Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Bangunnya Singa dalam diri kucing garong


__ADS_3

Sesuai dengan rencana awal. Ke tiga sahabatnya pun menjenguk Bian di rumahnya. Sedangkan Satya sibuk di cafe mengajari Arkan yang sudah mulai fokus pada kerjaanya. Arkan seakan dua orang yang berbeda saat sudah berada di depan penggorengan dengan di depan buku dan kertas kertas berisi dengan deretan angka.


Menjadi seorang master ketika sudah memegang penggorengan dan pisau. Tapi seakan menjadi seorang trainee ketika berhadapan dengan berkas dan juga kertas. Satya memiliki kekaguman sendiri pada diri seorang Arkan.


Dirinya bisa melawan apa yang bertentangan dengan dirinya demi seseorang yang sangat di cintainnya.


“Arkan, boleh gue tanya? Biar gak terlalu tegang seperti ini,” ucap Satya yang memecah keheningan di antara mereka berdua.


“Silahkan, gue juga terlalu tegang, mungkin” Jawab Arkan yang memang terlalu tegang bekerja dengan seorang Satya.


“Kok bisa elu kawin lari sama Nurul? Kalo di lihat dari sifat itu sepertinya kalian bertolak belakang,” ucap Satya yang merasa sedikit aneh.


Tak mendengar mereka pacaran tapi mereka kawin lari. Menarik.


“Gue suka sama cewek manja seperti Nurul. Gemes aja, apa lagi pas lagi malu malu, rasanya pengen ketawa pengen gigit dan…”


“Udah stop, bayang elu ternyata lebih gila dari gue.” Satya menghentikan ucapa Arkan yang melambung tinggi tentang istrinya Nurul.


“Lah, Abang sendiri gimana bisa nikah sama Bian. Dia sepertinya punya jiwa bar bar dan Abang sendiri dingin dan cuek,” tanya Arkan yang mendapat tanggapan senyuman dari Satya.


“Dulu karena hanya ingin memiliki dan menang dari seseorang. Dan akhirnya gue jatuh hati dengan Ratna karena perhatian dia. Bian perhatian, bahkan jauh lebih perhatian. Hanya saja, dia kurang feminim. Setelah dia dekat dengan elu, hati gue beru menyadari jika gue hanya kagum pada Ratna dan mencintai Bian.”


Cerita singkat yang di jelaskan oleh Satya membuat Arkan mengerti mengapa temannya itu sampai menangis di restoran.


Satya dan Arkan akhirnya membangun hubungan yang entah sejak kapan semua cerita masing masing keluar dengan lancar tanpa penyaringan lagi. Jam sudah menunjukkan di angka sembilan malam.


Arkan dan Satya pun bergegas untuk pulang ke rumah masing masing yang jaraknya tidak terlalu jauh. Satya mengajak Arkan masuk ke dalam rumahnya terlebih dulu. Karena Nurul masih menunggui Bian yang di tinggal sendiri oleh mertuannya.


“Assalamualaiku,” ucap salam Satya yang di sambut oleh Bian di ruang makan.


“Waalaikum salam Bang,” Bian mencium tangan Satya seperti biasanya dan Satya mencium pucuk kepala Bian.


“Masih sakit?” Tanya Satya namun tak menghiraukan wajah bingung Bian.


“Bang, kenapa Arkan ikut ke sini? Ini kan sudah malem?” Tanya Bian tanpa memikirkan perasaan tamunya akan terluka.


“Ya jemput istrinya lah,” Jawab Satya santai sambil membelik piring di depannya.


“Makan Ar, Rul ambilin piring buat Arkan kenapa. Masak di biarin gitu aja suaminya pulang kerja,” Satya mengintruksikan pada Nurul yang sudah di anggapnya adik sendiri.


“Tunggu!! siapa suami dan siapa istri???” tanya Bian yang penasaran.


“Inget yang malem malem Om Yudistira telfon kita itu? Mereka lari ke Semarang,besoknya mereka nikah di rumah nenehnya Arkan.” cerita singkat Satya.


“Jadi kalian ini sudah menikah?” Tanya Bian yang masih belum percaya dengan cerita singkat yang di tuturkan oleh sang suami.


