
Keduanya masih berada didalam kamar, Vina dan Darma masih merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Tanpa disadari oleh keduanya hingga tertidur pulas.
Tidak lama kemudian, pak Bejo pulang dengan membawa dua porsi untuk makan malam majikannya. Tidak hanya itu, pak Bejo juga mengajak salah satu warga setempat untuk dijadikan asisten rumah tangga.
"Pak Bejo, serius nih. Saya akan menjadi asisten rumah tangga majikan kamu? aku takut, jika majikan kamu galak. Mana masih muda lagi, saya takut." Ucapnya sedikit takut.
"Tenang saja, majikanku semua baik baik. Apalagi majikan yang perempuan, kamu pasti tidak akan pernah menyangka dengan sikapnya. Sudahlah, sekarang kamu siapkan saja makan malamnya. Ingat, jangan ceroboh." Jawab pak Bejo menjelaskan.
"Bener ya, Pak. Nanti kalau cerewet, judes dan galak. Saya akan mengundurkan diri untuk menjadi asisten rumah tangga." Ucapnya.
"Iya, tenang saja. Kalau begitu, aku mau istirahat." Jawabnya kemudian segera pergi meninggalkan asisten baru.
Sedangkan asisten barunya kini sedang bersiap siap untuk menyiapkan makan malamnya dengan telaten.
Suara sendok dan piring terdengar jelas di telinga Vina yang baru saja terbangun dari tidur pulasnya.
"Sayang, bangun." Panggil Vina didekat telinga suaminya. Darma yang terasa geli, segera ia bangun dari tidurnya.
"Apaan sih, sayang ... gangguin orang tidur saja, aku masih ngantuk." Jawabnya dengan malas.
"Hem! coba deh kamu dengerin suara itu." Ucap Vina yang sedikit takut.
"Suara apaan lagi sih, sayang? palingan juga pak Bejo yang sedang beres beres." Jawabnya dengan suara khas bangun tidur.
"Iya juga, ya." Ucapnya sambil garuk garuk kepala.
"Hem! sudahlah, ayo kita tidur lagi." Ajak Darma sambil menarik tangan istrinya untuk kembali tidur.
"Tapi ... aku sudah lapar, sayang ..." ucapnya merayu.
"Ya sudah, coba kamu tanya sama pak Bejo. Sudah membeli makanan untuk makan malam, belum?" jawab Darma yang tiba tiba tiduran diatas pangkuan istrinya.
"Bagaimana aku mau bertanya dengan pak Bejo? kamu saja tidur dipangkuanku, hem ..." ucap Vina sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Ah! iya, aku lupa. Baiklah, aku juga sudah sangat lapar. Ayo, kita keluar makan malam." Ajak Darma, kemudian segara bangkit dari tempat tidurnya.
"Cuci muka dulu, sayang ... lihatlah muka kamu itu. Terlihat sangat pucat dan lesu, nanti disangkanya kurang vitamin lagi." Perintah Darma mengingatkan.
"Lupa lagi," jawab Vina sambil nyengir. Kemudian segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, agar tidak terlihat kusam.
Setelah keduanya mencuci muka, Darma dan Vina segera keluar dari kamarnya. Sesampainya diruang makan, kedua mata Afna maupun suaminya pun menatapnya penuh curiga.
"Sayang, itu yang dipojokan siapa? bukan hantu, 'kan?" tanya Vina sambil memegangi lengan milik suaminya lumayan cukup kuat.
"Ngarang, kamu ini." Jawabnya, kemudian Darma mendekatinya dengan pelan. Vina sendiri masih merasa takut dengan sosok yang menurutnya asing.
"Maaf, anda siapa?" tanya Darma dengan rasa penasaran.
"Eeee! Tuan, ada Nona juga. Maaf, saya asisten baru dirumah ini. Saya mendapat amanat dari Pak Bejo, jika saya dimintai untuk menjadi asisten di rumah ini." Jawabnya menjelaskan.
"Oh! asisten rumah tangga, terimakasih. Oh iya, pak Bejo sudah pulang belum? soalnya tadi pkt pergi untuk membeli makanan." Tanya Darma sambil celingukan mencari sosok Pak Bejo.
"Pak Bejo sedang istirahat, Tuan. Soal makan malam, sudah saya siapkan." Jawabnya, kemudian membuka tudung sajinya.
"Tunggu! Bibi tidak perlu melayani kami, dan kami bisa melakukannya sendiri." Jawab Vina seramah mungkin.
"Tapi, Nona ... saya tidak merasa keberatan. Semua ini sudah menjadi tugas saya untuk melayani Nona dan Tuan." Ucapnya merasa tidak enak hati.
