Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Rencana pindah rumah


__ADS_3

Setelah selesai ritual mandinya, Arsy segera keluar dari kamar mandi. Dan dilihatnya suaminya yang sudah bersandar dan tersenyum, namun senyuman dari suaminya menyimpan banyak arti. Arsy yang tidak mengetahui apa yang sudah terjadi dengan suaminya hanya membalas dengan senyum manisnya.


"Mas Darma, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Arsy mendekati suaminya.


"Aku menginginkan..." tiba tiba kalimatnya terputus saat hendak melontarkan ucapannya.


"Mas Darma menginginkan, apa? katakan. Siapa tahu aku bisa membantunya." Tanya Arsy polos.


"Aku menginginkan nasi goreng, dan kamu mau membuatkannya untukku kan, sayang?" jawab Darma.


"Baiklah, sekarang Mas Darma segera mandi. Nanti akan aku buatkan nasi goreng kesukaan mas Darma." Ucap Arsy.


"Iya, sayang... aku mandi dulu ya." jawab Darma langsung mencium kening istrinya. Arsy pun tersenyum mengembang, meski sedikit merasa kasihan dengan suaminya.


Darma pun segera masuk ke kamar mandi, sedangkan Arsy langsung keluar dari kamar menuju dapur.


Maafkan aku, Mas... tidak cuman kamu yang menginginkan kehangatan di kamar ini. Namun apa dayaku, aku tidak bisa berbuat apa apa. Aku pasrah akan sikap kamu kepadaku, walau memang pada akhirnya kamu akan berpaling dariku. Mungkin dari sekarang aku harus belajar untuk tidak mengenalmu, agar aku tidak terbelenggu dari pernikahan ini. Batin Arsy sambil menuju kedapur.


Buuuug... tanpa sengaja Arsy telah menabrak Zelyn, yang keduanya sama sama mau pergi ke dapur.


"Maaf, aku tidak sengaja." Ucap Arsy sambil melihat penampilan Zelyn yang begitu menggoda. Arsy hanya menelan salivanya, dan sedikit menaruh rasa curiga.


"Tidak apa apa, aku juga tidak melihatmu." Jawab Zelyn senyum tipis.


Lihat saja, kak Darma pasti tergoda dengan penampilanku ini. Mana dia belum pernah merasakan indahnya bercinta, aku akan membuatnya jatuh hati denganku. Bagiku untuk menyingkirkan wanita ini sangatlah mudah. Dari pada aku harus susah payah mengejar seorang Raska Gantara yang sombong dan juga angkuh. Mendayung dirumah ini jauh lebih mudah dan bagiku bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkannya. Batin Zelyn senyum sinis.


Sedangkan Arsy sudah berada di dapur, dan segera membuat nasi goreng permintaan suaminya. Dengan telaten Arsy menyajikan sarapan pagi dibantu sama Zelyn. Tidak lama kemudian, Arsy dan Zelyn sudah menaranya dimeja makan dengan baik.


Setelah semuanya beres, Arsy segera masuk ke kamar untuk mengajak suaminya sarapan pagi. Langkah demi langkah, Arsy tengah menapaki anak tangga. Dan tibalah Arsy di depan pintu kamarnya, kemudian segera masuk.

__ADS_1


Ceklek, Arsy maupun Darma sama sama membuka pintu kamar. Keduanya pun sama sama kaget dibuatnya.


"Mas Darma.." ucapnya kaget


"Sayang..." jawabnya kaget.


"Aku sudah menyiapkan sarapannya, ayo kita turun." Ajak Arsy berusaha tersenyum, sedangkan Darma segera menarik istrinya masuk ke kamar dan mengunci pintu.


"Mas Darma, ada apa?" tanya Arsy penasaran dan juga gugup.


"Kita sarapan pagi dikamar." Jawabnya..


"Tapi..." ucap Arsy terputus, tiba tiba Darma menyerang istrinya dengan lembut. Arsy pun ksalahan dibuatnya.


"Aku menginginkannya, sayang.. aku sudah tidak kuat." Bisik Darma yang masih fokus dengan aksinya.


"Mas... aku takut.." jawab Arsy yang masih mengakungkan tangannya dileher suaminya.


Arsy maupun Darma sama sama mengatur pernafasannya. Tanpa pikir panjang, Darma langsung menggendong istrinya ketempat tidurnya.


Tok tok tok suara ketukan pintu telah membuyarkan ritual pentingnya Darma dengan Arsy. Rasa kesal dan juga emosi tengah merasuki pikiran Darma yang sudah lama terpendam, kini baru akan dimulai sudah terhalang.


