
Arsy yang sedang berada di kamar mandi tidak menyadari jika sang suami sudah berada didalam kamar. Sedangkan Raska masih pada posisinya duduk disofa sambil menunggu Arsy keluar dari kamar mandi.
Saat Arsy keluar, dilihatnya sang suami yang sudah berdiri didepan pintu kamar mandi. Arsy pun kaget dibuatnya, dan ditambah lagi merasa canggung saat sang suami memperhatikannya.
"Minggir, aku mau lewat." Ucap Arsy sembari menunduk untuk menutupi rasa malu dan juga canggung.
"Kalau aku tidak mau minggir." Jawabnya yang juga ikutan menunduk, karena tubuhnya yang tinggi.
"Aku akan menabrakmu." Ucapnya yang masih pada posisinya.
"Lakukan." Jawab Raska yang masih menghadang Arsy.
"Aku bilang minggir, aku tidak mau kakek dan kak Reno salah mengartikan." Ucap Arsy yang semakin geram dan mendongakkan wajahnya, hingga keduanya beradu pandang satu sama lain.
"Baiklah, tunggu aku ganti baju." Jawab Raska yang kemudian masuk ke kamar mandi. Sedangkan Arsy langsung bergegas untuk merapihkan penampilannya. di depan cermin, Arsy memandangi dirinya sendiri sambil menyisiri rambutnya.
Entah ada angin apa, Raska tiba tiba berada dibelakang Arsy tanpa ia sadari.
"Jangan terlalu cantik, aku tidak menyukainya. Meski Aldan adalah kakak kamu, tetapi dia bukan kakak kandung kamu." Bisiknya didekat telinga istrinya.
Arsy yang mendengarkan ucapan dari Raska tiba tiba tercengang, ucapannya benar benar diluar pikirannya. Arsy baru menyadari jika yang diucapkan Raska benar. Bahwa dirinya tidak ada hubungan darah dari sang kakak.
Arsy membalikkan badannya hingga keduanya saling berhadapan.
"Maaf, aku lupa akan hal itu." Jawab Arsy merasa malu, dirinya teringat saat merangkul sang kakak dari belakang.
"Sudahlah, ayo kita turun. Kakek dan Aldan pasti sudah menunggu kita, nanti keburu hambar sarapannya." Ajak Raska mencari alasan, agar dirinya tidak semakin menggebu terhadap istrinya. Raska pun segera keluar dari kamarnya, karena tidak enak jika sampai menunggunya lama.
__ADS_1
"Tunggu," seru Arsy menghentikan langkah Raska yang sudah berada diambang pintu.
"Aku minta maaf soal kejadian tadi, aku tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Arsy yang merasa belum diberi maaf dari sang suami.
"Aku tidak merasa kamu punya salah, untuk apa kamu meminta maaf denganku. Sudahlah, ayo kita turun." Jawab Raska yang kemudian keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Arsy pun segera mengejar langkah suaminya.
"Aku kira kamu akan ketiduran, rupanya sudah turun. Hampir saja aku akan mengganggu kalian berdua." Ucap Aldan meledek, Raska sendiri hanya cuek dan tidak perduli dengan ucapan dari Aldan. sedangkan Arsy merasa malu dibuatnya.
"Duduklah, ayo kita sarapan bersama." Ucap sang kakek yang juga ikut menimpali. Arsy maupun Raska segara duduk dengan rapi.
Arsy dengan telaten mengambilkan porsi makan untuk sang suaminya seperti biasanya. Yang dimana Arsy menyiapkan makanannya dan Arsy yang memasaknya sekaligus mengambilkannya dan juga menyuapinya seperti saat di hari pernikahannya. Namun kini Raska mengulanginya kembali tanpa ada rasa malu terhadap sang kakek dan juga Aldan sahabatnya.
Aldan yang memperhatikannya pun hanya tersenyum melihat sang adik yang begitu perhatian dengan suaminya.
Aku kira aku bisa memilikinya, rupanya Raska yang lebih beruntung. Gumamnya sambil menikmati sarapan paginya.
Sedangkan Raska tiba tiba menghentikan Arsy yang mau mengambil porsi sarapan pagi untuknya. Arsy sendiri bingung dibuatnya, dirinya pun merasa takut jika tengah melakukan kesalahan.