“Iya Kita udah nikah. Jadi Abang dan elu jangan pada ngusir kita, karena mulai sekarang bakalan sering minta makan di sini. Secara ‘kan istri gue gak bisa masak.” Arkan membenarkan apa yang di dengar Bian dari suaminya.


“Kenapa jauh banget minta makannya? Bukannya elu punya cafe juga, ya harusnya elu dong bawain gue makanan.” Protes Bian pada pernyataan terakhir Arkan yang akan lebih sering minta makan padanya.


“Jauh apanya? Orang tinggal nyebrak jalan kecil aja juga udah nyampek,” ucap Arkan santai dengan memasukkan nasi dengan lauk ikan goreng bikinan Bunda mertua Bian sebelum pulang.


“Maksudnya?” Tanya Bian masih belum mengerti.


“Mereka tinggal di rumah depan,” Jelas Satya yang menyuapi istrinya dalam rasa bingungnya.


Kebingunan Bian pun berubah menjadi sebuah kebahagiaan yang sangat berlimpah. Setelah mendengar Sahabatnya Sasa dan Michael yang rupanya juga telah menjadi sepasang kekasih. Sekarang Arkan dan juga Nurul yang diam diam sudah menihak.


Hari hari mereka jalani dengan melupakan kabar dari Ratna yang ternyata tengah menyusun rencana. Ratna sudah menyelidiki dengan siapa saja Satya dekat. Hingga foto antara Cindy dan Satya pun menjadi salah satu penghuni galerinya.

__ADS_1


Ratna mencari tau masalalu Bian. Hingga dirinya bertemu dengan Fais yang rupanya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Ratna. Entah memang dunia ini yang sempit atau memang penyempitan ruang lingkup saja.


Ratna mendengar cerita Bian dalam Versi Fais. Lelaki biaadab yang menjadi suami kakak kandung dari Bian ini menceritakan tentang pergulatan hotya dengan sang adik ipar. Bahkan Fais memiliki vidio tentang penyatuan mereka.


Sungguh jahat sekali Ratna, entah dengan tujuan apa. Dia mengirim vidio yang berdurasi sepuluh menit itu pada beberapa teman kampusnya. Tak terlupa, Ratna juga mengirimkan Vidio itu pada suami dari wanita yang ada di dalam vidio tersebut.


Semua mata tertuju pada Bian ketika dirinya baru saja masuk ke dalam kelas. Arkan yang sudah menganggap Bian saudarinya pun langsung mengajaknya keluar kelas. Lelaki dingin itu mencari suami dari gadis bar bar yang tengah kebingungan dengan sikap temannya ini.


“Arkan!! lepas, nanti Bang Satya akan salah paham sama kita,” Bian melepas tarikan tangan Arkan.


“Sekarang kita cari dulu suamimu, dan tolong jangan masuk dulu” Arkan kembali meraih tangan Bian yang terus meronta untuk minta di lepas.


Satya menunggu Arkan di parkiran karena sudah mendapat kabar dari kerabat barunya sebelum ke parkiran. Di tengah perjalanan ke parkiran, Bian di cegat oleh Ratna dengan beberapa lelaki. Mereka seperti melihat Bian dengan tatapan yang kurang mengenakkan.


“Kenapa kalian melihat gue kaya gitu? Apa gue ada buat salah sama kalian?” Tanya Bian yang merasa jengkel di perhatikan seperti itu.


“Elu emang gak memiliki masalah sama kita, tapi kita pengen ikut merasakan dan mendengar desahan elu,” ucap salah satu lelaki yang ada di samping Ratna yang menatapnya ingin memangsa.


“Janga mulut mu,” Arkan menyembunyikan Bian di belakang badanya yang lumayan besar meski tak sebesar Satya.


“Rupanya elu sudah dapet juga ya brow? Gimana rasanya? Apa emang legit seperti yang ada di vidio?” Tanya temannya lagi satunya membuat Bian semakin geram.


Tanpa banyak basa basi lagi, Bian langsung menendang mulut lelaki yang menanyakah hal tabuh itu.


“Elu mau bagian mana yang minta gue patahin?” Tanya Bian yang sudah memasang kuda kudang dengan kokohnya.


