
Raska dan Arsy sedang dalam perjalanan untuk menuju butik ternama, keduanya masih fokus dengan posisinya masing masing.
"Sayang, kenapa kita belum sampai. Masih jauh, kah?" tanya Arsy membuka suara.
"Sebentar lagi sampai, sayang ... sabarlah." Jawab Raska sambil fokus dengan setirnya.
Tidak lama kemudian, kini telah sampai didepan butik ternama. Arsy pun bengong dibuatnya, entah apa yang sedang Arsy lamunkan.
"Kenapa kamu bengong, ayo cepetan masuk."
"Kita pindah tempat lain saja, ya ..." pinta Arsy yang tiba tiba tidak ingin menginjakkan kakinya kedalam butik ternama tersebut.
"Pindah? apa aku tidak salah dengar, hah?" tanya Raska penuh heran saat istrinya menolak untuk masuk dan memilih untuk pindah tempat.
"Iya, aku tidak mau masuk. Aku tidak menyukai butik ini, aku tidak suka." Jawab Arsy beralasan, agar tidak dicurigainya.
'Kenapa Arsy tidak mau masuk kedalam butik ini, padahal aku mau memberi kejutan untuknya. Apa ada masalah dengan butik ini, tapi kenapa Arsy tidak pernah bercerita. Batinnya yang masih penasaran dengan istrinya yang tiba tiba sikapnya pun berubah menjadi aneh, pikirnya.
"Kenapa kamu tidak mau masuk, apakah kamu punya masalah dengan butik ini? katakan, sayang." Tanya Raska ingin tahu.
"Tidak, aku tidak ada masalah dengan pemilik butik ini maupun dengan karyawannya. Bahkan setau aku, butik ini sangat baik pelayanannya dan juga barang barangnya tidak ada yang mengecewakan." Jawab Arsy menjelaskan.
"Lantas, kenapa kamu tidak mau masuk?"
"Aku sedang tidak ingin masuk, itu saja. Mungkin karena bawaan aku sedang hamil, sayang ...." jawab Arsy mencari alasan.
"Sekarang kamu jawab jujur, atau.. jika aku mengetahuinya maka aku bisa bersikap semauku terhadapmu." Ucap Raska mencoba menggertak istrinya. Sedangkan Arsy hanya terdiam saat mendengar penuturan dari suaminya.
"Kenapa kamu diam, cepat katakan dengan jujur." Ucap Raska membuyarkan lamunan istrinya.
__ADS_1
"Tidak apa apa kok, sayang. Baiklah, ayo kita masuk." Jawab Arsy yang kemudian langsung menarik tangan suaminya untuk masuk.
'Apakah seperti ini, yang namanya wanita hamil. Sesuatu yang sering berubah ubah dengan kemauannya.' Batin Raska sambil berjalan beriringan dengan istrinya.
"Selamat malam Tuan ... Nona Arsy ...." sapa semua karyawan padanya. Raska pun bingung dibuatnya, bahkan dirinya tidak menyangka jika karyawannya sudah mengenalinya. Sedangkan Arsy mulai gelisah saat semua karyawan menyapanya.
Semua karyawan pun bingung dibuatnya, tidak hanya heran. Pastinya sangat shok, saat melihat Arsy digandeng oleh pemilik butik tersebut. Rasanya ingin berbisik bisik dengan teman temannya, tetapi keamanannya sangat ketat. Hingga membuat siapapun tidak bisa berkutik sedikitpun, semua karyawan tetap tunduk dengan aturan yang sudah dibuat oleh sang pemilik butik.
"Sayang, aku mau keliling keliling sebentar boleh 'kan?" tanya Arsy merayu.
"Tentu saja, aku tidak melarangmu. Aku pun juga ingin berkeliling, siapa tahu saja ada ya bg cocok." Jawab Raska beralasan, padahal dirinya ingin membuntutinya dari belakang tanpa sepengetahuan istrinya.
Dengan santai, Arsy berkeliling sambil melihat lihat baju yang menurutnya bagus dan nyaman. Sedangkan Raska yang sedari tadi hanya mengamati istrinya.
"Arsy ... benarkah?" seru salah satu karyawan yang sangat mengenali Arsy langsung menghampirinya. Dengan cepat, Arsy segera menoleh ke sumber suara. Kedua mata Arsy melihatnya setengah tidak percaya.
