
Pagi yang cerah, Arsy sedang sibuk membersihkan tempat tidur anak anak. Arsy mengajari bagaimana menjaga kebersihan, dan juga yang lainnya.
"Kak Arsy," panggil Hanum menghampirinya.
"Iys, dek.. ada apa?" tanya Arsy sambil menata selimut.
"Kak Arsy dipanggil kak Tara, katanya disuruh membawa identitas kakak." Jawab Hanum menjelaskan.
"Baik, tunggu kakak ambil dompet dulu, ya..." ucap Arsy lalu mengambil identitasnya.
"Ayo, temani kakak." Ajak Arsy dan menggandeng tangan Hanum.
Jantung Arsy tiba tiba berdegup sangat kencang, Arsy benar benar takut jika ketahuan sudah menikah.
Apa yang harus aku jawab, ditambah lagi aku sudah menikah. Dan pastinya aku akan dikembalikan ke suamiku. Aduh.... alamat rumah milik mas Darma lagi. Batin Arsy semakin cemas.
"Kak, kenapa telapak tangan kakak menjadi dingin. Kakak takut ya.." ledek Hanum. Arsy kemudian berjongkok.
"Iya, kakak takut kalau kakak dipulangkan. Doakan kakak ya, agar kakak tidak dipulangkan." Jawab Arsy sambil menatap wajah Hanum.
"Iya kak, Hanum doakan semoga kakak selalu bersama Hanum. Hanum sudah menganggap kak Arsy seperti kakak Hanum sendiri." Ucap Hanum.
Kini Arsy dan Hanum sudah didepan pintu ruangan pribadi Tara.
Tok tok tok.. Arsy mengetuk ngetuk pintu ruangan.
"Masuk," Ucapnya dari dalam. Arsy dan Hanum segera masuk kedalam ruangan.
Dengan perasaan cemas dan juga gugup tentunya. Arsy berusaha menenangkan pikiran buruknya.
"Hanum... kamu tunggu diuar dulu ya.. kakak ingin berbicara empat mata sebentar." Perintahnya, Hanum pun mengangguk dan segera keluar.
Sedangkan Arsy wajahnya berubah menjadi pucat, perasaannya pun tidak karuan. Tatapan kedua mata Tara membuat Arsy takut dan silau.
"Mana KTP kamu, berikan kepadaku. Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak ada niat buruk dengan kamu. Aku hanya tidak ingin ada orang yang berpura pura dibelakangku." Ucap Tara sambil menatap ke sembarang arah, sedangkan Arsy kemudian menunduk dan menyerahkan identitasnya.
"Cepat keluar, aku sudah tidak membutuhkan kamu." Perintahnya, tanpa pikir panjang Arsy pun segera keluar. Arsy pun merasa lega, karena tidak lagi diberi pertanyaan yang sulit untuk dijawabnya.
"Kak Arsy, sudah?" tanya Hanum yang masih berdiri menunggu Arsy.
__ADS_1
"Sudah.. kak Tara benar, mungkin kak Tara takut jika kakak orang jahat." Jawab Arsy tersenyum.
"Kak Arsy juga jangan takut, kak Tara dan kak Boni orang sangat baik." Ucap Hanum memuji kedua orang laki laki yang sudah dianggapnya seorang kakak oleh Hanum.
Sedangkan Tara yang masih berada di ruangan pribadinya kedua matanya sedang memperhatikan huruf demi huruf yang tertulis di KTP milik Arsy.
Dengan pelan Tara mengeja nama sang pemilik KTP.
"Nama, Arsyla Kesuma. Apa....!! Arsyla Kesuma. Tunggu, sepertinya nama ini sangat familiar." Ucap Tara shok dan juga kaget, karena merasa masih penasaran langsung meneruskan membaca kelanjutannya.
"Alamat xxx jalan xxx" lagi dan lagi Tara bengong dibuatnya. Kedua bola matanya terlihat semakin membesar.
Dengan sigap Tara segera mengambil ponselnya untuk melacak alamat tersebut.
JEDUAR....
Detak jantung Tara pun bergemuruh saat dirinya mengetahui jika wanita tersebut adalah Arsyla istri Darma Nugraha.
"Kenapa aku tidak mengenalinya, d*sar bodoh. Pantas saja semalam menangis, rupanya sudah mengetahui kalau Darma sudah punya istri lagi." Ucapnya lirih sambil menyunggingkan senyumnya.
"Tunggu, gelang itu. Aaaah iya, aku yakin gelang yang aku rampas adalah miliknya.
