Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Perasaan takut


__ADS_3

Setelah usai sarapan pagi, Arsy dibantu anak anak lainnya umtuk membereskan meja makan dan juga dapur. Arsy merasa senang dengan sikap anak anak yang semakin hari semakin menjadi rajin dan juga sudah bisa menjaga kebersihan.


"Kak Arsy, kakak sudah punya pacar belum?" tanya Hanum dengan polos.


"Hanum... kamu belum pantas berbicara seperti itu. Tugas kamu adalah belajar yang rajin, agar cita cita kamu terwujud. Dan sekarang kamu bersiap siaplah untuk berangkat sekolah, nanti kamu bisa terlambat." Ucap Arsy menasehati.


"Iya kak, Hanum tidak lagi menanyakan soal yang tadi. Hanum akan rajin belajar, agar cita cita Hanum terwujud. Kalau begitu, Hanum berangkat sekolah ya, kak..." jawab Hanum lali bergegas pergi meninggalkan Arsy, namun sebelumnya Hanum mencium punggung milik Arsy.


"Hati hati, dan jangan jajan sembarang." Ucap Arsy mengingatkan, Hanum mengangguk dan tersenyum.


Setelah anak anak sudah berangkat sekolah, suasana menjadi hening. Kemudian Arsy segera bersiap siap untuk berangkat ke rumah kakek Gantara. Namun tiba tiba Arsy dikagetkan oleh sosok perempuan dari belakang.


"Maaf Nona, ada pesan dari tuan Muda." Ucap seorang wanita mengagetkan Arsy yang hendak mau masuk ke kamarnya. Arsy segera menghentikan langkah kakinya, kemudian langsung membalikkan badannya kebelakang.


"Maaf, mbaknya siapa ya?" tanya Arsy penuh ksrasa penasaran.


"Saya mendpatkan perintah dari tuan untuk mengajak Nona melakukan perawatan." Jawabnya menjelaskan.


"Tunggu, yang dimaksud tuan siapa, ya? saya rasa tidak ada yang saya kenal dengan sebutan tuan." Ucap Arsy yang masih bingung.


"Nanti Nona juga akan mengetahuinya. Sekarang mari ikut saya, Nona.." jawabnya lalu mengajak.


Arsy yang merasa ada kejanggalan pada dirinya pun masih belum bisa percaya sepenuhnya. Ditambah lagi Arsy tidak mengenal sosok wanita yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Maaf mbak, saya rasa tidak perlu melakukan perawatan. Karena saya sudah mandi dan juga tidak bau badan." Ucap Arsy berusaha mengelak.


"Maaf Nona, ini semua sudah diperintahkan oleh tuan Muda. Setelah selesai melakukan perawatan, Nona akan segera kami ubah penampilannya." Jawabnya berusaha membujuk Arsy.


"Tetapi saya harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik tempat ini. Saya takut akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat." Ucap Arsy dengan tatapan yang terlihat lesu.


"Kami sudah meminta izin, justru pemilik tempat ini yang menyuruh saya untuk membantu Nona melakukan perawatan." Jawabnya.


"Apa.... segitukah aku harus melakukan perawatan hanya untuk datang ke rumah kakeknya." Gerutu Arsy yang tanpa disadari didengar oleh ketiga pelayan yang berada di dekatnya.


"Mbak, memang siapa sih laki laki pemilik tempat ini. Kenapa mbaknya tadi menyebut tuan muda. Memang siapa tuan muda itu, jangan bilang kalau saya mau dijual oleh pemilik tempat ini, iya kan?" Ucap Arsy bertanya tanya.


"Nanti Nona akan segera mengetahuinya. Lebih baik sekarang Nona fokus dengan perawatan." Jawabnya sambil berjalan menuju kamar milik Raska.


Sedangkan Arsy heran dibuatnya. Kenapa mesti masuk kedalam kamarnya, pikirnya.


Ternyata mewah juga kamarnya, bahkan melebihi hotel berbintang bintang. Batin Arsy sambil celingukan disetiap sudut.


Sedangkan Raska sedang keluar, entah kemana tujuannya. Sampai sampai dirinya belum juga kembali. Arsy yang merasa bosan didalam kamar milik Raska dengan perasaannya yang berkecamuk.


