adalah cucu dari keluarga Gantara. Pewaris tunggal dari keluarganya.
"Oooh pantas saja, Arsy diantar oleh kamu. Aku kira kakaknya Arsy yang sudah lama hilang dan kini sudah kembali. Rupanya sepupunya Darma suami Arsy." Ucap ibunya Alia tersenyum mengembang.
Wah.... ternyata jodoh tidak kemana. Bagaimana kalau aku meminta Arsy untuk mendekatkan Alia dengan sepupunya Darma. Siapa tahu saja berjodoh, orang yang sangat kaya lagi. Ditambah memiliki perusahaan, kapan lagi kesempatan itu akan datang. Kalau bukan dimulai dari sekarang waktunya. Gumam ibunya Alia merasa senang.
__ADS_1
"Kak Reno sampai saat ini pun belum juga ditemukan, sudah berbagai cara untuk mencarinya namun tidak ada titik terang. Aku pasrah, tante... jika kami masih diberi waktu untuk bertemu entah kapan itu waktunya, aku pasti sangat bahagia." Jawab Arsy bersedih, dirinya teringat masa masa bersama dengan sang kakak. Namun kini tinggallah sebuah cerita dan kenangan.
"Kamu yang sabar, mungkin belum saatnya kalian untuk bertemu. Bersabarlah, dan jangan pernah putus asa." Ucap pak Anton meyakinkan. Arsy hanya mengangguk sambil menunduk, tanpa diminta Arsy menitikan air matanya hingga membasahi kedua pipinya.
Raska yang berada didekatnya pun melihat Arsy bersedih. Kemudian dengan reflek, Raska langsung menghapus air mata Arsy dengan ibu jarinya dengan lembut.
"Jangan menangis," ucap Raska sambil mengusap air mata Arsy. Sedangkan Arsy hanya mengangguk.
Semua yang melihatnya pun melongo karena kaget akan sikap Raska kepada Arsy. Semua saling pandang mencoba mencerna maksud dari sikap Raska kepada Arsy.
Kenapa laki laki ini begitu perhatian dengan Arsy? apa iya, mas Darma bertengkar dengan Arsy karena laki laki ini. Sampai sampai mas Darma mabuk dan tidak terkendali. Aku masih ingat dengan ucapan ucapan dari mas Darma untuk laki laki. Apa iya, laki laki ini yang dimaksud dengan ucapan mas Darma. Sikapnya sih sangat mencurigakan, kenapa bisa bisanya menghapus air mata Arsy. Dan aku lihat sepertinya ada gejolak cinta dengan laki laki ini terhadap Arsy. Gumam Alia mencoba menerka nerka.
Wah.... dengan istrinya Darma saja sangat perhatian, apalagi nanti dengan istrinya sendiri. Aku semakin yakin, kalau laki laki ini sangat baik. Aku tidak salah lagi menjadikan laki laki ini untuk menjadi suami Alia. Pokoknya laki laki ini sangat sempurna, dan dapat mengangkat derajat keluargaku ini. Aku pun sudah sangat capek hidup pas passan. Gumam ibunya Alia merasa sangat senang.
Setelah selesai menghapus air matanya Arsy, Raska kembali ke posisi semula. Sedangkan kedua orang tua Alia maupun Alia sendiri langsung mengubah ekspresi wajahnya, agar tidak terlihat seperti orang yang keheranan melihat sikap Raska terhadap Arsy.
"Oh iya, Pak. Sebenarnya ada apa dengan putri bapak, soalnya kata Arsy ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan untuk Arsy." Tanya Raska yang sudah tidak sabar ingin mengetahuinya, karena dirinya paling tidak suka membuang buang waktu yang tidak ada gunanya.
"Iya, Alia. Tadi kamu menelfonku ada apa? katanya akan ada sesuatu yang akan kamu bicarakan. Katakanlah, dan ceritakan semuanya. Siapa tahu aku bisa membantunya." Tanya Arsy penuh rasa penasaran.
"Iya Arsy, akan aku jelaskan semuanya dengan kamu. Tapi aku minta sama kamu untuk tidak salah paham denganku. Sebenarnya...." jawab Alia berhenti berucap, dirinya masih ada rasa takut dan juga cemas.
__ADS_1