Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Penjelasan


__ADS_3

Vindya mencoba menenangkan diri. Karena dia sadar kini sedang berkendara. Fikiran Vindya cuma satu. Yaitu meminta kejelasan dari keluarga bapak Biantara mertuanya. Sesampainya di depan rumah mertuanya, vindya di sambut oleh mama mertuanya.


"Menantu kesayangan mama tumben mampir.... mana Affandi? katanya dia di Indonesia?" Tanya Mama Affandi.


"kak Affandi lagi jemput TUNANGANYA ma sekarang masih di cafe" Kata Vindya membuat kaget mama Dita. ucapan datar yg hanya menekankan kata tunangan itu.


"Masuk dulu nak" ajak mama Dita.


"Mama bisa saya bicara dengan papa?" tegas Vindya yg membuat takut Dita selaku mama Affandi.


"Kenap mama diem? apa ini semua ada persetujuan dari pihak keluarga?" Tanya Vindya lebih tegas.

__ADS_1


"Papa disini sayang. ikut keruangan papa." papa Biantara mengajak Vindya ke ruang kerjanya.


"Setahun kurang dua minggu usia pernikahan kami pa. Apa sekebelet itu papa pengen punya cucu makanya tak sabar menunggu Vindya lulus sekolah sampai sampai harus menyuruh anak semata wayangmu untuk menikah lagi?" Ucap Vindya.


"Bukan begitu nak, Mona anak dari adik papa dan kemarin dia mengancam bunuh diri kalo tidak bisa menikah dengan Affandi. Om Barata datang menangis memohon agar mau menikahkan mereka. Papa gak punya pilihan lain." kini papa Biantara sudah menangis sambil menyatukan kedua tangannya di hadapan Vindya.


"Ok. Vindya mundur. Vindya gak mau mengorbankan masa depan Vindya hanya demi masalah sepele ini." Ucap Vindya sambil berjalan keluar ruangan itu. Namun terhenti oleh ibu mertuanya.


"Kenapa kamu ndak mau memperjuangkan dan mempertahankan rumah tangga kamu nak?" Mama Dita dengan tangisan histerisnya.


"Jalan Vindya masih panjang pa. Vindya gak mau hanya masalah ini akan menghancurkan masa depan Vindya." Ucapnya lagi.

__ADS_1


Kini Vindya benar benar pergi dan tak ingin menoleh meski panggilan mama Dita dengan tangisan yg semakin pecah. Vindya melajukan mobilnya dengan santai sesantai mungkin menuju rumah yg ia tinggali sekarang. Di depan pintu rumah Affandi sudah menunggunya yg entah dari kapan.


Vindya berlalu melewati Affandi yg seakan tak melihat siapapun. Sesakit inikah Vindya sampai tak menganggap Affandi ada? Affandi mengikuti Vindya dari belakang.


"Vind kakak bisa jelasin semua." Kata Affandi mencoba menghentikan langakah Vindya.


"Ck... Sudahlah gue capek gue mau tidur." ucap Vindya sambil meninggalkan Affandi.


Namun Affandi menahannya dengan pelukan. Affandi merasa bersalah terus meminta maaf. Vindya yg sudah capek hati dia hanya diam sampai Affandi menyadari kalo Vindya sudah tak ada respek lagi padanya.


"Udah.... Drama banget sih hidup lo kak. Gue mau tidur, besok udah masuk sekolah kak. kakak tau kan besok itu MOS." Ucap Vindya.

__ADS_1


Mendengar nada bicara Vindya yg biasa saja yg terkesan santai membuat Affandi kegirangan. Karena dia menganggap kalo Vindya sudah memaafkannya. Vindya dan Affandi kini tidur bersama seperti biasanya.


"Gue sayang sama lo Vind" Ucap Affandi sambil mencium punggung istrinya yg membelakangi dirinya.


__ADS_2