"Netta, kamu Netta?" ucap Arsy sedikit tidak percaya.
Raska yang mendengarnya pun sedikit geram dengan sikap istrinya yang tidak berani menjawab pertanyaan dari salah satu karyawannya.
"Kenapa kamu diam, Arsy? ada masalah?"
"Tidak, aku hanya tidak menyangka bisa bertemu kamu kembali." Jawabnya beralasan.
"Benarkah, sama kalau begitu. Aku juga tidak menyangka bisa bertemu dengan kamu lagu. Oh iya, Arsy ... kamu tahu tidak, pemilik Butik ini sangat tampan. Bahkan sangat baik terhadap semua karyawannya, sayangnya aku tidak bisa memikat hatinya."
"Kenapa tidak bisa, bukankah kamu jagonya.".
"Ini sangat beda, lain dari yang lain. Berbeda dengan suami kamu si Darma, yang mudah mengenal satu sama lain."
__ADS_1
"Terus, kenapa kamu tidak mencobanya."
"Sudah telat, karena sudah menikah. Dan tau tidak, orangnya itu romantis banget. Sampai sampai butik ini diberi nama dari nama istrinya dan si pemilik Butik ini. Namanya cantik banget, katanya cinta pertamanya melalui akun medianya."
"Wah! pasti kisahnya sangat seru ya, Nett!! jadi ikut penasaran, seperti apa orangnya pemilik Butik ini." Ucap Arsy yang tanpa disadari olehnya, bahwa suaminya yang sedari tadi mendengarkan istrinya mengobrol.
"Justru, aku sangat penasaran dengan sosok istrinya. Kabar beritanya sih, sangat cantik. Tapi aku belum pernah mendengarnya, aku berharap sih bisa bertemu dengannya."
Raska sendiri masih mengamati istrinya, meski membosankan.
'Wanita, jika sudah bertemu dengan kaumnya akan lupa waktu. Tapi tidak mengapa lah, dari pada kelamaan di rumah paman. Nanti yang ada Darma memiliki waktu yang panjang untuk memandangi istriku.' Gumam Raska sambil memperhatikan istrinya yang sedang sibuk mengobrol dengan salah satu karyawannya.
"Arsy, dari tadi aku tidak melihat suami kamu. Apa kamu datang sendirian?" tanya Netta sambil celingukan mencari sosok Darma yang dikiranya masih menjadi suami Arsy.
"Aku datang bersama suami aku, dan aku tidak mungkin keluar malam dengan keadaan hamil tanpa suami didekatku." Jawab Arsy yang masih belum berterus terang tentang suami keduanya.
"Tapi, kenapa dari tadi aku tidak melihatnya. Seharusnya akan tetap berada didekat kamu, Arsy ..." tanyanya lagi yang masih penasaran.
"Nanti kamu juga akan melihatnya, ngomong ngomong kenapa kamu mengajakku ngobrol. Apakah kamu tidak takut akan mendapatkan skors dari majikan kamu." Jawabnya berusaha untuk meyakinkan.
"Iya iya, nyonya Darma .... aku percaya denganmu." Ucapnya, kemudian Arsy maupun Netta sama sama tersenyum.
'Begitu beratkah, hingga kamu sulit untuk berkata jujur." Gumam Raska yang semakin penasaran dengan kejujuran istrinya.
Tiba tiba Arsy tertuju dengan sebuah nama yang cantik tertulis denga ukuran yang cukup besar.
"Netta, apakah itu tulisan yang kamu maksud?" tanya Arsy sambil menunjuk kearah tulisan dengan ukuran yang cukup besar nama butik.
"Iya, itu nama butik yang akan dipersembahkan untuk istri tercintanya. Sebenarnya hampir sama dengan yang dulu, namun hanya sedikit dirubah katanya. Aku pun tidak begitu tahu siapa nama istri pemilik butik ini." Jawab Netta menjelaskan.
__ADS_1
"Wah ... beruntung sekali istrinya ya, Nett. Aaah! suamiku juga tidak kalah romantisnya. Dan tidak ada yang menyaingi suamiku. Ucap Arsy memuji diri sendiri.
Raska yang mendengarnya pun tiba tiba mendadak tersenyum.