Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Mengejutkan


__ADS_3

Raska masih fokus dengan setir mobilnya. Sedangkan kakek Gantara terdiam sambil melihat diluar jendela kaca mobil.


Tidak lama kemudian, mobil yang dikemudi Raska telah sampai di halaman rumah tuan Nugraha. Raska kemudian segera turun dan membukakan pintu mobil dan membantu kakek Gantara untuk turun.


Setelah turun, kakek Gantara celingukan, yang dimana kondisi rumah tuan Nugraha yang kini masih seperti yang dulu tanpa adanya perubahan.


"Rumah ini masih seperti yang dulu, apakah paman kamu menjadi seorang pemalas?" tanya sang kakek sambil melangkahkan kakinya.


"Aku tidak tahu kek, mungkin saja tabungannya jauh lebih banyak dari pada aku kek." Jawab Raska yang berdiri disamping sang kakek.


Raska pun menekan tombol bel pintunya, dan tidak lama kemudian pintu pun terbuka.


Kedua bola mata nyonya Ferly terbelalak saat melihat ada seseorang yang begitu di rindukan. Siapa lagi kalau bukan kakek Gantara.


"Papa... benarkah ini papa?" ucap nyonya Ferly yang langsung berhambur memeluk kakek Gantara.


"Bagaimana kabar kamu, putriku?" sapa kakek Gantara yang masih memeluk putrinya.


"Kabarku sangat baik, pa... dan papa sendiri bagaimana kabarnya? Bukankah papa..." jawabnya dan bertanya, namun seketika itu juga ucapannya teehenti.


"Maksud kamu papa sudah meninggal? jawabannya adalah, tidak. Papa hanya menikmati masa masa tua papa di desa.


"Kakek... benarkah ini kakek?" ucap Darma yang baru saja keluar dari kamar dan juga langsung memeluk sang kakek.


"Iya ini kakek, bagaimana kabar kamu?" tanya sang kakek.


"Kabarku baik kek, kakek sendiri? lalu, selama ini kakek tinggal dimana?" jawab Darma dan bertanya.

__ADS_1


"Seperti yang kakek bilang dengan ibu kamu barusan, kakek tinggal di desa. Kakek ditemani salah satu anak buah kakek. Kakek tidak diizinkan untuk masuk, nih?" ucap sang kakek yang masih berdiri di depan pintu.


"Oh iya, silahkan masuk, pa... Raska..." ajak nyonya Ferly yang masih menggandeng tangan sang kakek. Sedangkan Raska mengekorinya dari belakang.


Raska yang sudah cukup lama tidak pernah main ke rumah tantenya kini merasa asing dan canggung. Padahal dulu sangat akrab dengan Darma, namun setelah selesai kuliah keduanya berubah menjadi renggang hubungan persaudaraannya.


Raska yang masih celingukan disetiap sudut ruangan. Tiba tiba dirinya melihat sebuah foto yang tidak asing baginya, entah kenapa masih ada foto pernikahan Darma dengan istri pertamanya yaitu Arsy.


Raska mendekati foto tersebut dengan jarak yang semakin dekat. Raska memandangi foto tersebut dengan tatapan yang tidak suka.


Wanita yang malang, sungguh tragis kehidupanmu. Kini rupanya kamu tinggal ditempatku. Sungguh terlalu sempit dunia kita, kenapa bisa bisanya aku bertemu denganmu. Mantan istrinya Darma lagi, sungguh kejutan. Batin Raska yang masih menatap lekat foto pernikahan Darma dan Arsy.


"Ehem.. ehem.. kenapa kamu begitu fokus memandangi foto itu, apakah kamu mengenalnya?" tanya Darma mengagetkan.


"Tentu saja aku mengenalnya, justru aku sangat mengenalinya. Bagaimana tidak, orang itu foto kamu." Jawab Raska sambil menaikkan alisnya.


"Hei.. Raska ya?" sapa Zelyn yang tiba tiba mengagetkan kedua laki laki yang sedang berdiri.


Darma sendiri bingung untuk menjelaskannya, dirinya takut akan ditertawakan oleh Raska. Ditambah lagi Arsy yang memiliki penyakit yang ganas.


"Aku istri kedua mas Darma, dan foto itu milik istri pertama yang bernama Arsyla. Mas Darma sudah menceraikannya karena penyakitnya yang ganas, Arsy memiliki penyakit kanker rahim. Kamu harus hati hati dengan wanita itu, karena tidak bisa memberi keturunan." Ucap Zelyn terang terangan.


