Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Bertemu gadis kecil


__ADS_3

Arsy yang merasa dirinya terasa lapar, terpaksa menahannya. Arsy hanya bisa memperhatikan dan menelan salivanya saat melihat anak anak jalanan sedang menikmati makanannya.


Kemudian ada seorang gadis kecil menghampiri Arsy yang sedang menyandarkan tubuhnya didepan ruko.


"Kakak cantik... kenapa kakak cantik ada disini?" tanyanya dan duduk disamping Arsy.


Apa yang harus aku jawab kepada bocah ini, tidak mungkin jika aku harus berkata jujur. Batin Arsy bingung.


"Kenapa kakak diam?" tanyanya lagi.


"Kakak tidak memiliki tempat tinggal, apakah tempat disini aman?" jawab Arsy dan bertanya.


"Memangnya kakak dari mana? kenapa tidak memiliki tempat tinggal?" tanya gadis kecil dengan polos.


"Kakak di usir, karena kakak hanya anak pungut, dek..." jawab Arsy dengan jujur.


Aduh... kenapa aku mesti jujur, anak ini apa mengerti dengan ucapanku. Batin Arsy merasa bingung.


"Kakak lapar?" tanya gadis kecil.


Aku memang lapar, tetapi apa iya aku harus mengatakannya. sangat memalukan, jika aku menjawab lapar. Gumam Arsy dalam hati.


"Kalau kakak tidak keberatan, kakak boleh ikut aku pulang. Nanti kita makan malam bersama, disini hanya tempat untuk berkumpul dengan teman teman. Sekarang kita semua sudah ada yang bertanggung jawab." Ajak gadis kecil dan menjelaskan.


"Kakak kira mereka tidur ditempat seperti ini, sukurlah kalau sudah ada yang bertanggung jawab." Jawab Arsy tersenyum.


"Sejak kakak ganteng ganteng melihat kami yang sedang mengamen, kami diajaknya untuk singgah di gubuk anak anak. Dan kami pun sudah disekolahkan, kami tidak lagi merasa sedih." Ucapnya menjelaskan dan tersenyum.


"Baik sekali kakak ganteng gantengnya." Jawab Arsy memuji.


"Kalau begitu, kenalkan. Namaku Hanum, kakak siapa?" ucapnya memperkenalkan diri.


"Nama kakak Arsyla, panggil saja kak Arsy." Jawab Arsy tersenyum.

__ADS_1


"Ayo kak, ikut Hanum." Ajak Hanum sambil menarik tangan Arsy, sedangkan Arsy tidak mempunyai pilihan lain selain menerima ajakan Hanum.


"Rumahnya masih jauh?" tanya Arsy sambil berjalan.


"Tidak kok, kak.. sebentar lagi juga sampai." Jawab gadis kecil yang masih menggandeng tangan Arsy.


Tidak lama kemudian, telah sampai didepan rumah yang terlihat sangat sederhana. Arsy menatap lekat tulisan yang berada didepan rumah sederhana yang bertuliskan, Gubuk masa depan anak anak. Arsy pun tersenyum mengembang.


Semoga aku mendapatkan pekerjaan, walau hanya sebagai tukang sapu sekalipun. Aku akan nencobanya untuk mendaftarkan diri, semoga berhasil. Batin Arsy penuh percaya diri.


"Kak Arsy kenapa melamun, kita sudah sampai loh, kak.." ucapnya dan masih menarik tangan Arsy.


Kedua mata Arsy tiba tiba terbelalak saat melihat laki laki yang tidak asing baginya. Begitu juga dengan laki laki tersebut, yang juga kaget saat melihat sosok wanita yang juga tidak asing baginya.


"Bro... lihat wanita itu, cepetan." Ucapnya sambil menunjuk ke arah Arsy.


"Suruh ngapain aku lihat, hah?" tanyanya malas.


"Itu wanita yang menabrak satu keranjang buah yang aku beli tadi siang." Jawabnya memberitahu.


"Tiba tiba Hanum menarik tangan Arsy untuk menghampiri kedua laki laki tersebut.


"Adek Hanum.. mau kemana kita?" tanya Arsy penasaran.


"Ayo ikut Hanum, kak.. itu kakak ganteng sudah pulang." Jawabnya yang masih menggandeng tangan Arsy.


Arsy hanya sedikit menunduk karena takut akan mendapatkan amarah dari kedua laki laki yang sudah ada didepan matanya.


"Kak Tara dan kak Boni, perkenalkan ini kak Arsy. Dan Kak Arsy tidak memiliki tempat tinggal, boleh kan kak? kalau kak Arsy tinggal di Gubuk anak anak dan tidur bersama Hanum." Pinta Hanum memohon.