"Tidak, Bi ... aku pun sudah terbiasa melakukannya sendiri. Lebih baik bibi menyelesaikan pekerjaan yang lainnya." Jawab Vina dan tersenyum ramah.
"Baik, Nona ... kalau begitu bibi pamit kebelakang." Ucapnya sedikit membungkukkan punggunggnya, kemudian segera pergi dari ruang makan.
Di ruang makan, Vina dan suaminya menikmati makan malamnya.
"Sayang, makanannya benar benar menggugah selera." Ucap Darma membuka suara sambil menyuapi istrinya tanpa malu malu dengan keduanya.
"Iya, sangat enak dan juga tidak kalah dengan masakan warung warung makan di kota." Jawab Vina sambil mengunyah makanannya.
__ADS_1
"Terasa sepi ya, biasanya banyak pelayan. Sekarang hanya ada satu pelayan dirumah ini, ditambah lagi hanya tersisa pak Bejo." Ucap Darma sambil menikmati makan malamnya.
"Sudahlah, habisin dulu makanannya. Setelah ini kita duduk santai didepan rumah, sepertinya sangat nyaman duduk santai didepan rumah." Jawab Vina tersenyum mengambang.
"Apakah kita akan menjadi warga desa? siapkan mental kita, sayang." Ucap Darma dan tersenyum, Vina sendiri tidak meresponnya. Dirinya masih fokus menikmati makan malamnya.
Setelah selesai menikmati makan malam, Darma dan Vina duduk santai didepan rumah.
"Sayang, aku kira jalanan akan sepi jika malam hari. Rupanya masih ramai orang orang yang lalu lalang, tidak sepi rupanya." Ucap Darma sambil melihat kenalanan depan rumah.
"Permisi Pak ... saya pak RT." Ucapnya seru memanggil. Sedangkan Darma dan istrinya mau menghampirinya, saat keduanya bangkit dari tempat duduknya. Tidak lama kemudian, asisten rumah tangga mendengarkannya. Kemudian segera keluar untuk menemui pak RT, dikarenakan majikannya belum mengerti syarat tinggal di kampungnya.
"Maaf, Tuan dan Nona. Biar saya saja yang membukakan pintu gerbangnya, dia adalah pak RT warga sini. Tuan dan Nona lebih baik menunggunya disini saja, biar pak RT nya yang datang kemari." Ucapnya tidak enak hati.
"Iya, Bi ..." jawabnya dan kembali duduk mereka tempat semula. Sedangkan asistennya menghampiri pak RT untuk menemui majikannya.
"Eh! pak RT, ada apa?" sapanya dan bertanya.
"Rupanya ibu Meli, aku kira siapa. kerja disini, Bu?" jawab pak RT.
"Mari Pak, saya antarkan untuk bertemu dengan kedua majikanku." Ucapnya, kemudian segera melangkahkan kakinya untuk menghampirinya.
"Kamu kerja disini ya, Bu? majikan kamu galak, tidak?" tanyanya basa basi.
"Tidak, kedua majikanku semuanya baik baik." Jawab ibu Meli sambil berjalan.
Tidak menunggu lama, kini pak RT sudah berada dihadapan Darma dan juga Vina.
"Selamat malam pak RT? ada perlu apa ya, pak RT databg kesini?" sapa Darma seramah mungkin dan tersenyum ramah.
"Selamat malam juga, warga baru. Maafkan saya jika saya datang kesini malam malam, karena sekaligus ronda. Oh iya, besok bapak dan istri bapak jangan sampai lupa untuk melapor ke kelurahan. Tidak hanya itu, jangan lupa untuk membawa identitas bapak dan ibu. Karena sudah menjadi kewajiban warga baru yang tinggal di kampung ini untuk segera melapor." Jawab pak RT yang sedikit malu malu, karena mengecek rumah seseorang dimalam hari.
Sebelumnya otornya mau meminta maaf sebesar besarnya pada readers setia, Otor belum bisa update kembali. Dikarenakan dibulan puasa ini banyak kegiatan di dunia nyata, otor hanya bisa update satu novel. Sebenarnya ingin sekali dua novel update dibulan puasa, namun otor tidak sanggup. Selain ada kesibukan didunia nyata, otor ada 2 jagoan kecil yang butuh perhatian penuh. Sekali lagi, otor minta maaf. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Jika berkenan, boleh mampir di karya otor yang sedang ongoing. Judulnya "Suamiku Anak Yang Terbuang" sedangkan yang sudah End "Menikah Karena Perjodohan"
Terimakasih...