Sedangkan Arsy sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi, Arsy dibantu anak anak lainnya untuk membuat nasi goreng. Anak anak yang lainnya merasa senang dengan hadirnya Arsy di gubuk masa depan anak anak.
Seketika itu juga Tara memperhatikan keakraban Arsy bersama anak anak lainnya.
Rupanya w**anita ini yang disingkirkan paman Nugraha dan juga tante Ferly, sampai sampai rela disingkirkan demi mendapatkan warisan. Batin Tara sambil memperhatikan Arsy.
"Kak Tara sedang memperhatikan siapa? kak Arsy?" tanya Hanum memperhatikan.
"Tidak, kakak hanya sedang memperhatikan teman teman kamu yang sedang sibuk bersih bersih dan membantu wanita itu." Jawab Tara mengelak.
"Kak Arsy rupanya sangat rajin dan tidak pemalas, semuanya sekarang sudah berubah menjadi lebih bersih dan rapi." Ucap Hanum bangga.
"Hanum.. kamu jangan mudah percaya dengan orang yang bersikap baik didepan kita. Siapa tahu saja ada maksud tertentu." Jawab Tara yang masih belum percaya dengan sikap Arsy.
Dari keluarga kaya, kalau bukan terpaksa berbuat baik mana mungkin mau. Gumam Tara tidak percaya.
"Hanum.. Hanum..." seru Arsy yang memanggil Hanum berkali kali.
__ADS_1
Kedua mata Arsy menangkap keberadaan Hanum yang sedang duduk bersama di teras belakang. Arsy pun segera mendekati Hanum untuk sarapan pagi.
"Maaf, aku mau mengajak Hanum untuk sarapan pagi." Ucap Arsy mengajak.
"Kamu mau mengajak Hanum sarapan pagi? lalu kamu anggap aku ini patung?" jawab Tara meninggikan alisnya.
"Maaf, bukan maksud saya begitu. Jika berkenan, silahkan untuk sarapan pagi bersama anak anak yang lainnya." Ucap Arsy merasa tidak enak hati. Sedangkan Tara tidak menanggapinya.
"Hanum... kakak ada urusan, jika kamu membutuhkan sesuatu kamu tinggal telfon kakak. Dan awasi wanita ini, jangan sampai kabur." Ucap Tara memberi pesan.
"Baik, kak..." jawab Hanum.
Sedangkan Arsy hanya berdiam diri tanpa bersuara.
"Tunggu....!" ucap Arsy menghentikan langkah Tara.
"Ada apa?" tanya Tara yang masih tidak menengok kebelakang.
"Bolehkah aku keluar sebentar?" jawab Arsy gugup. Tara pun membalikkan badannya dan menatap Arsy penuh tanda tanya.
"Mau ngapain? kabur? sana kalau mau kabur. Aku tidak perduli." Ucap Tara asal.
"Aku mau mengurus perceraianku." Ucap Arsy tanpa memperdulikan Hanum yang masih berada didekatnya. Tara yang mendengarkan ucapan Arsy pun membelalakan kedua matanya.
"Apakah aku diizinkan untuk keluar?" tanya Arsy kembali.
"Jadi kamu masih punya suami?" tanyanya pura pura tidak tahu.
"Bukankah kamu sudah membaca KTP punyaku, kenapa masih bertanya." Jawab Arsy.
"Siapa tahu saja KTP curian." Jawabnya asal.
"Jadi, apakah aku diizinkan untuk keluar sebentar?" tanya Arsy lagi dan lagi.
"Terserah kamu, itu masalah kamu. Soal tinggal disini itu hukuman kamu yang sudah merusak buah buahanku untuk anak anak. Setelah hukuman kamu selesai, kamu tidak mempunyai urusan lagi denganku." Jawab Tara memberi peringatan.
"Dengan senang hati, aku sangat berterimakasih atas kebaikan kamu. Meski aku mendapatkan hukuman, setidaknya aku mendapat tempat tinggal. Aku janji, setelah kamu sudah tidak lagi memberi hukuman kepadaku, aku akan segera pergi dari tempat ini." Ucap Arsy meyakinkan.
"Bagus lah, karena jika kamu kelamaan ditempat ini bisa bisa semua anak anak yang disini kamu manjakan. Dan perlu diingat, waktu kamu hanya satu bulan." Jawab Tara mengingatkan.
__ADS_1
"Terimakasih." Ucap Arsy yang kemudian mengajak Hanum untuk sarapan pagi.