Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Cemburu


__ADS_3

Setelah memberi kejutan kepada sang kakek, Arsy menyerahkan belanjaannya kepada salah satu pelayan rumah. Karena sudah terasa capek dan mengantuk, Raska dan Arsy segera masuk ke kamar.


"Tunggu!" seru Raska menghentikan langkah kaki sang istri menuju anak tangga.


"Ada apa, sayang ...." tanya Arsy sedikit kaget.


"Biar aku gendong kamu, aku tidak ingin kamu kecapekan. kasihan calon anakku, jangan protes."


"Sayang .... sampai kapan kamu akan terus begitu, percayalah denganku. Sebenarnya tidak ada larangan untuk wanita hamil menapaki anak tangga, sayang ...."


"Aaah! iya, aku lupa. Disebelah tangga ada lif, kamu bisa memakainya. Agar kamu tidak capek, sayang."


Arsy hanya menatap suaminya penuh keheranan, seperti inikah rasa khawatirnya seorang Raska. Sampai sampai melarangnya untuk melakukan aktivitasnya walau hanya sekedar melangkahkan kakinya, pikir Arsy.


"Kamu jangan berlebihan, tidak baik. Terkecuali, kondisi fisikku benar benar sedang lemah. Maka aku akan dilarang melakukan aktivitas yang berlebihan, kenapa kamu tidak juga mengerti." Ucap Arsy sambil memperlihatkan muka masamnya.


"Baiklah, terserah kamu saja. Jika kamu benar benar merasa capek, berterus teranglah denganku. Aku sangat menyayangimu dan juga calon anakku yang berada didalam kandungan kamu. Aku tidak ingin kehilangan wanita yang aku sayangi, dan calon anakku yang aku sayangi. Kalian berdualah nafas hidupku, jangan pernah tinggalkan aku. Berjanjilah untukku aku, sayang ..." Ucap Raska sambil mengusap perut milik istrinya sambil berjongkok. Sedangkan Arsy masih pada posisinya yang sedang duduk di sofa.


"Aku janji, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Aku pun menyayangimu, bahkan mencintaimu. Hanya kamu dan calon bayi yang ada didalam kandunganku yang aku miliki saat ini." Ucap Arsy sambil memegangi kedua tangan suaminya.


Keduanya saling menatap dan tersenyum bahagia, saat keduanya saling mengungkapkan perasaannya. Meski sudah sering dan berkali kali kali mengungkapkan rasa cinta, keduanya tidak pernah ada rasa bosan.


Raska segera bangkit dari jongkoknya, kemudian duduk disamping Arsy dan memeluknya dengan penuh rasa sayang yang dimiliki. Dengan lembut, Raska mencium kening milik istrinya.


Setelah cukup lama mengobrol, Raska dan Arsy segera bangkit dari tempat duduknya. Kemudian Raska menarik tangan istrinya menuju lif, agar istrinya terbiasa untuk memakai jalan pintas.


Raska benar benar sangat takut, jika terjadi sesuatu pada istrinya dan juga calon anaknya yang masih berada didalam kandungan istrinya.


'Cukup Papa dan Mama meninggalkan aku sendirian, dan aku tidak ingin terjadi yang kedua kalinya. Aku tidak ingin kehilangan istri dan calon anakku, aku sangat menyanyangi keduanya. Meski nyawaku yang harus aku pertaruhkan, aku tidak akan membiarkan istriku dan calon anakku yang menjadi korban.' Gumam Raska didalam lif.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, Raska dan Arsy sudah berada di depan pintu kamarnya.


Ceklek, Raska membuka pintunya dan segera masuk diikuti istrinya dari belakang. Kemudian Raska kembali menutup pintu dan mengunci kamarnya.


"Sekarang, gantilah pakaian kamu dan cuci mukamu sekalian gosok gigi. Setelah itu, tidurlah dengan nyenyak."


"Iya, sayang ... terimakasih sudah mengingatkanku." Jawab Arsy, kemudian segera mengambil baju ganti di lemari dan segera masuk ke kamar mandi.


Sedangkan Raska menunggunya sambil menyibukkan dengan laptopnya. Dalam sehari penuh, Raska tidak membuka laptop maupun ponselnya.


Sesekali Raska menghidupkan ponselnya, dan benar saja hanya pesan masuk ke nomornya.


