Kesetiaanmu

Kesetiaanmu
Pengakuan.


__ADS_3

Setelah bertukar cincin, Nadia, Ahmad, Vindya dam Affandi memisahkan diri dari para orang tua.


"Fan, sumpah gue kepo sama lo". Ucap Nadia


"Kepo apa lo...?" Tanya Affandi pura pura lupa.


"Iya Fan gue juga kepo. siapa Makmum lo.?" Tambah Ahmad melanjutkan rasa penasaran Nadia yg kini menjadi tunangannya.


"Oh yg itu... Dia perempuan yg sepecial buat gue. tapi setelah gue bilang ini kalian semua harus jaga rahasia gue." Kata Affandi.


"Iya gue janji. ya elah lo gak percayaan amat sama kita Fan." ucap Ahmad.


"Ya udah. Dia makmum gue, emang sih dia dan gue masih sama sama belajar. gue belajar untuk jadi imam untuk dia. seorang wanita cantik yg mampu mencuri hatiku." jeda Affandi menoleh dan meraih tangan Vindya.


" Ini humairah ku. Wanita yg selalu berada di sampingku menemani langkahku dan di belakangku untuk mendukungku." Kata Affandi yg membuat Vindya tertunduk malu.


"Oh jadi namanya humairah...???" Tanya Nadia polos.


"Terus kenapa lo pegang tangan cewek lain kalo lo keliatannya cinta banget ma tu cewek." Kata Ahmad geram.


"Astagfirullah Ahmad Nadia. kalian ini gak peka ya.... Khumairah itu panggilan gue ke dia. Dan nama aslinya Vindya Andari. hadeeeehhh"


"Jadi kalian udh jadian?" Tanya Ahmad.

__ADS_1


"Bukan cuma itu, gue sama dia udah merid." Kata Affandi membuat Nadia dan Ahmad kaget.


"Gila...!!! kapan itu?" Kaget Nadia.


"Semunggu setelah kejadian pembullyan." Terang Affandi.


"Pantesan lo itu sama Vindya udh kaya tokek ama dinding aja... nempel mulu." Ujar Nadia.


"Iya lah... menghapus dosa dengan cara mesra2an sama suami. itu kan keuntungan dan kenikmatan yg sangat sulit di hindari."


Ledek Affanddi.


"Sialan lo nyuri start dari gue." Ucal Ahmad.


"Gue mau cerita tapi masalahnya belum pernah gue lakuin. gimana dong??" Kata Affandi santai sambil melirik Vindya.


"Emang untuk apaa? penasaran gue." Kini Ahmad yg ikutan kepo.


"Kata bokab gue.. Kalo di atas itu untuk nyium kening gue dan kalo di depan itu untuk gue tusuk... wkwkwkwk"


"Dasar Gila lo ya Fan.... udh serius dengerin malah ngaco jawabnya." Kata Ahmad sambil memukul kepala Affandi.


"Tauni porno abis. Lo kok mau sih Vind sama orang otak mesum ini?" Tanya Nadia yg hanya tersenyum.

__ADS_1


"Gak tau.... tadinya dia gak gitu kok kak, mungkin gara gara bareng mas Bima jadinya gitu." Kata Vindya


Malam semakin larut dan Affandi ijin pulang menhajak sang istri. Sesampainnya di rumah Vindya langsung ganti baju dengan menggunakan piama, Affandi pun demikian. Saat mau memejamkan mata Vindya kaget karena Tanggan Affandi tak bisa diam seperti biasanya.


"Kakak kenapa sih gak mau diem? Vindya ngantuk kak." Tanya Vindya jengkel.


"Vindya sayang istriku yg paling cantik... kakak lagi tegang ini." Kata Affandi ambigu.


"Kakak mau di pijit biar gak tegang?" Tanya Vindya polos.


"Bukan badan tapi yg lain sayang. Ah udah ah sana kamj tidur." Kata Affandi sambil turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.


"Kakak mau kemana?"


"Mandi biar seger."


"Kak jangan mandi malem malem nanti sakit."


" Vindya jujur kakak ini laki laki biasa yg punya nafsu. tapi kakaak harus bisa tahan untuk masa depan kamu." Terang Affandi


"Masa depanku itu kakak. kalo kakak sakit Vindya merasa bersalah karena tidak bisa menjadi istri yg baik." Kata Vindya


"Kakak tau Vindya sudah belajar banyak untuk itu tapi kakak gak mau ngelakuin hubungan suami istri sebelum kamu siap menjadi seorang ibu." Terang Affandi yg membuat Vindya kaget. dan baru menyadari apa yg di maksud suaminya tadi.

__ADS_1


"Ya sudah sana mandi bersihin sekalian otaknya biar gag ngeres lagi." Kata Vindya langsung menarik selimut.


__ADS_2