
Darma bersama sang istri masih berada dibelakang rumah, keduanya mulai merasa jenuh karena belum mempunyai aktivitas yang padat.
Vina yang merasa bingung untuk melakukan aktivitasnya, memilih untuk berpikir sejenak.
"Sayang, kamu ngapain? udah kek banyak hutang saja kamu ini. Jangan banyak melamun di jam segini, bagaimana kalau kita pergi ke kebon sayuran? biar kamu tidak jenuh."
Raut wajah Vina mendadak berbinar saat sang suami mengajak dirinya untuk pergi ke kebon sayuran.
"Kamu serius? nanti bohong, lagi."
"Serius lah, memangnya kapan aku perna bohong? hem."
"Hem, mendadak lupa." Sindir Vina dibuat cemberut.
"Ya itu kan, biar bisa dapetin kamu. Kalau aku berkata jujur dari awal, belum tentu juga kamu mau menerima aku yang sudah menduda dia kali."
"Tapi kan,"
"Jangan bahas masa lalu lagi, aku sudah bahagia bersama kamu. Jadi, jangan pancing emosi dan harus mengingat masa lalu. Arsy memang istri pertamaku, tapi tidak untuk diingat kembali. Aku sudah mempunyai kamu yang jauh lebih baik dari siapapun, dan aku mencintaimu dengan setulus hatiku." Ucap Darma yang tidak begitu pandai untuk merayu.
"Ya deh, ya. Aku pegang omongannya, awas aja kalau sampai bohong, aku bakal membalasnya." Kata Vina yang berpura-pura untuk memberi ancaman untuk suaminya.
__ADS_1
Darma tersenyum mendengarnya, tak lupa mendaratkan sebuah ciuman pada istrinya.
"Ayo, kita bersiap-siap untuk berangkat." Ajak Darma, sang istri mengangguk pelan dan tersenyum bahagia.
"Maaf Tuan, kalau boleh tahu, mau kemana?" tanya Pak Bejo memergoki kedua majikannya.
"Eh Pak Bejo, kita mau pergi ke kebon sayuran, Pak. Di rumah bosan, nggak ada kerjaan." Sahut Vina beralasan.
"Ya Pak, istri saya merasa suntuk di dalam rumah. Jadi, saya ajak untuk pergi ke kebon sayuran sambil lihat-lihat." Timpal Darma ikut angkat bicara.
"Ooh, ya Tuan." Ucap Pak Bejo.
"Kalau begitu, kita berdua berangkat dulu ya Pak. Untuk makan siang, Bapak beli aja sama Ibu Meli." Kata Darma, Pak Bejo mengangguk.
Setelah berpamitan untuk pergi ke kebon sayuran, Darma dan istri segera berangkat ke tempat tujuan.
Sampainya didepan rumah, tepatnya saat keluar, ada Ibu Meli yang tengah disibukkan dengan pekerjaannya.
"Loh, Tuan dan Nona mau pergi kemana?" tanya Ibu Meli yang tiba-tiba mengagetkan Darma dan Vina.
"Bu Meli, ngagetin saja. Ini loh Bu, saya mau mengajak istri saya untuk jalan-jalan ke kebon sayuran. Katanya, di rumah terasa jenuh dan ingin mencari pemandangan yang bisa menghilangkan kejenuhannya." Sahut Darma saat hendak naik ke motornya.
__ADS_1
"Tapi Tuan, apa tidak sebaiknya naik mobil? kasihan Nona Vina jika harus kepanasan." Ucap Ibu Meli yang takut kulit majikannya akan mendapat sengatan panas matahari.
Vina tersenyum pada Ibu Meli saat mendengarnya.
"Tenang aja Bu, saya mah udah biasa panas panasan di terik matahari. Bibi tidak perlu khawatir, saya baik-baik saja." Sahut Vina meyakinkan.
"Ya sudah ya Bu, kita berdua berangkat. Untuk jam makan siang, lebih baik Ibu masak sendiri atau beli di warung makanan bersama Pak Bejo." Ucap Darma yang akhirnya berpamitan untuk segera berangkat.
"Ya Tuan, hati-hati dijalan. Jika ada apa-apa, Tuan langsung hubungi Pak Bejo atau saya sendiri." Jawab Ibu Meli, Darma mengangguk dan langsung naik motor.
Setelah Darma dan Vina naik motor, dengan hati-hati Darma mengendari motornya dengan kecepatan sedang.
Dalam perjalanan, Darma mengendari motor dengan sangat hati-hati karena jalanan sedang tidak bersahabat karena seringnya turun hujan.
"Sayang, masih lama ya?" tanya Vina yang merasa tidak sabar jika harus berlama-lama di atas motor.
Karena rasa ketidaksabaran, Vina menepuk punggung suaminya untuk menghentikan laju kendaraan bermotornya.
"Apaaan sih, sayang? aku sedang fokus ini." Tanya Darma sambil mengamati jalanan dengan fokus. Takut, jika tiba-tiba terjatuh dan mendapat luka.
"Sayang, berhenti dong." Pinta Vina setelah menepuk punggung milik suaminya.
__ADS_1
Karena takut terjatuh dan beresiko tinggi, mau tidak mau, akhirnya Darma menepikan motornya di pinggiran jalan.
Motor pun berhenti seperti yang diinginkan oleh Vina. Darma langsung menoleh ke belakang.