Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang
Di Taman


__ADS_3

Di sebuah taman, tepatnya di keramaian kota. Yang dimana taman tersebut adalah tempat dimana Arsy dan Darma menghabiskan waktu bersamanya sebelum menikah.


Waktu pun sudah gelap, yang dimana Darma tidak kunjung pulang. Justru Darma duduk sembarang posisi di taman, tepatnya sangat indah. Berbagai macam lampu menerangi taman tersebut hingga memancarkan cahaya yang terang. entah sudah berapa botol Darma meneguknya, hingga dirinya berubah oleng pikirannya.


"Arsy.. kenapa kamu tega sakiti aku... kamu tahu, aku sangat mencintaimu. Aku tidak mencintai Zelyn, sayang... kembalilah denganku sayang.. aku akan meninggalkan Zelyn demi kamu. Aku mohon.. kembalilah denganku Arsy.. aku sangat mencintaimu." Ucap Darma komat kamit dengan suara khas orang yang hilang kesadarannya. Berkali kali Darma mengucapkan hal yang sama disetiap ucapannya. Badannya pun sempoyongan, walau posisinya sedang duduk sekalipun.


Orang orang yang melihatnya pun merasa kasihan saat melihat kondisi Darma yang terlihat sangat memprihatinkan.


Semua orang yang lewat didepannya tidak ada yang tidak membicarakannya. Semua tengah membicarakannya, ada yang simpati dan ada juga yang memberinya sumpah serapah kepada Darma. Namun, Darma tidak memperdulikan orang lain mengatakan hal buruk sekalipun. Penampilan Darma sendiri sudah tidak karuan, seakan prustasinya benar benar menguasainya.


Darma masih meneguk minumannya, hingga dirinya semakin oleng. Setiap orang mencoba bertanya dengannya namun jawabannya selalu ngelantur entah kemana mana.


Tiba tiba ada seseorang yang tengah menghampirinya. Sosok orang tersebut tidak lain adalah seorang wanita.


"Siapa dia? sepertinya aku mengenalnya. Tetapi siapa? kenapa banyak botol minuman dibawah tempat duduknya. Apakah sedang prustasi? kasihan sekali." Gerutunya sambil melangkahkan kakinya semakin dekat, agar terlihat jelas siapa yang tengah duduk di taman dengan kondisinya yang sedang mabuk berat.


Dekat semakin dekat langkah wanita tersebut sudah hampir dekat dengan Darma dalam posisinya sembarang, namun belum nampak jelas siapa lelaki yang dimaksud olehnya. Ditambah lagi dimalam hari, hanya cahaya lampu yang menerangi dan membuatnya sulit untuk menebak.


Rasa penasarannya pun semakin kuat, ingin rasanya mendekati lebih dekat namun takut bukan orang baik baik. Akhirnya meminta seseorang yang bisa menemaninya untuk mendekati Darma.


"Maaf mas, aku bisa meminta tolong, tidak?" tanyanya yang menghentikan langkah seorang laki laki yang lewat didepannya.


"Memang mbaknya mau minta tolong, apa?" tanyanya balik.

__ADS_1


"Tolong temani aku untuk mendekati laki laki itu yang sedang duduk dibangku taman itu. Aku merasa tidak asing dengannya, karena aku takut salah orang maka tolong aku untuk mendekatinya." Jawabnya sambil menunjuk ke arah Darma.


"Baik mbak, mari saya temani." Ucapnya dan wanita tersebut merasa lega karena sudah mendapatkan pertolongan.


"Terimakasih, mas... mari.." jawabnya dan mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati Darma yang sedang komat kamit tidak karuan. Wanita tersebut pun tidak bisa menangkap ucapan dari Darma yang semakin tidak jelas dan ngelantur.


"Apa.....!! mas Darma suaminya Arsy? tidak, ini pasti salah." Ucapnya kaget tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sedangkan laki laki yang menemaninya pun ikut kaget, bukan kaget karena mengenali Darma. Tetapi kaget dengan suara teriakan dari wanita yang berada disampingnya.


"Mas Darma, mas... ini mas Darma, kan?" tanyanya berulang ulang tanpa menyadari bahwa Darma benar benar hilang dari kesadarannya. Yang diingatannya hanya nama Arsy dan Arsy.


