
Pagi ini Vindya dan Affandi bersiap untuk ke rumah orang tua Vindya. Vindya sangat berssemangat sehingga dia sudah tidak sabar lagi.
"Kakak cepetan lama banget dah." Kata Vindya yg sudah siap di dalam mobil.
"Sabar dong sayang. kakak masih siapin berkas dulu tadi. Nanti kakak turunin saja ya kakak gak mampir." Terang Affandi.
"Suamiku maafkanlah istrimu ini. karena istrimu ini lagi pengen di temenin suaminya. Sebentar saja nanti Vindya temenin di cafe." Vindya coba merayu Affandi agar di temani saat mengunjungi orabg tuannya.
"Bener mau nemenin di cafe?"
"Bener imamku."
"Gombalanmu itu lo rasanya pengen tak masukin mesin cuci."Kata Affandi sambil melajukan mobilnya.
"Biar apa coba gitu?" Tanya Vindya sedikit sebel.
"Biar ilang semutnya abis manis banget. hahahaha" kata Affandi di barengin gelak tawa keduannya.
Jalan yg lengang membuat perjalanan terasa dekat. sehingga membuat mobil Affandi 1o menit lebih cepat nyampek di depan rumah orang tua Vindya.
"Kakak kemana aja gak pernah nongol,??? Vano kangen tau." Rengek Vano sambil bergelayutan di tubuh kakaknya. Ya meski dia lebih tinggi dari kakaknya.
"Semedi gue di gunung Huakwaw... mo ikut lo...??? kali aja dedemitnya ada yg nyangkut."
pletak
__ADS_1
Celetukan Vindya mendapat hadiah jitakan dari sang adik.
"Aduh sakit bego." Dengus Vindya sambil melepas pelukan sang adik.
"Abisnya lo doain gue di taksir dedemit gunung gununga... Serem tau..." Vano bergidik ngeri.
Affandi menggandeng Vindya memasuki rumah yg langsung menuju ruang tengah mengikuti Vano. Di sofa terlihat papa Sofya duduk berdampingan dengan mama Agnes menonton acara kartun yg mungkin Vano telah menguasai chanelnya.
"Assalamuaalaikum." Ucap Affandi lalu Affandi mencium tangan kedua orang tua Vindya. Namun ketika Vindya mau mencium papanya tiba tiba...
"Maaf bu saya belum bisa bayar uang kontrakan rumah." kata ayahnya sambil mencakupkan kedua tangannya sehingga membuat Affandi kaget.
"Iya nyonya tolong lah kami... anak kami nakal tidak pernah mengunjungi kami... makanya kami tidak bisa bayar uang kontrakan." Kata mama Agnes mengikuti suaminya.
"Kalian berdua kalo sudah tidak mampu bayar uang kontrakan rumah ya monggo pintu keluar di sebelah sana." Kata Vindya sedikit meninggikan suaranya. Affandi semakin kebingungan.
"Kok sapu ijuk....??? kotor dong guenya kena tai ayam." kata Vindya merajuk sambil memeluk Affandi dari samping.
"Ini ada apa sih....????" Akhirnya Affandi memberanikan diri membuka suaranya.
"Habisnya kalian mesrah banget. Kan yg lain berasa ngontrak."Kata mama Agnes sambil melirik lirik.
"Astaqfirullah.... kirain ada apa." Ucap Affandi sambil tersenyum dan duduk di sofa samping Vindya.
"Kalian kemana aja...??? Kenapa 3 bulan ini gak kemari?" Tanya papa Sofyan.
__ADS_1
"Iya tu pah... mentang mentang sudah punya KK sendiri makanya lupa sama kertas yg lama. jangan jangan minta di coret lagi dari daftar ahli war...." Kata Vano yg belum selesai ngomong langsung mendapat hadiah lemparan bantal dari Vindya.
"Jangan maruk deh lo dek.... kalo lo iri sama gue makanya lo itu cepet pacarin itu cewek yg ngejar ngejar kamu." Kata Vindya kesel dan kembali memeluk lengan Affandi.
"Vindya sibuk pa.... kaka Affandi juga lagi rame ranenya di cafe. Mana harus persiapan untuk masuk univ juga." Terang Vindya yg langsung di maklumi oleh orang tuanya.
"Oh iya ya kamu kan mau tes masuk univ kedokteran. masih bisa untuk lanjut ke cafe?" Tanya papa Sofyan.
"Affandi gagal pa masuk kedokteran. jadi Affandi ambil managemen dan bisnis tp tetep ke Jerman." kata Affandi yg membuat Vindya melepas pelukannya.
"kenapa jauh gitu sih? nggak ada ngomong sebelumnya lagi." Vindya mulai tertunduk.
"Maaf belum sempet ngomong sama kamu, ya karena aku gak mau ganggu fokus belajar kamu menghadapi ujian minggu depan." Kata Affandi mencoba menenangkan.
"Vindya anak papa.... belajar ke Jerman adalah impian suamimu sebelum kenal dengan kamu. jadi papa mohon ngertiin suamimu. lagian kamu kan bisa liburan di sana juga kalo sekolah lagi libur." Papa Sofyan membantu membujuk Vindya.
"Kak lo kenapa jadi cengeng gini sih setelah nikah.... nyesel gue lo nikah...."kata Vano sedikit membuat Vindya mengerti.
"Iya maaf Vindya jadi egois gini.... tapi jangan macem macem di sana ya..." Kata Vindya akhirnya luluh.
"Iya kakak akan pulang kalo liburan trus kamu lagi gag libur."
"janji ya kak." Ucap Vindya sambil menangis dalam pelukan Affandi.
"Udah dong dramanya.... nanti pilem pilem korea pada gak laku lo gara2 kalian." kata Vano memecahkan suasana.
__ADS_1
Affandi dan Vindya pamit setelah makan siang karena Affandi harus ke cafe sebelum di tinggal bulan depan.