Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Di rumah kakek


__ADS_3

Tuan Nugraha beserta istri dan kedua anaknya dan juga menantunya kini sudah siap untuk berangkat kerumah kakek Gantara. Darma yang sedari tadi pagi terlihat lesu dan tidak bersemangat.


"Ibu, sebenarnya ada acara apa sih dirumah kakek? Yona benar benar sudah tidak sabar ingin bermanja dengan kakek." Tanya Yona sambil memakai tasnya.


"Kata kakek kamu, Raska mau membawa calon istrinya untuk diperkenalkan kepada kita." Jawab sang ibu dengan mengerucutkan bibirnya.


"Benarkah? jadi sebentar lagi kak Raska akan segera menikah?" tanya Yona tidak percaya.


"Kita lihat saja nanti, seperti apa calon Raska." Jawab sang ibu sambil melangkahkan kakinya menuju mobil.


Sedangkan Darma sendiri masih duduk di sofa, Zelyn yang melihatnya pun terasa tidak sabar melihat sikap Darma yang semakin membuatnya kesal dan juga geram.


"Mas, kamu mau ikut kerumah kakek apa tidak sih. Ibu dan ayah sudah menunggu kita di mobil loh.." tanya Zelyn berdecak kesal.


"Aku malas, ujung ujungnya pasti ibu berdebat dengan kakek meributkan warisan. Kalau kamu mau ikut berangkat saja, aku mau tidur saja di rumah." Jawab Darma yang masih duduk dan bersandar disofa.


"Mas, ibu tadi bilang kalau Raska mau memperkenalkan calon istrinya. Apa kamu tidak penasaran, atau... sekedar ingin


tahu saja." Ucap Zelyn berusaha merayu.


"Untuk apa, untuk dijadikan saingan? tidak sudi aku dijadikan saingannya. Sudah sana kalau kamu mau ikut, aku dirumah saja." Jawab Darma tanpa menghadap ke istrinya.


"Setidaknya aku ada kamu, mas... apa kamu tidak kasihan denganku. Raska saja ada yang menemani, sedangkan aku sendirian. Aku harus menjawab apa jika kakek bertanya, mas? ayolah kita berangkat. Jika suasana hati kamu tidak enak, kita langsung pulang." Ucap Zelyn memohon.


"Iya iya iya," jawab Darma langsung bergegas bangun dan segera berangkat. Zelyn yang mengekori dari belakang tersenyum puas.


Akhirnya aku bisa mengajak mas Darma untuk ikut. Aku harus memperlihatkan ke kakek, kalau aku wanita yang pantas menjadi istri mas Darma dari pada si Arsy. Gumamnya sambil berjalan.

__ADS_1


Didalam perjalanan, Darma sama sekali tidak membuka suara. Sedari tadi Darma hanya memejamkan kedua matanya, agar dirinya tidak begitu memikirkan sesuatu hal buruk yang akan terjadi pada keluarganya.


"Darma, kamu harus ingat! bahwa kamu harus bisa mencuri perhatian kakek. Tunjukkan keharmonisan kamu dengan istri kamu, jangan perlihatkan pertengkaran kalian didepan kakek. Kamu mengerti?" ucap sang ibu mengingatkan.


"Ibu tidak perlu khawatir, kakek sudah tau mana yang pantas dan mana yang tidak. Kita nurut saja apa kata kakek, kalau kita menawar muka kakek akan menurunkan jumlah yang sebenarnya." Jawab Darma yang masih memejamkan kedua matanya untuk mencoba mengingatkan sang ibu agar tidak menjadi seorang yang serakah.


"Kamu menyindir ibu?" ucap Ibu merasa tersinggung.


"Bukan menyindir, itu kenyataan." Jawab Darma asal.


"Sudah sudah.... kalian berdua ini, bisa tidak! untuk diam. Yang kita lakukan itu cukup tenang." Ucap tuan Nugraha yang merasa gendang telinganya terganggu. Sedangkan Nyonya Ferly pun hanya diam, dirinya tidak berani melanjutkan pembicaraannya.


Darma masih fokus memejamkan kedua matanya, dirinya berharap ketika bangun sudah berada di rumahnya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh, kini mobil yang ditumpangi keluarga tuan Nugraha sudah sampai di halaman rumah kakek Gantara.


Zelyn yang melihat halaman dan juga rumah kakek Gantara pun terkagum kagum akan kemegahannya.