Arsy pun tercengang saat Raska menunjukkan sifat manjanya didepan sahabatnya dan sang kakek tanpa merasa malu. Arsy terpaksa melakukannya demi sang suami tidak banyak komentar, dengan telaten Arsy menyuapi sang suami dan dirinya sendiri secara bergantian.
Arsy yang tidak ingin beradu argumen hanya nurut saja dengan apa yang dimintai oleh sang suami.
Aldan dan kakek yang merasa sudah terasa kenyang segera pindah dari ruangan makan. Kini tinggallah Arsy dan Raska yang masih berada di ruangan tersebut sambil menikmati sarapan paginya.
Tiba tiba kedua mata Raska tertuju di sudut bibir Arsy yang terdapat sisa makanan pada sudut bibirnya. Dengan sigap Raska mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan Arsy, kedua tangannya pun berada dipundak istrinya. Raska menatap lekat wajah istrinya, keduanya saling beradu memandang. Arsy pun terbawa suasana yang benar membuatnya melupakan segalanya. Tanpa pikir panjang, Raska segera mengambil sisa makanan disudut bibir Arsy dengan bib*rnya penuh kelembutan.
Arsy tercengang dan membelalakan kedua bola matanya, Arsy benar benar tidak menyangkanya jika Raska melakukannya dengan sangat lembut. Raska sendiri tanpa merasa bersalah, dirinya tetap bersikap biasa biasa saja. Raska tetaplah Raska yang tetap cuek terhadap istrinya, meski baru saja dirinya mencium Arsy tanpa rasa canggung dan malu.
__ADS_1
"Lain kali kalau makan jangan buru buru, jadi tidak ada makanan tersisa disudut bibirmu." Ucapnya datar dan kemudian langsung bergegas bangun dari tampat duduknya dan segera menemui sang kakek dan Aldan sahabatnya.
"Lelaki aneh sepanjang hidupku, setelah mendapatkan yang dia mau tiba tiba berubah begitu saja sikapnya. Aku ini dianggap apa, mungkinkah akan terus begini?" gerutu Arsy kemudian mengerucutkan bibirnya.
Setelah selesai sarapan pagi, Arsy segera masuk kedalam kamar. Dirinya bingung untuk melakukan aktivitasnya, yang tiba tiba dirinya merindukan suasana di Asrama anak anak asuh suaminya.
Sedangkan Raska masih bersantai dengan Aldan dan sang kakek bersenda gurau.
"Raska, aku pamit pulang. Terimakasih atas jamuannya dipagi hari, dan terimakasih atas kebaikan kamu dengan Ella adikku. Aku titip dia, jaga dan sayangi dia sebagai istrimu. Dan jangan lupa, ajak istrimu main kerumah. Akan aku perkenalkan dengan kedua orang tuaku." Ucap Aldan berpamitan memberi pesan.
"Kamu tenang saja, akan aku jaga dengan baik. Salam buat kedua orang tua kamu, akan aku usahakan main kerumahmu." Jawab Raska yang kemudian tersenyum.
"Aldan pamit pulang ya, kek.. semoga kakek selalu diberi kesehatan. Aldan titip adik Aldan ya, kek.." Ucap Aldan berpamitan dan kemudian mencium punggung tangan sang kakek.
"Kamu tidak perlu khawatir, ada Raska yang akan menjaga adik kesayangan kamu." Jawab sang kakek dan tersenyum mengembang. Aldan pun segera pergi meninggalkan rumah kakek Ganta.
Setelah kepergian Aldan, Raska maupun kakek kembali ke kamar masing masing. Sedangkan Raska tiba tiba kaget mendapati Arsy yang sedang sibuk bersiap siap.
"Rapi sekali, mau kemana?" tanya Raska penasaran.
"Aku ingin ke asrama anak anak, aku sudah rindu dengan mereka semua. Apakah aku diizinkan untuk pergi?" jawab Arsy dan bertanya dengan memasang wajah memelas.
"Ada syaratnya." Jawabnya singkat.
"Apa syaratnya?" tanyanya.
"Syaratnya aku ikut." Jawabnya asal.
__ADS_1
"Oooh itu pasti, karena aku tidak mau pergi jika sendirian." Jawabnya beralasan.
Aku kira aku akan pergi sendiri, ternyata ada dramanya lagi. Hah! gumamnya sambil senyum paksa.