Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Merubah penampilan


__ADS_3

Saat Arsy sedang asyik mengobrol dengan salah satu karyawan Butik ternama, tiba tiba keduanya dikagetkan oleh seseorang yang tiba tiba sudah berdiri tegak didekat Arsy dan Netta.


"Ehem ehem" suara deheman mengagetkan keduanya.


"Selamat malam, Tuan ... saya permisi. Arsy.. aku pamit, sampai ketemu lagi." Ucap Netta merasa takut saat bertemu Raska yang tiba tiba memergokinya.


"Tunggu!! aku belum berbicara dengan kamu." Seru Raska memanggil Netta, jantung Netta tiba tiba berdegup kencang. Langkah kakinya pun terhenti, dengan terpaksa Netta membalikkan badannya dan menghampiri Raska yang masih berdiri tegak dideket Arsy.


Sedangkan Arsy bingung dengan suaminya sendiri, yang tiba tiba menghentikan langkah kaki temannya. Ditambah lagi Netta yang nurut begitu saja.


"Maaf Tuan, ada apa Tuan memanggil saya. Maafkan saya yang tengah mengobrol dengan pelanggan." Netta masih dengan posisinya yang menunduk dengan gugup dan juga takut tentunya.


Arsy pun berusaha menangkap ucapan dari temannya yang ucapannya sangat sulit di artikan.


'Kenapa suamiku tiba tiba memanggil Netta, dan tidak hanya itu saja. Kenapa juga Netta begitu hormat dengan suamiku, ada apa dengan mereka? apa Netta pernah bekerja di perusahaan suamiku? aah! rumit sekali aku mencernanya.' Gumam Arsy yang masih penasaran dengan suaminya.


"Apa seperti tadi pekerjaan kamu untuk melayani pelanggan di Butik ini, hah!"


"Maaf Tuan, saya tidak pernah melakukannya selain dengan teman saya yang bernama Arsy." Jawab Netta dengan gugup, sedangkan Arsy masih saja diam. Dirinya tidak ingin membuat suaminya terganggu saat sedang berbicara dengan orang lain yang terlihat serius.


"Kamu masih aku maafkan, tapi jangan kamu ulangi lagi. Jika saja kamu ketahuan mengobrol dengan orang lain selain istriku . Maka aku tidak akan segan memecat kamu, ingat! itu." Ucap Raska dengan tegas.


Sedangkan Netta begitu kaget saat mendengar sebutan kata istriku, membuatnya tidak percaya. Jika Bos nya adalah suami Arsy, yang tidak lain adalah temannya sendiri. Netta pun masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Bos besarnya.


"Istri?" tanya Netta yang masih tidak percaya.

__ADS_1


"Iya Netta, aku adalah istrinya Raska. Yang tidak lain sepupu dari Darma mantan suamiku." Jawab Arsy ikut menimpali dan berkata jujur.


"Apa? suami kamu? yang benar saja, Arsy. Kenapa kamu tidak bilang dari tadi, kenapa kamu tidak berterus terang denganku." Ucap Netta yang masih terasa mimpi, jika istri Raska adalah temannya sendiri.


"Sekarang jangan banyak tanya, cepat ubah penampilan istriku seperti yang sudah aku pesankan sebelumnya." Perintah Raska pada Netta yang tidak lain teman Arsy.


"Baik, Tuan ..." jawab Nessa sambil membungkukan badannya.


"Arsy, ayo ikut aku. Akan aku ubah penampilan kamu menjadi lebih cantik." Ajak Netta tanpa segan atau canggung, Netta tetap bersikap biasa layaknya teman.


Sedangkan Raska tidak perduli dengan Netta cara memanggil istrinya. Karena tidak dapat dipungkiri, keduanya adalah teman akrab. Tidak mungkin jika Raska harus meminta Netta untuk memanggil istrinya dengan sebutan Nona.


"Pergilah dengannya, akan aku tunggu di depan. Waktu kita tidak lama, kakek dan yang lainnya pasti sudah menunggu kita." Perintah suaminya.


"Baik, sayang ... aku tinggal sebentar." Jawab Arsy berpamitan. Raska pun segera mengangguk dan pergi menuju tampat dimana dirinya duduk santai.


"Arsy, kamu serius sudah berpisah dengan Darma." Tanyanya penasaran.


