
Di kediaman Almarhum tuan Kesuma, Arsy dan Yona sedang menikmati cemilan yang dibuat oleh pelayan rumah Arsy.
"Kak, sepertinya besok aku ada acara di kampus. Jika Yona tidak tidur dirumah ini besok malam, bagaimana?" tanya Yona sambil menikmati cemilannya.
"Tidak apa apa, kakak tidak mempermasalahkannya. Karena masih ada pelayan lainnya yang bisa dijadikan teman untuk menemani kakak tidur." Jawab Arsy yang juga sedang menikmati cemilannya.
"Oh iya, bagaimana kalau malam ini kita makan diluar saja kak. Bagaimana? mau ya..." ajak Yona merayu.
"Boleh, kemana?" tanya Arsy sambil menyeruput teh hangatnya.
"Bagaimana kalau di Restoran yang terkenal di kota ini, Restoran Merpati Jaya. Bagaimana menurut kakak?" jawab Yona sambil menyebutkan nama Restoran.
"Ooooh... Restoran Merpati Jaya. Baiklah, kakak juga penasaran. Kakak jarang makan keluar, karena dulu Mamanya kakak selalu menghidangkan makanan hasil masakan Mama. Entah kenapa masakan mama tidak kalah jauh dengan masakan di Restoran." Ucap Arsy.
"Kalau begitu kita bersiap siap yuk, kak.. agar tidak kemalaman. Tahu tidak kak, pemilik Restoran Ganteng banget. Pokoknya bikin meleleh, tapi sayangnya sudah menikah. Dan tidak ada yang berani memasuki kepribadian keluarga Danuarta. Jadi... meski istrinya dari keluarga tidak punya sekalipun, tetap saja tidak bisa disingkirkan." Ajak Yona dan memberitahu tentang keluarga pemilik Restoran.
"Iya, kakak juga sudah tahu soal itu. Tidak hanya keluarga Danuarta, keluarga Wilyam juga sama halnya. Semoga saja aku bernasib baik seperti menantu menantu dari keluarga Danuarta dan keluarga Wilyam." Jawab Arsy, sedangkan Yona merasa tersinggung akan ucapan dari Arsy. Seakan dirinya merasa tertuduh akan rahasia yang disembunyikan oleh Yona.
"Semoga saja ya, kak.. buktinya kak Darma tidak jauh beda kasih sayangnya seperti pemilik Restoran." Ucap Yona sedikit gugup.
"Kalau begitu, kakak mau masuk kamar dan mau mengganti pakaian kakak. Setelah itu kita berangkat ke Restoran yang kamu pilih." Jawab Arsy yang langsung bergegas pergi meninggalkan Yona yang masih duduk santai di taman belakang.
Tidak lama kemudian, Arsy dan Yona sudah bersiap siap untuk berangkat. Sedangkan Yona sudah duduk diruang tamu sambil menunggu Arsy keluar dari kamarnya.
"Kamu sudah siap, Yona?" tanya Arsy sambil merapikan penampilannya.
"Sudah kak, ayo kita berangkat." Ajak Yona sambil menggandeng Arsy sampai didepan mobil. Setelah itu, Arsy dan Yona masuk kedalam mobil.
Didalam perjalanan keduanya asik mengobrol tentang wanita. Arsy maupun Yona tertawa riang saat bersenda gurau.
__ADS_1
Nikmatilah kecerian kamu ini, kakak ipar... karena sebentar lagi kamu akan menangisi kebahagian kamu yang telah hancur. Batin Yona sambil senyum mengumpat.
Tidak lama kemudian, mobil yang ditumpangi Arsy dan Yona telah sampai diparkiran. Kemudian keduanya segera turun, dan dilihatnya begitu ramai Restoran Merpati Jaya. Pikir Arsy sambil celingukan sana sini.
"Kak, Ayo kita masuk." Ajak Yona sambil menarik pelan tangan Arsy, lalu keduanya masuk dan memilih tempat duduk. Tiba tiba pandangan Yona tertuju pada seseorang yang tidak asing baginya.
Bukannya itu kak Raska? tumben sekali aku melihatnya. Biasany tertutup dan tidak suka keluar rumah. Apa... mengikutiku? aaah tidak mungkin, bisa saja ada pertemuan dengan temannya. Batin Yona yang kaget saat melihat saudara sepupunya berada di Restoran.