^^^Raska, aku sudah pulang. Besok malam dirumah akan ada acara, aku berharap kamu datang bersama istrimu. Jangan khawatir, aku tidak akan menggoda istrimu. Ini pesan dari Ibu dan Ayah, sekalian kakek juga diajak.^^^


Begitulah pesan yang diterima oleh Raska dari saudara sepupunya.


Dengan kasar, Raska menghembuskan nafasnya. Tanpa disadari, Arsy sudah berada didekatnya.


"Dari mantan suami kamu." Jawab Raska kemudian langsung mematikan ponselnya, dan meletakkannya dengn kasar.


Arsy pun kaget dibuatnya, dirinya bingung dengan sikap suaminya sendiri. Semua sikapnya mengandung unsur yang sangat berlebihan, hingga Arsy sendiri bingung menghadapinya.


Arsy hanya menyandarkan tubuhnya sambil memeluk bantal dan menyilangkan kakinya di atas tempat tidur sembari menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.


Tidak lama kemudian, Raska keluar dari kamar mandi. Dan dilihat mukanya yang masih memasang muka masamnya didepan istrinya.


Dengan nekad, Arsy mencoba bertanya kembali. Dirinya tidak ingin ada kesalah pahaman yang tidak diinginkan.


Tanpa bersuara, Raska langsung merebahkan badannya diatas tempat tidur.

__ADS_1


"Sayang, sebenarnya ada apa denganmu? kenapa kamu berubah cemberut. Kamu marah denganku? katakan apa salahku. Perasaan juga tadi baik baik saja, kenapa sekarang tiba tiba sikapmu berubah." Tanya Arsy dengan nekad karena penasaran.


"Sudah malam, tidur. Besok kita akan pergi ke Asrama, jadi cepatlah tidur." Jawab Raska dengan suara datarnya.


"Aku tidak mau tidur, sebelum kamu menjelaskannya padaku."


"Apa yang perlu aku jelaskan, tidak ada. Jangan memancing emosiku saat ini, aku sangat ngantuk. Cepatlah kamu tidur, sudah hampir larut malam."


"Kamu saja yang tidur, aku tidak mau. Untuk apa aku tidur, kamu saja terlihat kesal denganku." Jawab Arsy yang ikut kesal karena sikap suaminya yang tiba tiba berubah kesal.


"Jangan pancing emosiku, sekarang tidurlah." Ucap Raska sambil menunjukkan kedua matanya yang terlihat sudah lengket.


Karena merasa tidak dihiraukan, Arsy langsung menyambar ponselnya. Kemudian segera menghidupkannya lagi dengan sabar. Setelah itu, dengan seksama Arsy membuka layar ponselnya. Dilihatnya panggilan masuk, namun tidak dapat ditemukan seseorang menelfon suaminya.


Karena masih penasaran, dengan seksama Arsy membuka pesan masuk di ponsel suaminya. Tiba tiba kedua mata Arsy terbelalak saat membaca nama pengirim pesan.


'Mas Darma?' batinnya, kemudian segera membuka pesannya. Dengan teliti Arsy membuka pesan dari mantan suaminya.


'Raska, aku sudah pulang. Besok malam dirumah akan ada acara, aku berharap kamu datang bersama istrimu. Jangan khawatir, aku tidak akan menggoda istrimu. Ini pesan dari Ibu dan Ayah, sekalian kakek juga diajak.' Gumam Arsy membaca pesan mantan suaminya.


Setelah mengetahui alasan kenapa suaminya berubah menjadi kesal, Arsy mencoba mendekati suaminya yang sudah terlihat tidur pulas.


"Sayang, sayang .... kamu marah karena mas Darma?" bisik Arsy di dekat telinga suaminya.


Dengan reflek, Raska langsung menutupi kepalanya dengan bantal.


Dengan kuat, Arsy merebut bantalnya dan melemparkan ke sembarang arah. Raska pun menjadi geram dibuatnya.


"Mau apa lagi, kamu?"

__ADS_1


"Jawab dulu pertanyaanku, sayang .." rengek Arsy bergelayut manja.


"Kamu cemburu? baiklah, aku akan jujur denganmu. Aku memang melihat mas Darma saat di Restoran, tapi aku sudah tidak mencintainya. Aku hanya mencintai kamu, sayang ... percayalah dengan aku. Soal aku melihatnya dan tidak mengakui didepan kamu, bukan berarti aku ada rasa dengannya. Aku hanya tidak ingin memperpanjang masalah, itu saja." Ucap Arsy mencoba menjelaskan, sedangkan Raska masih terdiam.


__ADS_2