
"Lo ngijinin kalo gue halalin Nova?" Ucap Vano
"Gue ijinin kok Van...."
"Bener?"
"Iya tapi lo harus ijinin gue potong burungmu sampek abis." Ucap Nadin melepas pelukan Vano.
Di Bandung Nova menuju Villa yg di sebut Vano. Nova berangkat sendiri ke Bandung karena sampai siang Vano tak kunjung menjemputnya. Sore menjelang malam Nova tiba di Villa keluarga Sofyan.
Di sana sudah ada Vindya Affandi Papa Sofyan dan mama Agnes. Nova mesuk kedalam setelah di persilahkan oleh penghuni Villa. karena masuk waktu magrib semua keluarga termasuk Nova pun ikut sholat berjamaah.
Selepas sholat magrib Vano dan Nadin memasuki pekarangan Villa dengan mengendarai mobil Vindya yg telah mereka tinggalkan. Vano terkaget melihat Nova di depannya, tepatnya duduk di sofa di antara keluarganya.
Affandi yg mengetahui masalah yg tengah di hadapi oleh adik iparnya itu menghampiri Nadin. Affandi menyandingkan Nadin dengan Nova.
"Van lo sini deh" Panggil Affandi membuat keluarga yg lain semakin bingung.
Vano menghampiri abang iparnya itu dan menatap kedua wanita di depannya. Nadin hanya menundukkan wajahnya berbanding terbalik dengan Nova yg menegakkan kepalanya.
"Lo liatkan mereka berdua. Cantikan mana?" Tanya Affandi lagi.
__ADS_1
"Lo apaan sih kak? Ini itu gak bener." Ucap Vindya mulai emosi.
"Nova." Jawab Vano
"Vano lo gila hah? Lo bilang cewek lain cantik di depan Nadin." emosi Vindya semakin naik.
"Yang, ini sebuah kejujuran. biarkan Vano menjawab apa yg ada di fikiran Vano. Jangan coba membuat Vano memihak." Ucap Affandi membuat Vindya semakin marah dan kembali duduk di samping mamanya.
"Ada apa ini sebenernya dan dia siapa" Ucap papa Sofyan sambil menunjuk Nova.
"Nanti papa akan tau ada apa sebenernya dan siapa dia." jelas Affandi.
"Din adeknya abang jangan nunduk jangan nangis dan jangan melihat yg lain selain Vano." Titah sang abang ipar berasa abang sendiri.
"Ganteng."
"Nadin Vano ganteng gak?"
Malu malu Nadin menganggukkan kepala yg hanya mendapat balasan senyum dari Vano.
"Kenapa lo senyum baru di anggukin doang? Kenapa lo gak senyum juga pas Nova bilang lo ganteng?" Tanya Affandi.
__ADS_1
"Baru kali ini Nadin mengakui kalo gue ganteng bang." Jawab Vano malu malu.
semua semakin tercengang. Nova kaget dengan pernyataan Vano. Namun tak berani menanyakan Pada Vano.
"Seberapa bahagianya lo berada di deket Nadin? Dan seberapa bahagianya lo jalan sama Nova."
"Gue gak bisa jawab bang"
"Lo harus jawab Van. Gue kecewa sama lo Van bener bener lo Van sumpah ya Van. Ma dulu Vano itu mama lepehin ya pas lahir? Kenapa menjijikkan gini sih kelakuannya. Dan lo siapa nama lo....? Lo itu kaya cewek gak laku aja sampek mau sama lakik beristri hah? Lo liat wanita yg berada di samping lo menunduk malu melihat kelakuan lakiknya, Nah elo bangga banget lo bisa rebut lakik orang. Asal lo tau ya, lo itu gak jauh beda sama pe**** yg suka menggoda lakik orang." Amarah Vindya tak mampu lagi di tahan. Vano hanya diam saja tertunduk malu.
"Nad, maafin kakak ya sudah merenggut masa depan lo dengan menyuruh si brenhsek ini menikahi lo." Ucap Vindya lirih pada adik iparnya.
"Maaf memang saya tau Vano beristri tapi saya cinta sama Vano." Ucap Nova membuat Vindya tercengang.
"Gila rendah banget diri lo ya, Van lo yg main api lo harus siap terbakar karna api yg lo ciptain sudah menghancurkan dua keluarga. Pa.... telfon papanya Nadin sekalian bawa surat cerai." Kini Vindya gak main main.
"Kak Vano lagi khilaf tolong jangan lakuin itu ke Vano. Demi Nadin Vano rela panas panasan jualan di pasar di sekolahan. dan rela menjual motor kesayangannya untuk modal kerja demi menafkahi Nadin. Jadi tolong jangan biarkan kami pisak kak. Paling tidak biarkan Nadin menemani Vano mencapai cita citanya." Ucap Nadin memohon di kaki Vindya.
"Kak gue minta maaf tolong jangan pisah in gue sama Nadin. Gue gak sanggup! Cukup seminggu Nadin menghilang membuat gue gila kak." Kini Vano juga memohon di kaki Vindya.
"Yg lo sakitin bukan gue Van tapi Nadin. Kalo lo mau gue maafin, akhiri hubungan lo dengan wanita manapun." ucap Vindya.
__ADS_1
"Vano.... Papa sama mama kecewa sama kamu. Kurang apa Nadin untuk kamu? Papa mau kamu kembali keperusahaan lagi mulai senin besok. Biar papa bisa memantau kamu. Gak ada penolakan. Untuk Warung kamu, serahin ke Nadin dan karyawan. mengerti Van!!!" Seru papa Sofya penuh amarah.