
Beberapa waktu telah berlalu, semua masalah sudah tersesaikan. Zelyn yang kini sudah mendekam dibalik jeruji besi. Sedangkan Darma sudah berada diuar Negri, tepatnya di Negeri gingseng.
Waktu yang ditunggu tunggu oleh kakek Gantara, kini sudah tiba waktunya. Arsy yang tidak menyadari bahwa di pagi hari sudah disibukkan dengan riasan riasan pengantin.
Arsy benar benar tidak menyangka, bahwa dirinya akan segera menikah dengan orang yang belum lama di kenalnya. Ditambah lagi tidak ada rasa cinta diantara keduanya, namun kenyataannya tidak bisa menolak permintaan sang kakek. Arsy maupun calon suaminya sendiri tidak ingin mengecewakan sang kakek.
Dengan lekat, Arsy menatap dirinya didepan cermin. Tatkala bahwa dirinya akan menikah yang kedua kalinya. Tiba tiba Arsy teringat akan pernikahannya dahulu dengan Darma, yang dimana antara Arsy dan Darma sudah menjalin hubungan sebelum menikah. Keduanya tanpa ada rasa canggung atau malu, meski berakhir pada perceraian. Sedangkan pernikahannya yang kedua, Arsy bener benar dibuatnya dilema. Apa lagi calon suaminya sangat dingin dan sangat cuek.
Saat menatap riasannya didepan cermin, tiba tiba Arsy dikagetkan oleh seseorang yang tidak asing baginya.
"Arsy..." ucapnya memanggil. Sedangkan Arsy segera membalikkan badannya kebelakang. Dan dilihatnya orang tua Darma dan juga Yona adik Darma.
"Ibu, Yona.." panggil Arsy terkejut.
"Kak Arsy..." panggil Yona langsung memeluk Arsy kuat dan menangis.
"Kak Arsy.. maafkan Yona, kak.. Yona sangat jahat waktu itu. Yona benar benar menyesal akan perbuatan Yona, kak.. maafkan Yona." Rengek Yona yang masih memeluk Arsy.
Kemudian Arsy segera melepas pelukannya pada Yona.
"Kakak sudah memaafkan kamu, jadi kamu tidak perlu khawatir. Sedikit pun kakak tidak ada dendam sama kamu, kakak tetap menganggap kamu sebagai adiknya kakak. Jangan mengutuki diri kamu sendiri, ada saatnya orang lalai dan juga emosi." Jawab Arsy mencoba meyakinkan. Yona yang mendengarkannya pun merasa tidak enak hati, yang dimana dirinya sudah pernah jahat terhadap Arsy. Sebisa mungkin, Yona meminta maaf dan menyesalinya.
"Semoga kak Raska benar benar suami yang sudah dipilihkan untuk kakak. Selamat ya, kak.. semoga pernikahan kakak membawa kebahagiaan dan disegerakan momongannya." Ucap Yona memberi ucapan selamat.
__ADS_1
"Terimakasih ya, Yona. Semoga kamu juga segera menyusul, dan mendapatkan seorang laki laki yang baik dan bertanggung jawab." Jawab Arsy menyemangati.
"Arsy..." seru ibunya Darma kemudian segera memeluk Arsy dan tiba tiba menangis penuh sesal. Yang seharusnya masih menjadi istri Darma, namun akibat perbuatan buruknya harus kehilangan menantu yang begitu baik. Dan kini putranya harus mendapatkan kesialan karena ulah kedua orang tuanya. Penyesalan yang tidak mungkin bisa dikembalikan seperti semula.
"Arsy... maafkan ibu. Seharusnya kamu dan Darma bahagia bersama, tidak sampai terjadi seperti ini. Namun, apa hendak dikata. Semua sudah terjadi, dan tidak dapat untuk diulang kembali. Ibu benar benar menyesali atas perbuatan ibu diwaktu dulu, maafkan ibu. Semoga kamu bahagia bersama Raska, dan Raska lah laki laki yang akan menjadi suami kamu sepenuhnya. Kebahagiaan yang akan selalu menyertaimu." Ucapnya meminta maaf dan mendoakan.
"Terimakasih atas doanya, bu. Arsy sendiri sudah memaafkan ibu dari dulu. Ibu tidak perlu mengungkit masa lalu, mungkin sudah menjadi jalan ceritanya seperti ini. Arsy tetap menganggap ibu masih seperti yang dulu." Jawab Arsy berusaha bersikap tenang dan tidak gugup. Keduanya Kini sudah normal kembali, tanpa ada rasa kebencian diantaranya.