"Iya, ini rumah kakekku. Tapi sekarang sudah menjadi milik kak Raska, menyebalkan. Kenapa tidak menjadi milik kak Darma, yang jelas jelas sudah menikah duluan." Ucap Yona berdecak kesal, Zelyn sendiri tiba tiba ikut geram karena penuturan dari Yona.


Seharusnya rumah ini menjadi milik mas Darma dan aku. Tapi kenapa masih dimiliki Raska? Gumam Zelyn yang masih belum mengerti.


"Sudahlah, kenapa dari tadi yang dibahas harta harta... saja. Sekali kali kalian semua memikirkan perasaanku." Ucap Darma yang kemudian langsung turun dan masuk duluan kedalam rumah. Sedangkan Zelyn sendiri tidak bisa mengejar langkah Darma yang begitu cepat. Zelyn akhirnya menyerah dan menunggu Yona dan mertua untuk masuk bersama.


Didalam ruangan khusus, kakek Darma sedang duduk santai sambil menunggu cucunya dan juga anaknya beserta menantunya.


Darma yang sudah berada didalam, dirinya segera masuk kesalah satu kamar. Darma langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dirinya merasa sangat penat akan pikirannya yang tidak karuan.

__ADS_1


"Selamat datang tuan... nyonya.. dan nona.." sapa salah satu pelayan dengan ramah. Nyonya Ferly maupun tuan Nugraha hanya mengangguk tanpa menoreh senyuman, benar benar terlihat sangat kaku dan terkesan sangat sombong. Berbeda dengan kedua orang tua Raska, yang begitu ramah dan bersahaja.


"Dimana kakek Ganta," tanyanya dengan datar.


"Sedang duduk santai diruangan khusus, nyonya.." jawabnya sedikit takut.


"Buatkan minuman untuk kami, jangan terlalu manis. Jika sampai salah takaran maka aku akan memecat kalian." Ucap nyonya Ferly mengancam. Sedangkan pelayan tersebut tidak takut sama sekali dengan ancaman yang diberikan oleh nyonya Ferly selaku putri dari kakek Gantara, karena dirinya percaya akan siapa tuan Raska.


"Kakek.... Yona sangat merindukan kakek, kenapa kakek pergi begitu lama. " seru Yona langsung memeluk sang kakek dengan pelukan yang erat.


"Yona, cucu kakek. Sudah besar rupanya kamu sekarang, sudah selesai kuliahnya? lalu bagaimana kabar kamu?" ucap sang kakek bertanya.


"Kabar Yona sangat baik, kek.. Yona masih kuliah. Kakek sendiri bagaimana kabarnya?" jawab Yona yang juga bertanya kabar balik kepada sang kakek.


"Seperti yang kamu lihat, kakek baik baik saja, bukan?" jawab sang kakek tersenyum.


"Papa.. bagaimana kabarnya?" sapa tuan Nugraha selaku menantu kakek Ganta.


"Kabarku seperti yang kamu lihat, dimana putramu? kenapa aku tidak melihatnya. Lalu wanita itu siapa? istri baru Darma?" jawab sang kakek dan bertanya tanya.


"Iya Pa, perkenalkan ini Zelyn. Istri kedua Darma, mohon restunya pa.. dan sepertinya Darma sedang istirahat dikamar." Jawab nyonya Ferly ikut menimpali. Zelyn pun segera mendekati kakek dan mencium punggung tangan milik sang kakek.


Kakek Ganta memandangi Zelyn dengan rasa ketidaksukaannya. Kakek Ganta kemudian segera bergegas berdiri dan mengajaknya untuk pindah tempat yang lebih leluasa.


"Ayo kita duduk di ruang keluarga, disana kita bisa duduk santai sambil menikmati cemilan." Ajak sang kakek. Semuanya pun segera pindah tempat ke ruangan keluarga.


"Yona, panggilkan kakak kamu. Kakek ingin berbicara dengannya, katakan kepada Darma bahwa kakek ada perlu." Perintah sang kakek kepada Yona, sedangkan Zelyn merasa terpojok oleh sikap kakek Ganta.

__ADS_1


"Biar Zelyn saja yang memanggil mas Darma, kek.." ucap Zelyn menimpali.


"Kamu tidak tahu kamar mana yang ditempati suami kamu, jadi biarkan Yona yang memanggilnya." Jawab sang kakek yang langsung duduk diruang keluarga. Zelyn sendiri merasa kesal atas perlakuan sang kakek kepadanya.


__ADS_2