
"Endak pak.... Vindya mencari kak Indah. Malah kaget melihat bapak di sini." Ucap Vindya
"Oh Indah, dia Istri saya. Dari mana kalia. kenal Istri saya?"
"Dia Affandi yah." Kata Indah
"Oh kamu Affandi...? Maafkan saya dulu ya sudah menjebak kamu." Ucapan syaiful membuat bingung.
"Maksud bapak apa?"
"Dulu pas kamu mabuk kami sengaja menelanjangi kamu dan menidurkan kamu di hotel bersama Indah. itu kami lakukan demi uang untuk menikah. Kami sudah memanfaatkan kamu. maafkan saya Fandi." Kini Syaiful menangis sejadi jadinya d bawah kaki Affandi.
Syaifull memohon maaf dengan berlutut di bawah kaki Affandi. Namun di tepis oleh Affandi karena malu.
"Sudah lah pak... Saya juga sudah memaafkan bapak. Tapi kalo boleh tau siapa yg menyuruh bapak?" tanya Affandi
"Pak Barata." Satu nama itu membuat Vindya mengerti bahwa memang suaminya tidaklah bersalah.
"Kalian ini ada hubungan apa kalo boleh saya tau?" Kini Indah mencoba membuka suara.
"Dia istri saya." Ucal Affandi singkat namun jelas.
__ADS_1
"Bukankah Vindya masih sekolah?" Syaiful menanyakan.
"Iya pak kami menikah muda karena tuntutan orang tua." Jawab Affandi.
"Apa Vindya hamil duluan juga?"Affandi kaget dengan pertanyaan sang mantan guru.
"Bukan pak kami di jodohkan." Kini suara Vindya sedikit meninggi.
"Tunggu. Maksudnya Hamil juga? Indah dulu hamil anak saya?" Tanya Affandi terkejut.
"Bukan, itu anak saya. kalian kan gak melakukan apa apa?" Jelas Syaifull.
"Jadi selama ini bapak dan Indah selingkuh dan memanfaatkan saya sebagai tameng kalian berdua?" Affandi tak mengerti apa yg di dalam hati mereka berdua.
"Saya dan istri pertama tak ada rasa cinta. bahkan anak pertama saya itu bukan dari saya tapi dari selingkuhan istri saya. Tapi saya anggap sebagai anak saya sendiri. karena orang tua kandungnya meninggal dalam kecelakaan saat saya memergoki mereka dan mengejar." Kini suasana menjadi haru di rasa Vindya.
"Saya cerai tapi kami masih tinggal bersama karena mantan istri saya selingkuh dengan adik saya. dan saya baru tau bahwa anak pertama kami bukan anak kandung saya saat semua berakhir." Indah mencoba menguatkan.
"Maaf pak kami tak bermaksud untuk membuka luka lama bapak. cuma saya sebagai istri hanya ingin memastikan masalalu suami saya yg tak memiliki ikatan apapun dengan masalalunya." Ucap Vindya tegas.
"Ndak ada ini murni hanya jebakan. Maafkan saya Fan." kembali Syaifull memohon ampun.
__ADS_1
"Iya pak gak apa apa asal bapak menjaga 1 rahasia kami." Ucap Affandi
"Iya bapak akam merahasiakan pernikahan kalian..." Syaifull mencoba mengerti syarat dari muridnya ini.
"Ya sudah pak kami permisi dulu." Pamit Vindya.
Affandi dan Vindya pergi meninggalkan rumah itu. Di perjalanan vindya merasa tak asing dengan jalanan ini meski sudah lama tak ia.
"Kak kita salah jalan gak sih?" Tanya Vindya hati hati.
"Salah jalan? Ya enggak lah, masak kakak lupa sih jalan pulang kerumah sendiri." Denga senyuman yg menghiasi bibir Affandi.
"Kita pulang ke rumah?" Vindya terkejut
"Iya dan kamu istri saya jadi harus ikut kemanapun saya pergi. Vindya sayang, sekolahmu lanjut homescooling saja ya." Affandi memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya.
"Kenapa gitu? ini masa SMA ku lo kak." Vindya sambil menuruni mobil dan melangkah masuk kedalam rumah yg sepertinya masih terawat meski sudah lama di tinggal oleh penghuninya.
"Iya kakak cuma gak ingin Arief makin menggantungkan harapan ke kamu."
"Arief kenapa? sepertinya dia tak bermasalah." Vindya mencoba mencari tau apa yg sebenarnya.
__ADS_1