
Setelah selesai ritualnya didalam kamar mandi, Arsy segera keluar yang sudah rapi dengan pakaian tidurnya.
Dilihatnya Raska yang masih sibuk dengan laptopnya, Arsy tidak berani bertanya ataupun hanya sekedar berdehem. Begitu juga dengan Arsy yang tidak kalah sibuknya memainkan ponselnya, Reska mencoba melirik kearah Arsy yang sedang duduk disofa hanya tersenyum getir.
Arsy sendiri tidak menyadari, jika dirinya tengah diperhatikan oleh Rasa suaminya.
Karena merasa kedua matanya sudah tidak bisa diajaknya kompromi. Raska langsung mematikan laptopnya dan kemudian meletakkan di atas meja.
Raska segera memakai selimutnya dengan posisi yang masih menyandarkan diri sambil memperhatikan Arsy yang terlihat malu malu bingung.
"Mau sampai kapan kamu akan memainkan ponselmu, hah? mau sampai semua rambutmu memutih?" tanya Reska sambil meninggikan satu alisnya.
Arsy yang mendapat pertanyaan dari Raska masih jual mahal. Arsy berusaha untuk tidak menanggapi pertanyaan dari Raska.
"Cepatlah, segera tidur. Aku tidak ingin hanya karena kamu tidak tidur, aku masuk dipengadilan meja hijau." Ucap Raska menyindir.
"Tidur saja duluan, aku sudah terbiasa tidur lebih dari larut malam. Aku sedang ingin memainkan ponselku, kamu tidak perlu khawatir. Jika memang aku sudah sangat mengantuk berat, maka aku akan pindah tempat." Jawabnya sambil fokus ke layar ponselnya.
Raska yang sudah merasa sangat mengantuk, tanpa pikir panjang Raska langsung mendekati Arsy dan langsung menggendong istrinya yang sedang sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
"Dasar bandel. Sudah dibilangin cepetan tidur, eee masih ngeyel rupanya. Ucapnya sedikit geram.
"Lepaskan, aku bisa sendiri." Ucapnya yang masih memasang wajah masamnya.
"Diam." ucapnya singkat.
Arsy yang sudah terlanjur berada di gendongan Raska hanya bisa berdiam diri, karena percuma jika Arsy memberontak sebab apapun yang Raska lakukan tetap akan pada pendiriannya.
"Tidurlah, sudah hampir larut malam. Jangan sampai aku memaksamu untuk menuruti permintaanku." Ucap Raska yang masih posisi membungkuk sambil menurunkan Arsy ke tempat tidur. Kedua bola matanya saling menatap dan kemudian saling beradu pandang.
Deg! jantung Arsy terasa mau copot. Mendengar ucapan permintaan dari Raska seakan adalah cambuk untuknya.
"Jangan ngeres, aku tidak sejahat yang kamu pikirkan. Meski aku normal, tapi aku masih punya pikiran dimana dan kapan aku akan melakukannya. Sudahlah, cepetan tidur. Kamu pasti sangat lelah, jangan melakukan sesuatu yang membuat kesehatanmu menurun." Ucapnya, lalu segera menyelimuti sebagian anggota tubuh Arsy dengan selimut. Kemudian setelah itu Raska segera pindah posisi di sebelahnya Arsy dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang lain.
Malam semakin larut, Arsy dan Raska sudah berada di alam mimpi. Keduanya tertidur pulas. Angin kencang yang disertai hujan deras dan suara petir yang menggelegar, dengan reflek Arsy langsung memeluk sang suami karena takut akan suara petir yang saling beradu. Raska sendiri kaget dibuatnya, yang dimana dirinya masih tertidur pulas tiba tiba tubuhnya dipeluk oleh Arsy. Dengan reflek jiwa seorang laki laki tergugah yang menyebabkan pikiran Raska melayang layang. Tanpa pikir panjang, Raska membalas pelukan dari Arsy dengan hangat membuat Arsy menjadi lebih nyaman dan semakin mengeratkan pelukannya. Kemudian keduanya dengan posisi yang sudah tidak beraturan lagi. Cuaca yang begitu sangat dingin membuat keduanya hanyut tanpa disadarinya.