Sedangkan Arsy begitu sangat malu saat dirinya dikatakan tidak memiliki tempat tinggal, karena dirinya teringat akan mengganti kerugian buah yang sudah ditabraknya.


"Hanum..... apa kamu yakin, kalau kakak disamping kamu ini orang baik? kalau ternyata dia orang jahat, bagaimana?" tanya Boni sambil jongkok dan melirik kearah Arsy.

__ADS_1


Arsy yang merasa dirinya terpojok, akhirnya berpamitan untuk pergi dari tempat yang sudah di datangi.


"Maaf, kalau begitu aku akan pergi dari sini, aku akan mencari penginapan. Dan soal ganti rugi atas buah yang sudah jatuhkan, akan secepatnya aku lunasi." Ucap Arsy dengan posisinya yang masih menunduk.


"Kamu tidak perlu pergi dari tempat ini, kamu cukup bekerja disini tanpa aku beri upah. Anggap saja aku menghukum kamu, jadi kamu aku izinkan untuk tinggal disini. Tapi ingat, besok pagi kamu harus menemui aku di ruanganku. Apakah kamu mengerti?" Jawab Tara memberi syarat untuk Arsy.


"Baiklah, aku terima hukuman dari kamu." Ucap Arsy merasa lega, karena dirinya tidak harus pergi. Karena Arsy sangat membutuhkan penginapan gratis. Karena Arsy tidak memiliki uang sepeserpun.


"Terimakasih ya, kak Tara dan kak Boni. Kalau begitu Hanum pamit untuk istirahat ya, kak..." ucap Hanum berpamitan untuk masuk kedalam.


Arsy pun mengekori Hanum dari belakang, perasaan Arsy sangat bahagia. Karena dirinya tidak menjadi orang gelandangan.


Sedangkan Tara dan Boni kini sedang berada diruangan khusus.


"Bro, kamu tidak merasa curiga apa dengan wanita tadi?" tanya Boni.


"Aku sama sekali tidak merasa curiga. Justru aku merasa tidak asing dengan wanita itu, tapi dimana? aaah sudah lah, besok kita akan mulai bekerja. Lebih baik kita istirahat." Jawabnya.


"Lalu bagaimana dengan misi kamu, bro? dan sebenarnya apa tujuan kamu menyamar seperti ini. Kamu mau mencari jodoh? atau... sedang menghadapi musuh dalam selimut?" tanya Boni penasaran.


"Nanti kamu akan mengerti apa tujuanku. Sekarang kamu tetap menjadi peran yang sudah aku perintahkan ke kamu." Jawabnya.


"Baiklah, aku nurut saja denganmu. Dan sampai kapan aku akan menjadi peran seperti ini, brooo broo.." ucap Boni sambil mengacak acak rambutnya yang tidak gatal.


"Sampai aku menemukan kebahagiaanku." Jawabnya lalu segera masuk kedalam kamarnya yang terlihat sangat sederhana ruangannya, namun isi kamarnya tetap terlihat mewah.


Dilain sisi, Arsy dan Hanum sedang menikmati makan malam berdua. Arsy begitu menikmatinya, karena sedari tadi Arsy hanya sibuk dengan masalahnya. Hingga membuatnya hilang segala galanya.


"Kak Arsy jangan malu malu disini, kita semua sama. Tidak ada yang membedakan status masing masing." Ucap Hanum sambil menyapu piringnya dengan sendok. Arsy mendengarnya pun tersenyum.


"Kak Arsy sangat bersyukur bisa bertemu denganmu, Hanum. Kak Arsy tidak tahu apa jadinya nasib kak Arsy jika tidak ada pertolongan dari kamu. Mungkin kak Arsy sudah ditangkap oleh bos pengamen, dan bisa jadi kak Arsy dijual." Jawab Arsy.


"Kita sudah diwajibkan untuk saling tolong menolong, kak... dan kata pak guru kita tidak boleh sombong." Ucap Hanum dan tersenyum.

__ADS_1


"Gadis pintar. Oh iya, kakak tadi kerjanya apaan? kok bisa memiliki gubuk masa depan anak anak." Tanya Arsy penasaran.


"Ini gubuk belum lama sih, kak.. baru berjalan dua bulan. Kak Tara dan kak Boni yang membangun gubuk ini. Soal pekerjaan Hanum tidak tahu kak, tapi kemarin bilang mau bekerja di Restoran cabang Merpati Jaya." Jawab Hanum, Arsy yang mendengarnya hanya tersenyum.


__ADS_2