"Kenapa mas Darma menjadi seperti ini, sih. Lalu dimana Arsy, kenapa mas Darma menjadi seperti ini. Apakah ada masalah? apa mas Darma sedang dikerjain sama temannya." Ucapnya menerka merka berbagai macam untuk menebak.


"Kaaamu siiapaaa? haah! aaawas saja kamu! jiika sampai kamu beraani beraaniinya mereebut Arsy dariku. Aaaku ini suaminya, aaapa kamu mengerti....." ucap Darma dengan bicaranya yang semakin diluar kesadarannya sambil menuding nuding kearah wanita tersebut.


Kasihan sekali mas Darma, hingga sampai mabuk berat seperti ini. Apa kata orang jika mengenali mas Darma, pasti akan banyak media yang menjadikan berita utama. Sepertinya sedang ada masalah dengan laki laki lain, sampai sampai mengancam seperti itu. Aku harus menolongnya, setelah itu aku akan menghubungi Arsy. Gumamnya dalam hati.


"Baik mbak, mari aku bantu." Jawabnya, kemudian laki laki tersebut segera memapah Darma sampai didalam mobil.


Setelah semuanya beres, laki laki laki tersebut segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah wanita tersebut.


Tidak lama kemudian, Darma sudah sampai dirumah wanita yang tengah menolongnya.


"Ayo mas, antarkan laki laki ini kedalam rumah. Jangan khawatir, di rumah ada Ayah dan Ibuku." Ajaknya meyakinkan, karena dirinya takut disangka wanita yang tidak tidak.

__ADS_1


"Iya mbak, mari.. saya percaya kok dengan mbaknya." Jawabnya sambil memapah Darma sampai di ruang kamar tamu.


"Loh loh loh... Siapa laki laki itu, nak? pacar kamu?" tanya sang ibu berubah menjadi resah.


"Ibu... bertanya nya nanti saja, ya. Alia mau menolong mas Darma, kasihan jika tidak segera ditolong." Jawab Alia memohon dan segera masuk kedalam kamar tamu.


Sang ibu yang melihatnya pun sedikit cemas, karena takut terjadi apa apa dengan putrinya. Ditambah lagi membawa pulang seorang laki laki. Ibunya semakin cemas dan juga takut tentunya.


Didalam kamar, Alia dengan telaten membantu Darma untuk segera sadarkan diri dari efek samping minuman yang sudah di minumnya dari awal.


Padahal dulu aku pernah jatuh cinta denganmu mas,Darma... tetapi ternyata aku salah, rupanya kamu tidak mencintaiku. Justru kamu begitu mencintai Arsy sahabatku. Tetapi kenapa saat ini keadaan kamu seperti ini, apa mungkin kalian berdua ada masalah?" gumamnya penuh dengan rasa penasarannya. Setelah itu Alia menyelimuti Darma sampai batas perutnya.


Setelah semua beres, Alia segera keluar dari kamar tamu dan langsung menutup pintunya.


Dengan pelan Alia melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sebelum masuk kamar, kedua orang tua Alia menghentikan langkah kakinya.


"Alia, kemarilah. Ayah dan ibu ingin berbicara denganmu." Pinta sang ibu dengan posisinya yang sedang duduk di ruang keluarga. Sedangkan Alia langsung mendekati kedua orang tuanya.


"Ada apa, ma.. pa?" tanya Alia penasaran dan sedikit ada rasa takut jika kedua orang tuanya akan marah. Terutama kepada sang Ayah, yang dimana begitu sangat ketat peraturan didalam keluarganya.


"Duduklah," perintah sang ibu.


Alia pun segera duduk didepan kedua orang tuanya, perasaannya seperti sedang dihakimi.

__ADS_1


"Siapa laki laki tadi yang kamu bawa kerumah ini?" tanya sang ayah penasaran.


"Laki laki tadi bernama Darma, pa.. ma.. dia adalah suami dari sahabat Alia. Tadi waktu di taman Alia tidak sengaja melihat mas Darma sedang mabuk berat, sepertinya ada masalah dengan pribadinya. Mas Darma sudah menghabiskan banyak botol minuman, Alia kasihan melihatnya ma.. pa... setelah ini, Alia akan segera menghubungi sahabat Alia. Mama masih ingat, kan? Arsy Kesuma. Dialah istri mas Darma, yang belum lama ini menikahnya. Alia menolong mas Darma tidak apa apa kan, ma?" Jawab Alia menjelaskan panjang lebar.


__ADS_2