Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Terpuruk


__ADS_3

Saat ini zahra sedang berada difase keterpurukan dalam hidupnya.


Dihari ulang tahunnya ayah kandungnya (pak Ade) datang membawakan kue ulangtahun untuk putrinya.


Tangis haru mulai dirasakan zahra,selama 17 tahun tidak pernah melihat wajah asli sang ayah,dan baru dipertemukan sekarang.


"Pa..pa" teriak zahra dari sudut ruangan.


zahra berlari menuju papa.nya dan memeluk dengan sangat erat.


"aku kangen sama papa" ucap zahra seraya melepas pelukannya.


Pak ade juga tidak bisa menahan air matanya,karena dulu ia meninggalkan zahra di saat berumur 1 bulan kini sudah berubah menjadi gadis cantik.


"zahra ngga ingin hadiah apapun dari papa,zahra cuma ingin papa selalu disamping zahra" ucap gadis itu meneteskan airmatanya mulai terjatuh.


"kamu boleh minta apapun dari papa,tapi kalau masalah waktu papa ngga bisa nak,Papa harus kembali ke Bandung,karena pekerjaan ayah disana" pak Ade berusaha menjelaskan kpd zahra tentang keadaannya.


Zahra berusaha mengerti akan hal itu,ia berusaha tegar walaupun ia sangat menginginkan hidup bersama papa.nya .


Papa.nya bukan lagi duda.


karena 5 tahun yang lalu beliau sudah menikahi seorang Dokter cantik beranak 2.


Saat itu papa.nya tidak mengajak keluarga barunya karena memahami kalau zahra tidak menyetujui papa.nya menikah lagi.


Pesta ulang tahun zahra tidak dirayakan dengan sangat mewah,meskipun ia berkecukupan apapun bisa ia beli namun ia selalu bersikap sederhana .


....


2 jam sudah berlalu.


pak ade memberikan sebuah kotak kecil kepada zahra.


"apa ini pa?" zahra membuka kotak tersebut.


Kotak itu berisi kunci mobil.


pak ade berharap zahra bisa memanfaatkan mobil itu dengan baik.


"pa,zahra beneran dikasih mobil?" tanya zahra .


"iya nak,kamu jaga baik2 mobil itu" balas pak ade.


Namun ditengah-tengah kebahagiaan mereka tiba-tiba saja bu.marisa datang.


"masih hidup ternyata"ucapnya sinis.


"ma,perempuan ini siapa?" zahra heran.

__ADS_1


Zahra benar-benar tidak mengenali ibu kandungnya.


"Dia ibu kandung kita dek" sahut kak dicki.


"i..bu" zahra mendekati bu.marisa dan hendak memeluknya.


Namun bukan pelukan yang didapatkan zahra,bu marisa mendorong zahra hingga tersungkur dilantai.


Dimas dan Dicki reflex dan segera membantu adiknya berdiri.


"jangan pernah kamu mmemanggil saya dengan sebutan ibu,karena saya bukan ibu kamu,dan satu hal lagi,kamu jangan pernah berharap bisa mendapat pelukan dari saya" bentak bu.marisa kepada zahra.


Mendengar ucapan bu.marisa hati zahra terasa diiris,karena ia tidak pernah menyangka ibunya bisa berkata sekejam itu terhadapnya.


"marisa cukup,hentikan ucapanmu kepada putriku" bentak pak ade.


"knp sih,ibu benci banget sama adek" sahut kak dimas.


Bu marisa tidak merespon pertanyaan Kak dimas.


"ingat yah,saya bukan ibu kamu. anggap saja ibu kamu sudah meninggal,karena saya tidak akan pernah menganggap kamu sebagai anakku" bisik bu.marisa kepada zahra.


Zahra mengepalkan kedua tangannya,air mata terus mengalir di pipinya.


Sedih,kecewa,sakit hati,kebencian campur aduk di dalam hatinya.


Setelah memaki-maki zahra bu marisa membalikkan badannya dan hendak pergi meninggalkan rumahnya.


"kalo memang,anda tidak menginginkan kehadiran saya,untuk apa anda melahirkan saya,kenapa tidak anda gugurkan saja" ucap zahra tegas.


Lagi2 bu marisa terdiam dan menatap zahra.


"kalau memang anda tidak menganggap saya anak,oke i'm fine!


saya akan menganggap kalau ibu saya sudah tiada,dan saya tidak akan mencari anda lagi,terimakasih anda sudah melahirkan saya,sudah menunjukkan betapa kejamnya seorang ibu terhadap anaknya" tambah zahra.


Bu maira berusaha menenangkan zahra "sayang jgn bicara seperti itu".


"ma,dia sendiri yang membuat zahra membencinya" jawaban zahra membuat bu maira terdiam.


"sekarang anda bisa keluar dari rumah ini" zahra sedikit mengeraskan suaranya.


Bu marisa pergi meninggalkan dari rumah mereka.


Saat mobil bu marisa mulai menjauh


zahra tampak lemas dan tdk bisa menahan tubuhnya,ia terjatuh di lantai dan ucapan ibunya masih terngiang ditelinganya.


"kenapa mama bisa sesayang ini sama aku,pdhl ibuku sendiri sangat membenciku" ucap zahra lemas.

__ADS_1


"mama ngga pernah menganggap kamu anak angkat mama,bagi mama kamu anak kandung mama" tegas bu maira.


....


Setelah kejadian itu zahra berubah sangat2 drastis.


ia tak lagi memakai hijab,pakaiannya seperti anak jalanan.


"zahra kemana kerudungmu?" tanya pak wira (suami bu maira).


"untuk apa zahra jadi orang baik sedangkan orang lain tidak pernah naik terhadap kita" jawabnya.


Dimas yang mendengar ucapan zahra tanpa segan ia menampar adiknya itu.


plakkkk!!


tamparan mendarap di pipi cubby zahra.


"jaga ucapan kamu sama orang tua,kita ngga pernah ngajarin kamu seperti itu" bentak kak dimas.


Seumur hidupnya baru sekarang zahra ditampar oleh kakaknya.


karena dari kecil ia selalu dimanja dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang.


zahra langsung mengambil kunci motornya dan pergi dari rumah.


Dimas membiarkan zahra pergi bukan karena tidak sayang lagi,tapi karena ingin membebaskan adiknya untuk saat ini.


..


malam harinya zahra pulang dengan kaki yang terluka,


bu maira sangat cemas "*kamu knp nak,knp bisa luka kayak gini" tanyanya.


"luka ini ngga seberapa sakit dengan luka yang diberi ibu terhadapku" zahra merespon lembut*.


Ucapan zahra membuat kedua kakaknya meneteskan air mata.


"*kamu boleh ngelakuin apa yang kamu inginkan,tapi ingat akan satu hal,jangan pernah merendahkan harga dirimu sendiri" tegas sang mama.


"iya ma*".


...


Hari2 dilalui zahra dengan fase kehidupan balapan,sekolah,dan balapan lagi.


itu semua dilakukan zahra selama satu tahun ini.


saat ini zahra sudah kelas 3 sMk dan akan menghadapi ujian.

__ADS_1


next.


__ADS_2