"Kak Arsy, Yona tinggal sebentar ya... Yona mau kebelakang. Pesanan kita sama juga tidak apapa kok, kak." Ucap Yona beralasan.
"Tidak apa apa, silahkan." Jawab Arsy yang kemudian memesan menu makanan.
Sedangkan Yona tiba tiba sudah duduk di depan sepupunya. Raska pun tidak mempedulikannya.
"Kak Raska, tumben nongol di Restoran, ada keperluan apa kak?" tanya Yona mengagetkan.
"Aku tidak mau ikut campur urusan orang dewasa." Jawab Yona beralasan, namun dirinya tidak sadar kalau sudah mengajak kakak iparnya pergi ke Restoran.
"Oooh baguslah, kalau kamu mengerti tentang tidak ikut campur urusan orang lain. Lantas itu siapa yang bersama kamu? hah!" Ucap Raska sedikit membentak.
"Ooh.. tidak apa apa. Aku hanya disuruh saja, tidak lebih. Percuma juga aku membantah, yang ada aku mendapatkan amuk dari ibu dan
ayah. Kak Raska tahu sendiri, kan? bagaimana ayah dan ibuku jika sudah mempunyai keinginan?" jawab Yona membela diri. Namun sayangnya Raska bukanlah orang yang mudah untuk percaya.
"Pergilah, aku tidak ingin ditemani kamu. Aku sedang ada pertemuan, cepatlah pergi." Perintah Raska dengan ketus.
"Baik, aku akan segera pergi." Jawabnya kemudian langsung pergi meninggalkan Raska. Sedangkan Raska sendiri sedang menunggu seseorang yang sudah dibuat janji untuk bertemu di Restoran.
Yona yang nampak bingung akan Raska yang tiba tiba berada di Restoran yang dimana dirinya pun di Restoran yang sama.
__ADS_1
"Yona, kamu sedang memikirkan apa?" tanya Arsy penasaran.
"Aaah tidak, Yona hanya sedang teringat sesuatu yang harus dibawa bepergian acara di Kampus." Jawab Yona berbohong.
"Oooh, kakak kira ada masalah apa. Soalnya wajah kamu terlihat sangat cemas, jadi kakak khawatir dan takut ada apa apa dengan kamu." Ucap Arsy sambil menikmati makanannya.
"Kakak tidak perlu khawatir dengan Yona, dan terimakasih atas perhatian dari kakak. Yona sangat beruntung memiliki kakak ipar yang begitu perhatian dengan Yona." Jawab Yona beralasan dan berusaha tersenyum.
"Ternyata masakan di Restoran ini sangat menggugah selera, ya Yona... pantas saja banyak pengunjungnya. Sudah harganya terjangkau, rasanya juga nomor satu. Pasti kokinya sangat berkelas." Ucap Arsy memuji.
"Iya, kak.. dan kakak tahu tidak, kalau Restoran ini setiap sebulan sekali berbagi gratis untuk anak anak jalanan dan anak panti asuhan, dan juga anak yatim piatu maupun orang orang yang tidak punya." Jawab Yona menjelaskan.
"Oooh pantes saja. rizkinya terus mengalir. Benar benar orang sukses dan dermawan." Ucap Arsy yang masih menyapu piringnya dengan sendok.
Setelah merasa sudah kenyang, Arsy segera membayarnya.
"Kak, kakak mau kemana?" tanya Yona penasaran.
"Kakak mau membayar." Jawab Arsy.
"Biar Yona saja, kak. Anggap saja, Yona mentraktir kakak malam ini." Ucap Yona berusaha tersenyum.
"Benar nih... baiklah terimakasih ya, Yona.." jawab Arsy tersenyum. Kemudian keduanya ke kasir bersama dan setelah itu segera kembali pulang ke rumah Arsy.
Masih seperti yang tadi, Arsy dan Yona bersenda gurau didalam mobil. Yona yang melihat kakaknya bisa tersenyum lepas, Yona hanya bisa senyum mengumpat.
Tertawalah karena senda gurauan, tapi setelah ini akan menjadi air mata untukmu. Selamat menikmatinya kakak ipar... batin Yona yang merasa puas akan keadaan Arsy.
Tidak lama kemudian, mobil yang ditumpangi Arsy dan Yona kini telah sampai di depan rumah. Keduanya segera turun lalu masuk ke rumah dan segera istirahat.
__ADS_1