
Plaaakk
"Affandi gak mungkin ngelakuin ini sama lo. Tapi gue yg akan ngelakuin." Kata Nadia setelah menampar Mona.
"Lo gak usah ikut campur deh Di. gue tau kalo lo juga suka sama Affandi... Sama kaya gue. bedannya gue gak semunafik el..."
Byuur...
"Lo terlalu percaya diri karena tampang lo yg di agung agungkan sehingga lo lupa akan tatakrama lo. Gue malu punya temen kaya lo. Vindya itu temen gua dan gue gak mau temen temen gue jadi korban bully. apa lagi yg ngebuli itu elo, Cewek tolol yg cuma mengandalkan tampang doang. dan lagi.... gue gak suka sama Affandi tapi sama Ahmad. Camkan itu" Kata Nadia setelah menyiram es jeruk yg di tangannya ke muka Mona.
"Lo bawa Vindya pulang saja Fan.... kasian dia sepertinya ketakutan."Kata Ahmad menenangkan.
"Gak usah kan makasih. gue bawa mobil sendiri... gue juga di tunggu adik gue di SMP sebelah." Jawab Vindya sambil memegangi tangan yg di injang oleh Mona.
"Mobil lo biar di bawa sama Ahmad. gue antar lo jemput adik lo. tangan lo pasti sakit." jelas Affandi sambil memapah Vindya keluar ruangan.
"Urusan lo sama gue sekarang Mon." Kata Affandi saat meninggalkan ruangan.
Ahmad dan Nadia mengikuti Affandi dan Vindya dari belakang memastika mereka bener bener pulang. setelah menyerahkan kunci mobil pada Ahmad Vindya pun pulang di antar oleh Affandi.
__ADS_1
Affandi melajukan mobilnya menuju SMP Vano. Vano yg sudah menunggu kakanya di pinggir jalan kaget saat ada mobil brio merah menghampirinya.
"Lo makin berani kak." kata Vano saat sudah ada di dalam mobil setelah melihat kakanya duduk di samping pengemudi.
"Gue yg maksa." kata Affandi.
"Trus mobilnya kakak gue gimana?"
"Nanti di anterin sama temen. tadi kakak lo di Bully tanggannya di injek makanya gue anterin pulang." kata Affandi menerangkan
"Gimana sih lo jagain kaka gue....???? masak gak bisa lindungin dia... katanya lo ketua osis tapi ngelindungin kampret satu doang lo gak bisa." Amarah Vano tak terbendung lagi. Vano mengetahui Affandi ketua Osis dari cerita kakanya.
"Pasti yg lakuin cewek lo kan yg waktu ini labrak Vindya" ucapnya lagi.
"Waktu malam api unggun pas gue mau balik" jawab Vindya tertunduk.
Mobil Affandi terparkir di samping pintu masuk rumah Vindya. Mereka bertiga masuk ke dalam rumah yg tanpa mereka tau papa sama mama Vindya sudah ada di rumah.
"Mama papa.... Kapan kalian pulang....???" Tanya Vindya sambil memeluk mamanya.
__ADS_1
"Tadi jam 9 mama nyampek. sini ajak masuk temannya" kata mama Agnes.
"Bukannya ini Affandi anak dari pak Biantara?" Tanya papa Sofyan.
" Benar om saya Affandi. om... om Sofyan kan temen kuliah papa dulu?" Tanya Affandi.
"Bener nak. gimana kabar papamu?"
"Sehat om. gimana dengan om?" Tanya Affandi.
"Ya seperti yg kamu liat sekarang, om baru pulang dari perjalanan dinas om. oh iya kamu sama Vindya satu sekolahan ya?" Tanya papa Sofyan.
"Iya om lebih tepatnya saya kakak kelas dari Vindya. saya gak tau kalo Vindya ini anak om."
"Iya Vindya anak om yv pertama dan Vano anak om yg kedua. oh ya ada apa ini mana mobilnya Vindya?"
"Tadi Vindya di bully om di sekolahan tangannya di injek makanya saya antar pulang. untuk mobil Vindya habis ini di anterin temen saya om." Jelas Affandy.
"kok bisa....?" Tanya mama Agnes.
__ADS_1
"Itu tante Vindya di bully sama Mona anak om Barata. Dia ngaku kalo Mona itu pacar saya." Jelas Affandi.
"Barata lagi Barata lagi. hmmm ya sudah nanti biar om yg ngadepin masalah ini. oh iya gimana cafenya, sukses openingnya?" tanya Papa Sofya yg membuat kaget Vindya dan Vano yg seakan tau semua tentang Affandi. karena cafenya baru buka seminggu yg lalu.