Siapa lagi, berani beraninya menganggu ritual panjangku. Batin Darma penuh kesal.


"Tunggu, sayang. Rapihkan pakaian kamu, aku akan membuka pintunya." Perintah suaminya. Arsy pun nurut dengan apa yang suaminya suruh.


Ceklek, Darma membuka pintu kamarnya, sedangkan Arsy sedang sibuk didepan cermin.


"Kak Darma, ayo sarapan. Ibu dan Ayah sudah menunggu." Ucap sang adik.

__ADS_1


"Aku sarapannya di kamar saja, sampaikan kepada pelayan." Jawab Darma.


"Tapi Ibu dan Ayah akan bicara sesuatu di ruang privat." Ucap sang adik berbisik.


"Baiklah, katakan sama Ayah dan Ibu. Nanti kita berdua akan segera turun." Jawabnya dan sang adik pun mengangguk.


"Kakak Ipar, ayo kita sarapan." Ajaknya basa basi.


"Iya, nanti." Jawab Arsy sambil sibuk dengan alat make up nya. Darma pun segera mendekati istrinya, dan berdiri dibelakangnya.


"Kamu benar benar terlihat sangat cantik, sayang.. dari dulu kamu tidak pernah berubah. Masih terlihat sangat muda, bahkan aku semakin cinta." Ucap Darma sambil bercermin dibelakang istrinya, Arsy yang mendengarnya pun tersipu malu.


"Kamu paling bisa kalau merayu dan ngegombal. Kamu tahu? aku pun sangat beruntung menjadi istri kamu. Apakah kamu tahu? aku sangat mencintaimu, aku berharap selamanya kita akan terus bersama." Jawab Arsy sambil berdiri dan menatap lekat wajah suaminya dengan jarak yang sangat dekat.


"Sudahlah, nanti aku keburu beraksi. Dan aku belum mengumpulkan tenagaku, ayo kita sarapan." Ajak Darma, lalu mencium kening istrinya lembut.


Perasaan Arsy tentunya sangat bahagia, ditambah lagi suaminya semakin menggodanya. Membuat Arsy jauh dari kata dilemanya, meski kenyataannya sangat dilema. Bahkan bisa dikatakan sangat kritis kebahagiaannya. Namun, sebisa mungkin Darma berusaha untuk membuat Arsy selalu tersenyum bahagia. Agar tidak larut dalam kesedihannya yang selalu menghantui pikirannya.


Kini keduanya segera keluar dari kamarnya, dan menuruni anak tangga. Setelah sampai di ruang makan, Arsy dan Darma langsung duduk berdekatan. Arsy segera mengambilkan nasi goreng untuk suaminya. Namun tiba tiba kedua mata Darma tertuju dengan penampilan Zelyn yang benar benar sangat menggoda. Darma pun hanya menelan salivanya saat tergoda tubuh seksi milik Zelyn.


Siapa yang tidak tergoda akan kecantikan Zelyn dengan fostur tubuhnya yang begitu seksi. Meski istriku pun juga tidak kalah cantiknya, sayang sekali aku belum membongkar mesinnya istriku. Gara gara Yona, keinginanku menjadi gagal. Batin Darma sambil menikmati sarapan paginya.


Sedangkan Zelyn seperti ulat keket yang mencari perhatian dari Darma. Sedangkan Arsy memperhatikan keduanya, suaminya dan juga Zelyn. Sedangkan kedua orang tua Darma tersenyum puas melihat Arsy yang sepertinya dilema melihat suaminya yang memandangi Zelyn diam diam.


Mungkinkah, mas Darma tergoda dengan Zelyn. Sedangkan Zelyn saja berpenampilan begitu sangat seksi, lelaki mana yang tidak tergoda. Sakit.. memang sakit, tapi percuma aku memberontak. Sedangkan aku saja penyakitan. Batin Arsy sedih.


Sarapan pagi pun telah selesai,


semua yang berada di ruang makan sudah kembali ke kamarnya masing masing. Kini tinggallah Darma dengan Arsy yang masih berada di ruang makan.

__ADS_1


"Sayang, aku ada perlu sebentar dengan Ayah dan Ibu. Kamu tunggu di kamar sebentar ya, sayang... aku ingin mengatakannya dengan Ibu untuk pindah rumah. Seperti yang kamu inginkan, tidak apapa kan, sayang?" ucap Darma meyakinkan.


"Semoga berhasil ya, sayang.." jawab Arsy tersenyum mengembang. Darma pun mengangguk dan tersenyum.


__ADS_2