
Pagi dihari senin ini zahra memulai sekolah SMKnya di SMKN 02 Denpasar.
zahra berharap kalau disekolah barunya ia bisa melupakan David.
Dan diawal sekolahnya zahra sudah mendapatkan banyak teman yang nggak kalah baik dengan dianita.
salah satu temannya yang baru dikenal itu adalah anak motor,meskipun perempuan Vera sangat menyukai otomotif,
Zahra dan teman2nya itu mengambil jurusan Otomotif,dan dari situ zahra mulai belajar menggunakan motor sport.
sempat ada penolakan dari keluarga apalagi kedua kakak laki2nya.
Namun mamanya menuruti apa yang diinginkan Zahra.
keesokan harinya zahra dibelikan motor oleh kakaknya dan mengajari zahra.
diawal belajarnya zahra sempat mengalami cidera pada kakinya karena terjatuh "dek,jangan maksain buat jadi pembalap" tutur kak dicki cemas.
"zahra yakin,zahra pasti bisa kak" respon zahra dengan berjuta senyuman.
Setelah 3 bulan belajar motor,akhirnya zahra sudah mulai mahir dan memahami cara menjadi pengguna motor dengan baik.
Sang mama juga turut mensupport purtinya itu,meskipun zahra bukan anaknya namun kasih sayangnya sama seperti layaknya seorang ibu.
"ma,zahra boleh ngga sih ketemu ibu kandung dan ayah kandung zahra?" pertanyaan zahra seketika merubah raut wajah sang mama.
"bo..leh sayang" respon sang mama dengan nada terbata-bata.
"kenapa sih ma,orangtuanya zahra harus pisah dan ninggalin zahra sama kakak?" tanya zahra .
Entah mengapa tiba2 zahra bertanya soal orangtuanya,bu maira tidak sanggup jika harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"andai kamu tau nak,kalau ibu kamu tidak pernah menganggap kamu ada,ibu kamu cuma membawa saudara kembar kamu,mungkin kamu tidak akan pernah menanyakan soal ibu kamu" batin bu maira menahan airmata.
"mama knp ??" zahra menepuk bahu bu maira
Tanpa menghiraukan zahra bu maira langsung pergi meninggalkan zahra.
"mama knp sih,setiap ditanya soal ibu aku menghindar terus" zahra heran kpd mamanya.
"dek,ngga usah nanya2 ibu lagi kenapa sih" sahut kak diki.
Zahra hanya menatap kakaknya itu dengan tatapan penuh kebingungan.
....
Hari berganti hari,bulan berganti bulan.
Saat ini zahra berusia 17 tahun,
ia selalu berharap ayah kandungnya datang dan merayakan ulang tahunnya .
"aku harap papa datang dihari ulang tahunku nanti" gumam zahra didalam kamar indahnya.
....
Pagi ini zahra harus berangkat pagi karena ia harus melaksanakan praktek.
"Ma,kak,ayah zahra berangkat assalamualaikum" teriak zahra .
"waalaikumsalam" sahut mamanya.
"dasar bocah,ngga ada akhlak emang"celoteh kak Dimas
"biar gitu adek lu juga juga" goda kak diki.
__ADS_1
.....
Sampainya disekolah zahra menghampiri Vera,meskipun baru beberapa bulan kenal,mereka sudah sangat akrab bahkan mereka seperti sahabat.
"Ra,sepulang sekolah lu temenin gua beli buku yah" ajak Vera
"ok!!!" sahut zahra .
setelah bel pulang vera dan zahra keluar kelas dan mengambil motornya diparkiran sekolah,
"jadi ini pembalap baru" ledek Varel salah satu teman vera.
"Lu apaan sih," sahut vera dgn nada kesal.
"kenapa? bilangin yah sama temen lu nanti malam gua tunggu,kita aduh balap" tantang varel .
"eh lu apaan sih,zahra ngga pernah balapan liar" respon vera.
*zahra merupakan gadis yang tidak suka ditantang,ia akan menerima jika ada seseorang yang menantang dirinya*
"Oke,balapan dimana nanti malam" sahut zahra tegas.
"jln.agrisa" balas varel sembari memberikan senyuman.
Zahra dan Vera langsung menghidupkan motornya dan pergi menuju toko buku.