"Serius, aku tidak lagi bohong. Ceritanya panjang, aku pun sudah tidak ingin membahasnya lagi."


"Maaf, bukan maksudku untuk ingin tahu. Tapi aku cuman penasaran, habisnya kamu tidak pernah menghubungi aku. Oh iya, bagaimana kabar paman Kesuma dan tante Henin. Sejak kamu menikah, aku tidak pernah tahu kabar kamu dan keluarga kamu."


"Kedua orang tuaku telah meninggal dunia karena kecelakaan, dan kini aku tidak mempunyai siapa siapa lagi selain suami Raska." Jawab Arsy sambil di make up oleh temannya.


"Semoga suami kamu yang sekarang jauh lebih baik dari yang pertama, ngomong ngomong sudah ada isinya belum? maaf, hanya ingin tahu." Ucap Netta merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Aku sedang hamil anak Raska, dan usia kandunganku masih terbilang sangat muda. Jadi, perutku belum terlihat buncit. Ngomong ngomong, kamu kapan menikah?" tanya Ardy yang juga tidak enak hati bertanya tentang soal pasangan.


"Aku belum beruntung seperti kamu, aku masih sendiri. Mungkin jodohku sedang sibuk mengumpulkan keberanian untuk meminangku." Jawab Netta dengan tersenyum.


"Sabar ya, suatu saat nanti akan kamu temui calon suami kamu. Mungkin setelah ini atau besok akan kamu temui jodoh kamu." Ucap Arsy mencoba menyemangati.


"Aamiin ... semoga, aku hanya bisa berharap. Oh iya, ini baju pilihan dari suami kamu. Cantik, 'kan? suami kamu diam diam pandai memilih pakaian untuk kamu."


"Sok tahu kamu, cepetan bantu aku. Suamiku pasti sudah kelamaan menungguku, aku takut akan terlambat."


"Memangnya kamu mau pergi kemana? ada acara apa? bukan acara, kencan 'kan?" tanyanya sambil meledek.


"Ada acara dirumah keluarga suami aku, Net."


"Oooh! aku kira mau ada acara spesial, rupanya acara keluarga. Oh iya, coba berdiri. Aku takut, jika penampilan kamu tidak sesuai dengan yang diminta suami kamu." Ucap Netta sambil merapihkan penampilan Arsy.


"Sempurna!" ucap Netta memuji penampilan temannya yang benar benar terlihat sangat cantik. Netta pun tersenyum puas, karena dirinya berhasil telah merubah istri Bos besarnya terlihat cantik dan juga Anggun.


Setelah selesai, Arsy diantar Netta keluar untuk menemui Raska yang sedang duduk santai di sebuah ruangan tunggu khusus pemilik Butik tersebut. Setelah sampai didepan ruangan tunggu, Netta langsung pergi meninggalkan Arsy yang sudah berada didepan pintu.


Ceklek, Arsy membuka pintunya pelan. Dilihatnya sangat suami yang sedang duduk santai sambil melamun, hingga tidak menyadari jika istrinya sudah berada di dekatnya.


"Sayang, aku siap. Bagaimana dengan penampilanku, apakah masih ada yang kurang?" ucap Arsy yang tiba tiba mengagetkan suaminya.


Raska pun segera menoleh ke sumber suara, dan dilihatnya penampilan istrinya yang terlihat begitu sangat cantik dan juga Anggun. Raska tersenyum dan benar benar terpesona saat melihat penampilan istrinya yang terlihat sangat cantik.

__ADS_1


"Tidak, sayang ... dan aku merasa sama sekali tidak ada yang kurang dengan penampilan kamu. Dan kamu benar benar terlihat sangat berbeda, kamu benar benar sangat cantik. Kalau begitu, ayo kita berangkat. Kita tidak mempunyai waktu lagi, karena kakek dan yang lainnya sudah menunggu kita." Jawabnya, kemudian Raska segera bangkit dari tempat duduknya.


Setelah itu, Raska menggandeng tangan milik istrinya sampai didepan mobil. Semua karyawan di Butik milik Raska memberi hormat pada Raska dan Arsy. Tidak hanya itu, semua pelanggan pandangannya tertuju pada pasangan Arsy dan Raska. Keduanya terlihat sangat serasi, yang satu sangat cantik dan yang satunya pun sangat tampan.


__ADS_2