Arsy yang masih pada posisinya berdiri bersama Yona dan nyonya Ferly, tiba tiba salah satu pelayan menghampirinya.
"Maaf Nona, apakah sudah siap?" tanyanya serius sambil merapihkan penampilan Arsy.
"Aku sudah siap." Jawabnya dengan sedikit gugup. Karena pernikahannya yang kedua sangatlah menegangkan bagi Arsy. Yang dimana calon suaminya yang begitu dingin dan juga cuek membuat Arsy serba bingung jika berhadapan dengan orang banyak.
"Mari, Nona..." ajaknya. Kemudian segera membantu menuntun Arsy untuk menuju ruangan yang sudah disiapkan untuk mengucapkan kalimat sakral oleh calon sang suami.
Semua orang tertuju dengan penampilan Arsy yang terlihat begitu sangat cantik. Raska yang melihatnya pun terkesima akan penampilan Arsy.
Dengan pelan Arsy melangkahkan kakinya untuk mendekati calon suaminya, yang tidak lain adalah Darma Gantara. Dengan keringat dingin, Arsy berusaha untuk tenang.
Raska tanpa menengok kearah Arsy, saat calon istrinya duduk disebelahnya. Arsy yang mendapati perlakuan dingin dari calon suaminya hanya berusaha tidak ada beban sedikitpun dihatinya. Ditambah lagi, pernikahannya diawali sebuah perjodohan yang menurutnya sangat aneh dan langka.
Kalimat demi kalimat dengan pikirannya yang tenang, Raska berusaha sebaik mungkin untuk mengucapkan kalimat sakral didepan para saksi dan para tamu undangan lainnya.
__ADS_1
"Sah.."
"Sah..."
"Alhamdulillah.."
Begitulah kalimat yang diakhiri oleh para saksi saat Raska mengucapkan kalimat sakralnya.
Senyum mengembang dikedua sudut bibi kakek Gantara. Kemudian Arsy mencium punggung tangan suaminya dengan lembut. Begitu juga dengan Raska, entah ada angin apa hingga dirinya mencium kening Arsy terlihat mesra. Mungkinkah Raska sedang tidak sadar, atau terbawa suasana.
Arsy yang diperlakukannya sangat romantis, membuat detak jantungnya seakan mau copot. Jantungnya berdebar debar, nafasnya tidak beraturan. Hingga membuatnya ingin terbang melayang. Perasaan Arsy benar benar sangat berbeda saat di hari pernikahannya dahulu bersama Darma.
Kali ini Arsy benar benar seperti mendapat sengatan listrik yang sangat kuat. Arsy masih diam mematung saat Raska mencium keningnya. Dirinya sendiri pun tidak percaya akan sikap Raska, namun tidak membuatnya besar kepala. Arsy tetap berpikir, bahwa Raska hanyalah mengimbangi situasi dan keadaan yang membuatnya harus melakukannya. Ditambah lagi ada seorang kakek yang benar benar sedang dijaga kesehatannya. Raska tidak ingin jika sesuatu yang membuat kakek bahagia terhalang.
Ucapan selamat kini terlontar dari setiap orang yang telah datang ke kediaman kakek Gantara. Semua para tamu undangan dan juga keluarga, kini menikmati hidangan yang sudah disajikan.
Raska yang merasa perutnya sangat lapar, hingga tanpa rasa malu dirinya langsung mengambil satu porsi makanan.
Dilihatnya Arsy yang sedang duduk sendirian, tiba tiba Raska segera mengambil satu porsi makanan. Kemudian Raska segera menghampiri sang istri dan meletakkan satu porsi makanan didepan Arsy.
"Untukku?" tanya Arsy penasaran.
"Bukan! tetapi untuk kita berdua. Cepetan suapin aku." Jawab Raska ketus, Arsy yang mendengarkannya pun wajahnya tiba tiba berubah terlihat masam.
__ADS_1
"Apa.. suapin? yang benar saja." Ucap Arsy yang masih tidak mengerti.
"Iya, cepetan." Jawab Raska yang sudah tidak sabar ingin segera disuapin. Dengan sigap Arsy segera menyuapi suaminya dengan telaten.