Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Tersiksa


__ADS_3

Affandi memilih ke kamar setelah kepulangan adik ipar beserta istrinya itu. Affandi membuka pintu kamar secara perlahan. Di lihatnya Vindya sudah duduk di depan meja rias sibuk dengan rambutnya.


"Kak Vano sama Nadin mana?" Tanya Vindya


"Udah kakak suruh pulang." Kata Affandi mendekati Vindya.


"Kenapa di suruh pulang kak?"


"Iya lah orang abis di kerjain mama."


"Di kerjain mama? Emang mama dari sini?"


"Iya tadi pas sayang masih tidur."


"Kak Vano di kerjain gimana sama mama?" Vindya penasaran juga khawatir.


" Itu mama ngasih jamu kuat. Terus kayanya Nadin di kasi obat perangsang ato apa gitu dari tadi diem di pojokan. Mamamu itu antik ya." Ucap Affandi sambil tertawa lepas.

__ADS_1


"Astaga mama.... mama ini sudah keterlaluan." Geram Vindya.


"Biarin sih, dari pada kakak yg dibkasi kan lebih baik Vano. kayaknya itu tadi buat kakak, secara mama kan gak tau Vano ke sini." Ucap Affandi cuek menuju ranjang untuk merebahkan diri.


"Iya juga ya... Kak, kakakjangan cari cewek lain ya... jangan cari istri lain. Vindya masih bisa hamil kok kak kata dokter. Tapi sabar dulu ya kak." Ucap Vindya sambil menggenggap tangan Affandi yg merebahkan diri di ranjang.


"Gak akan sayang. Cuma kamu satu istri kakak." Ucap Affandi sambil mendudukkan diri.


"Makasih ya kak, Kakak sudah mau menemani dan gak marah sama Vindya."


"Ini bukan kesalahan Vindya kok tapi ini murni kecelakaan. Oh iya orang itu sudah ada di tangan Bang Anton. Besok kita ke tempat bang Anton."


"Dia anak dari kakaknya mama. Dia seorang Intel jadi lebih mudah kalo meminta bantuan sama dia." Jawab Affandi.


***


Di motor Vano merasa gak karuan.

__ADS_1


Lama amat sih nyampek apartemennya. apa kerumah mama saja. Pikir Vano.


"Van.... badan gue dari tadi berasa panas, kenapa ya?" Tanya Nadin polos.


"Gue gak tau juga Nad. Adek gue sakit di dalem. Mana lama lagi nyampek apartemennya." Ucap Vano jengkel.


30 menit sudah Vano melajukan motornya menyusuri jalan, dan akhirnya nyampek juga di tempat tinggalnya yg berada di lantai 3. Vano buru buru ke kamar mandi dan menanggalkan bajunya. Di sisi lain Nadia terus merasa kepanasan akhirnya memilih kamar mandi luar untuk mendinginkan badannya.


Selesai mandi Nadin menuju kamarnya, Namun Nadin tak menemukan suaminya. Pertamanya Nadin cuek karena berfikir mungkin Vano masih berendam untuk menghilangkan rasa panas seperti yg di rasakan. Setelah memakai baju Nadin lanjut menonton TV di dalam kamar sambil menunggu suaminya keluar. 1 jam sudah berlalu, tapi Vano tak kunjung keluar. Nadin merasa khawatir dengan keadaan Vano.


Nadin mengetuk pintu kamar mandi, tapi tak ada suara dari dalam. Nadin ulangi hingga 5x namun sama saja, tak ada respon apapun.


"Vano!!!"Teriak Nadin membuat Vano terkejut.


"Kok lo gak keluar keluar? Kenapa?" Tanya Nadia dengan suara bergetar ketakutan.


"Gue gak apa apa cuma ketiduran saja yang." Ucap Vano sambil membilas sisa sabun yg menempel.

__ADS_1


Vano dan Nadin memang sering mamdi bersama, terutama pagi hari. Jadi tak membuatnya canggung lagi. Nadin membantu Vano mengelap rambutnya dengan handuk. Sedangkan Vano sibuk mengelap badannya sendiri dengan handuk.


"Nad, dosa gak sih kalo gue apa apain lo?"


__ADS_2