Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Guru Agama


__ADS_3

"Jadiin Ayu bini ke 2? lo gila dim?" jangankan untuk mejadikan Ayu istrinya. Memikirkan saja Affandi tak sanggup. Affandi menoleh ke arah Vindya yg hanya diam membisu.


"Bang masukan dia ke penjara. Nanti pengacara gue yg akan urus masalah ini." Ucap Affandi yg tak ingin berlama lama melihat jawah temannya dulu yg kini menjadi pembunuh calon anaknya.


"Lo punya pengacara? Gue punya kenalan pengacara handal di kota ini. Namanya pak Abimana. ini kartu namanya." Bang Anton memberi kartu nama pada Affandi.


"Abimana? Vind apa mertuanya Vano namanya Abimana?" Kali ini Vindya membuka suara.


"Iya" Jawab singkat Vindya.


"Kalian kenal?" Tanya bang Anton.


"Beliau punya anak cewek?" Tanya Affandi hati hati.


"Iya masih kelas 2SMA."


"Kalo gak salah beliau mertua dari adiknya Vindya bang."


"Gila kalian ini masih SMA udh nikah." lanjut Bang Anton.


"Ngindarin setan bang."

__ADS_1


"Terus masalah Ayu gimana?" Tanya Bang Anton penasaran juga seakan mewakili hati Vindya yg mungkin tak mampu menanyakan itu.


"Urusan gue bang." Ucap Affandi sembari mngantar bang Anton dan anak buahnya yg membawa Dimas keluar rumah.


Affandi kembali ke dalam rumah dan mendapati Vindya sudah tak lagi di sofa. Affandi mengedarkan pandangannya dan menemukan sosok istrinya di taman samping rumah duduk termenung.


"Cuacanya lagi gak bersahabat sayang, kita masuk yuk." Ajak Affandi yg tak mendapat respon dari Vindya.


"Ayu. Jadiin dia istri ke duamu." Vindya mengangkat suara yg membuat Affandi bagaikan di samar petir tanpa adanya hujan.


"Hati kakak tak sebrengsek itu Vind. Cukup sekali kakak membuat kesalahan seperti itu." Ucap Affandi yg kini duduk di samping Vindya.


"Kak Vindya bingung. Vindya takut hidup dengan kakak." Tangis Vindya


"Hidup dengan kakak buat Vindya selalu berfikir Vindya tak pantas dengan kakak."


"Ngomongmu ngelantur. Masalah Ayu nanti kakak yg akan selesaikan. Tapi please jangan pernah tinggalin kakak. Kakak rapuh tanpa Vindya. Cukup sekali kakak hidup terpisah dengan mu. Dan itu cukup membuat kakak sadar bahwa kamu kekuatan kakak. kamu jiwa kakak, jangan pernah tinggalin kakak." Affandi menggendong Vindya masuk ke dalam kamar dan memberi obat.


***


Di sekolah Vano terus kepikiran sang kakak. Nadin merasa iba terhadap suaminya yg selama dua hari ini nampak murung.

__ADS_1


"Nad, kemaren lo kemana?" Tanya Maria.


"Gak kemana, diem di rumah ajak gue." Ucap Nadin.


"Yakin? Gue harap lo gak boong sih." kini Maria memilih meninggalkan Nadin sendiri.


"Lah maksud nya apa tu anak." Gumam Nadin.


Bell masuk kelas berbunyi, dan sekarang adalah pelajaran agama. Semua murid masuk ke dalam kelas yg di barengin sama pak Soleh guru Agama.


Pak soleh lebih sering bercerita tentang banyak hal yg berbau agama dari pada membahas pelajaran agama. Karena beliau berfikir, Agama itu lebih baik di lakukan setiap hari dari pada di pelajari . Seperti sekarang pak Soleh tengah bercerita tentang kehidupan setelah menikah. Mencari pahala dengan cara yg indah. Vano dan Nadin mendengarkan dengan seksama untuk di terapkan di rumah tangga kecilnya.


Namun lain halnya dengan Maria yg tak dapat focus karena pandangannya teralihkan oleh sebuah tanda merah yg ada di leher Nadin. Fikirannya terus melambung tak karuan. Di tambah lagi dengan ingatan kemarin Vano membeli sesuatu. Pada saat sesi tanya jawab Maria lebih tertarik.


"Pak mau tanya, kalo misalnya ini misalnya ya. Kalo kita melakukan suami istri dengan pacar itu dosa gak sih?" Maria melirik Nadin.


"Dosa dong. itu Zinah namanya dan hukumannya tak tanggung tanggung. Makanya ada sebuah hadits yg menjelaskan tentang pernikahan. Rosulallah bersabda. Wahai pemuda, Barang siapa di antara kamu sudah siap untuk berkeluarga maka hendaknya mereka di segerakan untuk menikah. Karena dapat menundukkan pandangan dan memelihara ****. Barang siapa belum mampu untuk berpuasa maka hendaklah untuk berpuasa untuk membatasi diri." Jelas pak Soleh.


"Ada juga dalil yg terkandung dalam alqura'an. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.


[QS. Ar. Ruum (30):21]. "

__ADS_1


"Jadi lebih baik menikah dulu lah dari pada masuk neraka." jelas pak Soleh membuat Vano menoleh ke arah Nadin yg berpapasan dengan pandangan Maria dan membuatnya berdecih.


__ADS_2