“Menarik, wanita murahan yang sok suci,” ucapan merendahkan keluar dari mulut manis sang gadis cantik di hadapannya.


PLAKK


Satu tamparan mendarat di pipi mulus gadis cantik ini. Cengkraman kuat yang menyakiti tulang pipi Ratna pun membuatnya mengeluarkan air mata.


PLAKK


Kembali tamparan mendarat di pipi mulus milik Ratna hingga mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya. Masih belum puas Bian mengangkat kerah kemeja cassual milik Ratna.


“Sekarang apa lagi yang elu buat untuk menjatuhkan gue?” Tudauh Bian yang masih juga belum mengetahui apa yang sudah di lakukan oleh Rivalnya itu.


“Bian lepaskan Ratna, kamu bisa membunuhnya,” Teriak Satya yang sudah berada di belakang Ratna.


Bian menghempaskan tubuh yang lebih besar darinya ke tembok hingga pemiliknya tak sadarkan diri. Bian meninggalkan Satya yang terus memanggilnya dari belakang. Bian tau jika dirinya sudah melakukan sebuah kesalahan, tapi ucapan para lelaki itu seakan merobek harga dirinya dan menginjak kesadarannya.


Membangunkan singa dalam diri Bian itu sangatlah mudah. Namun untuk mengurungnya lagi itu sungguh sangat susah, dan bahkan bisa di katakan mustahil bisa reda dengan cepat.


Bian terus berlari menghindari lelakinya. Satya terus mengejar istrinya yang berlari seperti atlet maraton.


Arkan yang di tinggal di lokasi pun, mau tak mau harus mengurusi Ratna yang juga merupakan teman kecil dari Istrinya. Arkan membawa wanita yang telah tak sadarkan diri itu ke ruang kesehatan kampus.


Arkan menghubungi istrinya dan menceritakan semuanya yang terjadi. Setalah melihat Vidio yang ada di ponsel suaminya, Nurut mengetahui siapa yang telah menyebarkan vidio berkonten dewasa itu.


“Sudah, elu gak usah ngurusin wanita ini lagi. Dia memang pantas mendapat ganjaran yang setimpal,” ucap Nurul yang langsung menyeret suaminya.


Di kantin Nurul dan juga Arkan Sudah di tunggui oleh Sasa dan juga Michael.


“Ini bener Bian?” Tanya Michael yang rupanya juga mendapat vidio yang sedang hangat hangatnya di tonton di kampus mereka.


“Gue gak bisa jawab, karena Bian dan Satya itu tertutup. Tapi yang jelas Gue tau siapa yang menyebarkan ini, karena gue tau siapa lelaki yang ada di dalam ini,” ucap Nurul yang tengah tersulut emosinya.


“Sekarang Satya dan juga Bian kemana?” Tanya Sasa yang tak melihat kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


“Tadi Bian menghajar Ratna sama seorang mahasiswa jurusan mesin. Setelah itu lari entah kemana,” Jawab Arkan yang juga tak tau menau kemana kedua orang itu pergi.


“Mereka gak bawa mobilnya?” Tanya Sasa lagi.


“Enggak, ini tasnya Satya ada sama gue. Lah ini kunci mobilnya,” Arkan mengeluarkan kunci mobil dalam tas rangsel milik lelaki yang sedang mengejar wanitanya.


Sekitaran sejam mereka duduk di kantin dengan menikmati makan siangnya. Ponsel Satya yang ada di dalam tas pun berbunyi. Melihat nama MY WIFE pun tak ragu Arkan mengangkat telfon yang masuk.


“Arkan,” tanpa salam Satya langsung mengetahui siapa yang mengangkat telfon darinya.


“Iya Bang, ada apa?” Tanya Arkan sedikit gemetar.


“Bawa mobil gua, dan antar di hotel M deket kampus. Ajak yang lain juga, gua ada di kamar nomer 509 lantai tiga.” jelas Satya yang sepertiya tengah dalam masalah.


“Baik bang, gue sama yang lain akan segera ke sana,” jawab Arkan yang mengerti akan intruksi sang abang.


“Bilang Michael untuk membaca pesan gua,”


“Baik,” Jawab Arkan sebelum memutus sambungan telfon itu.


“Mich, tolong buka pesan dari Bang satya katanya,” tanpa tanya lagi, Michael langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam tas.


