
Vindya menceritakan semua yg terjadi kemarin di hadapan keluarganya. Sofyan tak menyangka Biantara bisa berbuat seperti ini terhadapnya. Menyakiti hati anak gadisnya demi keponakannya yg pernah membully Vindya.
Tanpa pikir panjang Vindya di ajak menemui pengacara untuk mengurus surat cerai. Keinginan hati Sofyan membawa surat perceraian putrinya ini kekantor namun Sofyan mendengar dari sekertarisnya kalo Biantara masuk rumah sakit karena serangan jantung.
Vindya dan Sofyan melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Tepat seperti dugaannya, Affandi dan Mona juga mama Dita berada di rumah sakit menunggui papa Biantara yg masih belum sadar. Vindya tak bisa menangis meski dia ingin. Serasa kering air matanya karena dua hari terus menangis saat sendirian.
"Saya mau kamu tanda tangani surat ini." Suara papa Sofyan memecahkan keheningan dalam ruangan.
"Pa.... apa papa tidak menunggu papa sadar dulu?" Kata Affandi mencoba mengulur waktu.
"Gak perlu. kalian juga gak perlu menunggu perceraian ini untuk bertunangan." kata Papa Sofyan membuat kaget Mona.
__ADS_1
"Bercerai....??? siapa???" Kata Mona kebingungan.
"Gak usah drama kak, capek." Ucap Vindya.
"Kalian udah menikah? kapan? kanapa aku gak tau?" Tanya Mona sambil meneteskan air mata.
"Ketika kamu mendapatkan kebahagiaan dengan caramu maka ingatlah Allah akan mengambil kebahagiaan itu dengan cara-NYA" Ucap papa Sofyan makin emosi melihat Mona.
"Tanda tangan lo Fan.... gue udh tanda tangan. Dan lagi jangan pernah lo mengakui kalo gue mantan istri lo. karena lo gak lain hanya mantan kakak kelas gue." ucap Vindya.
" Lo salah minta maaf sama gue Mon, lo tau gue sayang sama Vindya tapi tingkah konyol lo buat hancur rumah tangga gue yg selama hampir setahun ini gue bina. Mimpi mimpi indah gue sama Vindya hancur berantakan. Dan kenyataan yg gue terima sekarang, gue harus bercerai dari wanita yg gue sayang dan bokap gue anfal." Ucap Affandi dengan tatapan kosong.
__ADS_1
"Thante kenapa gak ada yg bilang ke Mona kalo Affandi sudah menikah?" kini Mona menyerang Dita.
"Apa kamu pernah bertanya saat kamu mau melakukan bunuh diri nak? Gimana perasaan Fandi, apa dia punya pacar atau tidak. Sekarang terserah pada kamu gimana maunya... mama pasrah. perjuangan mama sudah cukup untuk Affandi tapi perjuanganku masih panjang untuk suamiku." Ucap mama Dita sambil menggenggap tangan Biantara.
Tak lama Barata papa dari Mona datang ke rumah sakit menjenguk kakaknya. Barata melihat suasana yg sangat canggung. Dengan Dita yg terus menangisi suaminya dan Affandi dengan tatapan kosongnya sedangkan Mona dengan tangisannya. Tanpa bertanya Barata langsung melayangkan bogem mentah ke arah Affandi.
"Lo apain Mona?" Barata terus memukul Affandi. Namun Affandi hanya diem pasrah tak menjawab meski Barata semakin gila memukuli Affandi.
Dita histeris melihat Affandi di pukuli oleh Barata adik iparnya. Rere selaku istri Barata mebusaha untuk memisahkan Barata dengan Affandi.
"Barata.... seharusnya kamu itu tanya sama anakmu dan dirimu sendiri. apa yg sedang terjadi. kakakmu belum sadar dari kemarin dan rumah tangga keponakan mu hancur berantakan." Ucap Dita sambil memeluk Affandi yg terkapar di lantai.
__ADS_1
"Rumah tangga?" Gumam Rere.
"Tingkah konyol anakmu membuat menantuku menceraikan Affandi. kamu taukan Bar kali Affandi sudah menikah dengan putri dari Sofyan. Tapi kenapa kamu masih memaksa untuk menikahkan anakmu dengan Affandi?"