Raska memandangi wajah istrinya dengan lekat, dengan lembut Raska menc*um Arsy dengan sangat lembut. Dengan lihai Raska memperlakukan istrinya dengan pelan yang sangat lembut , membuat Arsy terasa dalam mimpi yang sangat indah. Pelan dengan pelan keduanya menikmati mimpi indahnya.
Namun, tiba tiba kedua bola mata Arsy terbelalak melihat kondisinya yang sudah satu selimut dengan Raska. Kedua matanya kini saling beradu, yang dimana Raska sudah berada dihadapan istrinya dengan jarak wajah mereka berdua tidak ada satu jengkal pun.
__ADS_1
Raska yang menyadari tatapan Arsy yang terlihat muram membuat Raska menghentikan aktivitasnya dan langsung bangkit dari tidurnya.
"Maaf, aku sudah membuatmu ketakutan. Aku hanya terbawa suasana saat kamu memelukku diwaktu hujan deras dan angin kencang disertai suara petir yang menggelegar. Tidurlah, aku tidak akan mengganggumu." Ucap Raska yang kemudian bergegas pergi ke kamar mandi.
Arsy hanya bisa terdiam, dirinya masih bingung untuk menempatkan posisinya sebagai istri Raska. Yang dimana Raska memiliki hak atas semuanya. Namun, semua itu tidak mudah bagi Arsy untuk melakukannya. Ditambah lagi tidak ada rasa cinta diantara keduanya.
Arsy benar benar canggung dan takut pastinya, ditambah lagi sikap Raska berubah menjadi dingin. Berbeda saat memperlakukan Arsy saat ditengah kesadarannya yang mengantuk.
Karena merasa malu, Arsy mengganti posisinya ke posisi semula. Yaitu dalam posisi miring, dan tidak berani menghadap kearah sampingnya.
Raska yang sudah selesai dari kamar mandi, kemudian dirinya mengambil sebuah laptop dan masuk ke ruang kerjanya. Dirinya ingin menenangkan pikirannya dan tidak ingin mengganggu tidur Arsy.
Arsy yang merasa tidak ada Raska disampingnya mencoba mengecek keadaan disampingnya. Dan benar saja, Raska benar benar todak ada disampingnya. Arsy semakin gelisah karena tidak mendapati sang suami di sampingnya.
Apa dia marah? sehingga dirinya tidak mau tidur disampingku. Aaaah bagaimana ini, jika dia marah besar. Tapi mau bagaimana lagi, aku belum siap dan aku takut jika aku hanya dijadikan budaknya. Gumam Arsy dalam pikiran kacaunya.
Karena Arsy merasa mengantuk berat, akhirnya dirinya memilih untuk tidur daripada mencari keberadaan Raska.
Sedangkan Raska di ruangan kerja masih sibuk dengan laptopnya. Tiba tiba sudah mulai jenuh didepan laptop, karena sudah dirundung rasa mengantuk. Raska langsung mematikan laptopnya dan segera bangkit dari tampat duduknya.
__ADS_1
Dengan pelan Raska melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Dilihatnya sang istri yang sudah tertidur pulas, Raska segera menepis pikiran kotornya. Dirinya langsung merebahkan tubuhnya disamping Arsy dan menyelimuti tubuhnya, kemudian membelakangi sang istri. Keduanya tidur dengan posisi seperti semula, keduanya berusaha untuk sadar jika terbangun dari tidurnya. Agar tidak terjadi sesuatu yang sudah mereka lakukan. Raska sendiri tidak bisa tidur dengan memakan waktu yang lama. Raska langsung terbangun dari tidurnya, dan kemudian dirinya bangkit dari duduknya dan meluruskan kakinya didalam selimut sambil menyandarkan tubuhnya.
Maafkan aku, karena ulahku yang tidak dapat aku kontrol membuatmu tidak nyaman. Mau bagaimana lagi, aku laki laki yang normal. Wajar saja jika aku tergoda dengan istriku sendiri. Apalagi sudah berada dihadapanku, yang dimana aku tinggal melakukannya. Gumam Raska dalam lamunannya sambil menyandarkan dirinya karena susah untuk tidur.