“Gilla 14 panggilan masuk dari Bian, mungkin dari tadi Satya ngubungin gue,” Merasa bersalah Michael langsung membuka pesan dan membacanya.


Rupanya Satya meminta Michael untuk membelikannya Alkohol 70% untuk luka Bian. Entah darimana luka Bian di dapat.Setelah membelikan apa yang di minta Satya pun, mereka berempa menuju hotel M yang di maksud.


Hotel lumayan mewah berlatai tinggi itu pun menjadi saksi bisu pertengkaran antara Bian dan Satya. Sebenarnya bukan sebuah pertengkaran namun amukan Bian yang mencia di tenangkan oleh Satya. Hingga luka luka memar yang tak sengaja di berikan pada Satya oleh sang istri.


Satya merelakan dirinya menjadi samsak bagi sang istri agar tak melukai dirinya. Setelah puas meluapkan emiosinya. Rasa lelah telah membuat Bian tertidur dalam isak tangisnya.


Satya tau jika semua ini berawal dari dirinya yang macam macam menghadirkan wanita idaman lain dalam rumah tangganya. Tapi yang tidak di ketahui Satya adalah dirinya tengah menikahi iblis berwajah malaikat. Yang kadang terlihat seperti kucing manis padahal dilam dirinya ada seekor singa yang tengah tertidur.


Tak lama teman temannya datang dengan membawa apa yang di pesankan tadi. Melihat keadaan satya yang babak belurpun membuat keempat itu khawatir.


“Apa yang sebenernya terjadi?’ Tanya Sasa yang merasa kasihan pada Satya sahabat kecilnya.


“Bian itu pemegang sabuk hitam di Kalimantan. Tapi dia tak bisa mengontrol diri, makanya dia tadi memilih lari. Tapi gue maksa dia untuk mengejarnya, hinnga di depan sana gue narik Bian masuk ke dalam hotel. Ya akhirnya dia nyerang gue, setelah puas dia tertidur. Dan gue ya kayak gini,” Jelas Satya pada teman temannya agar tak salah paham pada istrinya.


“Ratna memang mencari mati, berani sekali dia membuat perkara sampai seperti ini,” Nurul mengatakan hal yang di ketahui.


“Maksud kamu?” Tanya Arkan yang sedari tadi sedikit bingung dengan istrinya.


“Ratna adalah kemungkinan pelaku utama penyebaran vidio ini,” ucap Nurul tanpa ragu lagi.


“Vidio?” Satya kaget juka semua teman temannya membahas Vidio istrinya dengan seseorang.


“Vidio Bian sudah tersebar di kampus,” Jelas Sasa.


“Apa yang di mau wanita itu? Gue mikir dia cuma ngirim ke gue doang.” Satya terlihat seperti tengah menahan emosi.


“Sabar Bang, Ratna Belum Sadar dari Bian melemparnya ke dinding,” ucap Arkan yang terakhir bersama dengan gadis yang mungkin saat Ini tengah sekarat.


“Lebih baik sekarang kita cari lelaki yang ada di vidio itu,” Saran Michael pada Satya yang memang belum tau siapa lelaki itu.


“Dia kakak ipar Bian, suami kakaknya yang nomer dua,” Jelas Satya yang mengetahui siapa lelaki ******** dalam vidio itu.


“Apa kejadiannya di Kalimantan?” Tanya Michael yang penasaran.


“Kejadiannya sebulan sebelum pernikahan kami. Waktu itu, Bian sempet kabur ke rumah gue. Dia tinggal di kamar gue, dan setelah ketauan Ayah sama Bunda ya dia memilih pergi dari rumah gue. Tapi setelah seminggu menghilang, Ayah mengajaknya pulang dan gue sendiri yang mengantar dia balik kerumahnya. Gue tau dia di perkosa, tapi gue gak tau kalau yang memperkosa itu kakak iparnya sendiri.”

__ADS_1


Jelas Satya terlihat sangat menyesali mengetahui hal ini setelah vidio itu tersebar. Penyesalan terbesarnya adalah pernah jatuh hati pada seorang Ratna. Cantik rupanya telah menutupi kebusukan hatinya.


__ADS_2