"Cukup!!!! sekarang kamu masuk kamar, aku muak mendengar ucapan kamu." Bentak Darma dengan emosi. Raska yang mendengar dan melihatnya hanya bersikap masa bodo. Zelyn pun langsung pergi meninggalkan Darma dan Raska.


Sedangkan sang kakek yang sedang mengobrol dengan nyonya Ferly di ruang khusus pun kaget mendengar teriakan Darma, nyonya Ferly sedikit khawatir jika sang kakek menanyakan sesuatu yang membuat Darma masuk dalam ucapannya sendiri.


Sang kakek segera mendekati Darma yang sedang berdiri di ruang keluarga.

__ADS_1


"Darma, kenapa kamu berbicara begitu terdengar nyaring. Ada masalah dengan Raska? atau... kamu tidak suka kakek datang? tanya kakek penuh heran.


"Tidak kek, Darma sangat senang dengan kedatangan kakek. Apalagi kakek menginap dirumah ini, aku sangat senang sekali kek." Jawab Darma beralasan. Sedangkan Raska langsung duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya.


"Lalu apa yang kamu teriakin barusan?" tanya sang kakek lagi.


"Itu loh kek, foto pengantin. Tapi sayangnya wanita yang ada difoto itu sudah menjadi janda." Jawab Raska menimpali sambil duduk bersandar dan menyilangkan kedua tangannya, Darma yang mendengarnya pun sedikit kesal dan geram. Namun mau bagaimana lagi, memang sudah kenyataan, pikir Darma.


"Apa? foto pengantin?" ucap sang kakek tidak percaya.


"Tanyakan saja kepada putri kakek dan cucu kakek." Jawab Raska kembali, sedangkan Darma maupun nyonya Ferly sangat geram dengan apa yang sudah Raska katakan.


"Foto pengantin siapa, Darma? Ferly?" tanya sang kakek memaksa.


"Foto pernikahan Darma, kek.. tapi kami sudah berpisah karena ketidakcocokan." Jawab Darma beralasan demi tidak mencoreng namanya.


"Kenapa kamu menikahinya jika kamu tidak ada kecocokan, apakah kakek pernah mengajarinya seperti itu? katakan." Tanya sang kakek sambil melirik kearah nyonya Ferly, sedangkan yang dilirik merasa terpojok.


"Siapa mantan istrimu? apakah kakek bisa bertemu dengannya? siapa tahu saja bisa diajak untuk rujuk kembali dengan kamu. Karena sebuah pernikahan tidak boleh dibuat main main." tanya kakek lagi karena penasaran.


"Percuma kek, Darma sudah menikah lagi." Ucap Raska yang juga ikut menimpalinya lagi.


"Apa....!!! kamu sudah menikah lagi?" tanya sang kakek kaget. Bagaimana tidak kaget, baru mendengar sudah menikah lalu bilang berpisah dan sudah menikah lagi. Kakek Gantara yang mendengarnya pun sangat geram. Karena sebenarnya didalam keluarganya dilarang keras melakukan perceraian, sekalipun tidak cocok. Terkecuali dalam pernikahan ada kekerasan fisik atau berselingkuh.


"Maaf, Pa... Darma berpisah karena istri pertama tidak bisa memberi keturunan, lalu bagaimana penerus keluarga Nugraha pa?" jawab nyonya Ferly menjelaskan.


"Kamu banyak dwit, tetapi miskin ilmu. Kenapa kamu tidak mengobatinya ke luar negri, dan tanyakan kepada sang Dokter tentang penyakitnya. Bukan dengan cara mengganti sang istri, sejak kapan papa mengajari kamu tentang perceraian." Ucap sang kakek sedikit kesal mendengar penuturan dari putrinya sendiri.

__ADS_1


"Penyakitnya sudah tidak dapat di tolong lagu, pa... lantas aku harus bagaimana? aku hanya tidak ingin orang orang berpikran buruk tentang keluarga Nugraha." Jawab nyonya Ferly..


"Dan kamu, Raska. Awas saja jika kamu ikut ikutan Darma, yang begitu mudah mencari sosok pennganti." Ucap sang kakek mengingatkan Raska, sedangkan Raska hanya mengangguk.


__ADS_2