Jangan jangan memang benar, kalau aku akan dijual. Demi menghindari permintaan sang kakek, dirinya rela melakukan apapun demi keuntungannya. Seharusnya tinggal bilang, dan menyuruhku untuk pergi dari tempat ini. Dengan senang hati aku akan melakukannya. Batin Arsy yang semakin tidak tenang pikirannya.


Setelah ritual perawatannya sudah selesai, Arsy mulai dirias wajahnya yang tidak begitu mencolok. Seketika itu juga Arsy teringat akan pernikahannya bersama Darma, yang di mana dirinya melakukan perawatan dan dirias begitu sangat cantik.

__ADS_1


Tanpa diminta, air matanya membasahi kedua pipinya. Ketiga pelayan pun bingung dibuatnya, sesekali mencoba menanyakan perihal akan sedihnya.


"Maaf Nona, kenapa menangis? tuan kami tidak akan menyiksa Nona. Percayalah dengan kami, tuan kami tidak seburuk yang Nona pikirkan." Ucap salah satu pelayan mencoba meyakinkan Arsy dan mencoba menenangkan pikiran buruknya.


"Bukan itu yang aku pikirkan, aku hanya teringat masa laluku." Jawab Arsy sambil mengusap air matanya, namun tiba tiba tangannya tertahan oleh salah satu pelayan yang ikut menghapus air matanya.


"Maaf Nona, jika saya telah lancang. Sekali lagi maafkan saya, dan kami tidak akan mengulangi pertanyaan kami." Ucapnya merasa bersalah.


"Tidak apa apa, tidak ada larangan untuk bertanya. Sebenarnya yang mbak maksud tuan itu, siapa? karena baru pertama kalinya saya melihat mbak. Lalu apa maksud dari seorang laki-laki yang bernama Tara mengizinkan saya untuk melakukan perawatan." Tanya Arsy menyelidik.


"Nanti Nona akan mengetahuinya sendiri. Sekarang pakailah pakaian ini, Nona.." jawab salah satu pelayan sambil membantu memakaikan pakaian Arsy.


Tuh kan... dari tadi jawabannya sama saja, sebenarnya laki laki itu maunya apa sih. Benar benar membuatku bingung, mana dari tadi belum kelihatan batang hidungnya lagi. Jangan jangan bukan dia yang mengantarkanku. Aku harus waspada setelah ini, sebelum naik mobil aku harus pastikan untuk untuk tidak mudah terpengaruh dengan ajakan orang yang tidak aku kenalnya. Gumamnya dalam hati sambil berdecak kesal.


"Sempurna. Nona benar benar terlihat sempurna dan terlihat sangat cantik dan juga anggun. Perpaduan warna yang sangat cocok dengan tuan Muda." Ucap salah satu pelayan sambil merapikan penampilan Arsy.


Sedangkan Arsy semakin bingung dibuatnya, ditambah lagi yang dibahas oleh ketiga pelayan tersebut hanya tuan muda dan tuan muda pikirnya.


Di luar sana, tepatnya didepan pintu gerbang sudah ada Raska yang sedang menunggu Arsy. Karena merasa sudah tidak sabar untuk segera berangkat, Raska segera memerintahkan anak buahnya untuk menyusul Arsy yang sedang berada didalam.


"Cepetan panggil wanita yang berada di dalam, dan ingat! jangan sebut namaku tuan muda Raska. Panggil saja pemilik tempat ini sudah menunggunya, atau bisa kamu katakan cukup tuan muda sudah menunggu di dalam mobil. Tunjukkan sikap kamu yang menakutkan itu, aku ingin melihat ekspresinya yang lucu." Perintah Raska.


"Baik tuan.. akan saya ikuti perintah tuan muda." Jawabnya langsung masuk kedalam.

__ADS_1


"Bagus, aku ingin melihat ekspresinya yang sangat ketakutan." Gerutu Raska dengan senyum mengembang.


Masih didalam kamar milik Raska, Arsy semakin gugup setelah dirinya sudah benar benar siap untuk berangkat. Jantungnya berdegup sangat kencang, pikirannya melayang entah kemana. Perasannya bercampur aduk memikirkan yang akan terjadi hal buruk pada dirinya. Berkali kali Arsy mengatur pernapasan nya, agar dirinya tidak masuk dalam jebakan.


__ADS_2