-Perfect husband-
Zahra melihat judul buku tersebut teringat akan david,karena dulu surat2nya disimpan melalui buku yang berjudul -perfect husband-
"Ra,lu mau nggak gua kenalin sama kakak sepupu gua" goda vera.
"apaan sih ver,pakek acara ngenalin segala" respon zahra santai.
Zahra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan senyum samar.
"eh ra,nanti malem gua temenin yah" ucap vera.
"iya beb" balas zahra disusul dgn tawanya.
Setelas mendapat buku yang diinginkan vera,mereka langaung ke kasir dan segera pulang.
...
"*kemana dulu dek,kok pulang telat" tanya kak dimas yang dduk disofa.
"dari toko buku nganter temen" sahut zahra .
setelah berganti pakaian zahra berusaha membujuk kedua kakaknya agar nanti malam ia diizinkan untuk keluar.
zahra menghampiri kedua kakaknya di ruang tengah*,
"Kak,nanti malem zahra mau les piano boleh yah" zahra berusaha merayu kakaknya.
"kakak antar" sahut kak dimas
"kalo kak dimas yang nganter gimana aku bisa balapan,kan kakak ngelarang aku balapan liar" ucap zahra dalam hati.
"kak,zahra sama vera" zahra mencoba mencari alasan.
"yaudah,tapi inget jangan pulang malam" tegas kak dicki.
Setelah mendapatkan izin zahra bergegas menghubungi vera.
...
__ADS_1
saat malam tiba zahra pergi menuju rumah vera,dan berpamitan kepada kakak2nya dan orangtuanya.
setelah menjemput vera zahra menunggu varel di ditepi jalan agrisa.
"udah siap kalah lu" ledek varel
"kita liat aja siapa yang akan kalah" tegas zahra.
Salah satu teman varel menjadi pemandu balapan,zahra memakai helm fullface hitam miliknya dan memanaskan mesin motornya.
"1,2,3 GO" teriak teman varel.
mereka mulai adu balap,pada awalnya zahra merasa akan kalah,namun ia berusaha untuk memenangkan balapan pertamanya.
saat akan sampai digaris finish varel terjatuh dan terpental ke trotoar,zahra menghentikan motornya dan berlari menghampiri varel.
"*rel,kamu ngga papa kan?" zahra cemas karena lengan varel berdarah.
"sedikit lagi finish ngapain lu nolongin gue" tanya farel.
"rel,kamu temen aku,nyawa kamu yang utama,aku anter kerumah sakit yah" zahra meminta bantuan kpd teman2 varel.
"ra,ngapain lu nolongin varel,udah jelas2 dia bersikap kuang baik sama lo" tegur vera.
"dia jika manusia kan,kasian lah" balas zahra*.
Zahra memang beda dengan perempuan diluar sana,ia memiliki hati yang sangat2 rumit.
setelah dokter memeriksa varel,dokter menyarankan agar varel dirawat inap karena luka dibagian kakinya sangat parah.
tak lama setelah dokter keluar ruangan orangtua varel datang,
"yaampun varel,kamu ngapain balapan sih" tegur ayahnya.
"dia tante yang ngajakin zahra balapan,padahal dia aja belum bisa banget bawa motor" Sahut vera kesal.
"zahra siapa ver" mama varel bingung.
"halo tante" zahra menjabat tangan mamanya varel.
"hai,cantik banget cocok nih buat jadi calonnya Dirga" goda mamanya farel.
Setelah berbincang-bincang lama zahra permisi untuk pulang.
"tante,vera aku pamit yah,soalnya mama nungguin dirumah" ucap zahra
"om andi antar yah" tawar mama varel
"ngga usah tan,zahra pulang sendiri aja" balasnya.
...
jarum jam ditangan zahra mengarah pukul 22.45 zahra cemas karena takut orangtuanya marah termasuk kakak2nya.
"gimana nih,pasti kakak marah" batin zahra.
Setelah sampai dirumahnya perlahan zahra mengangkat tangannya dan mengetuk pintu rumahnya.
"tok..tok..tok.."
Bu maira membukakan pintu dan langsung memeluk zahra "*sayang,kamu kemana aja kok sampek malem banget" bu maira cemas.
"iya ma,tadi temennya zahra kecelakaan jdi zahra bantuin dulu" jelas zahra.
next episode*.
__ADS_1